home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Tepat Memilih dan Memakai Pelumas Terbaik untuk Berhubungan Intim

Panduan Tepat Memilih dan Memakai Pelumas Terbaik untuk Berhubungan Intim

Pelumas seks kadang dibutuhkan untuk membantu penetrasi lebih lancar dan tidak menyakitnya selama bercinta. Jangan khawatir kalau Anda adalah pemula dalam urusan pakai pelumas untuk hubungan intim. Kami telah menyiapkan panduan memilih jenis lubrikan yang tepat, serta langkah-langkah cara memakainya untuk menambah kenikmatan berdua.

Jenis pelumas mana yang aman untuk Anda?

Pelumas alias lubrikan adalah gel yang digunakan sebagai bala bantuan untuk mengatasi masalah vagina kering. Namun, beberapa pasangan juga pakai pelumas seks ketika melakukan seks anal.

Terlepas dari aktivitas seks manapun yang Anda akan lakukan, penting untuk mengetahui macam-macam jenis pelumas yang ada di pasaran. Jenisnya dibedakan dari bahan dasarnya: pelumas air, pelumas silikon, dan pelumas minyak. Pada umumnya, pelumas berbahan dasar air atau silikon adalah pilihan yang terbaik untuk berhubungan seks. Kedua jenis ini tidak akan merusak kondom. Sementara pelumas berbahan dasar minyak akan membuat bahan kondom lateks cepat aus menipis, sehingga mudah sobek.

Di sisi lain, pelumas berbahan dasar air mengandung gliserin yang notabene adalah gula. Terlalu banyak gula dalam vagina dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina dan infeksi saluran kencing pada wanita yang rentan terhadap penyakit ini. Pelumas berbahan dasar air juga mengandung paraben dan glikol propelin yang dapat mengiritasi kulit.

Bagaimana cara menggunakan pelumas untuk hubungan intim?

Anda bisa menggunakan pelumas untuk hubungan seks dengan cara yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan dan kreativitas Anda bersama pasangan. Namun, pelumas sebaiknya dioleskan tipis-tipis pada penis (atau kondom yang sudah terpasang) – cukup satu-dua tetes. Dengan begitu, seluruh bagian penis akan tetap terlindungi dari gesekan ketika sudah penetrasi ke dalam vagina atau anus.

Anda juga bisa menggunakan pelumas pada jari, sex toys, ataupun bagian tubuh lain yang ingin “dijelajahi”. Jika pelumas yang dituang ke penis terlalu banyak, lap perlahan dengan handuk atau tisu untuk menyingkirkan kelebihannya. Ingat, meski niatnya ingin memperlancar penetrasi tapi jangan menggunakan pelumas sampai basah kuyup. Salah-salah, penis Anda bisa tergelincir karena terlalu licin dan akhirnya cedera.

Meski begitu, pelumas berbahan dasar air biasanya lebih cepat kering dan menguap. Jadi, Anda harus sering-sering mengoleskannya lagi kalau sesi bercinta Anda dan pasangan masih jalan terus.

pelumas untuk seks

Ada beberapa risiko juga yang bisa didapat karena pakai pelumas

Pelumas atau lubrikan seks memang bermanfaat untuk mencegah rasa sakit saat penetrasi seks dilakukan. Namun, bukan berarti hal itu bisa membuat Anda terbebas dari risiko yang lain. Pasalnya, jika Anda dan pasangan bercinta tanpa kondom, pelumas tak akan mampu membunuh virus atau bakteri yang hidup di area kemaluan. Maka, Anda tetap berisiko tertular penyakit kelamin seperti klamidia, gonore, dan HIV jika berhubungan seks tidak memakai kondom.

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pelumas mengandung banyak bahan kimia. Pada orang-orang yang sensitif, paparan zat kimia ini, terutama di area penis dan vagina, dapat menimbulkan iritasi kulit. Biasanya gejala yang muncul adalah area kemaluan jadi kemerahan, terasa panas seperti terbakar, bengkak, atau terasa gatal. Zat kimia dalam pelumas juga dapat mengganggu keseimbangan pH vagina dan meningkatkan risiko infeksi bakteri maupun jamur vagina.

Kuncinya hanya satu: pakai pelumas untuk hubungan intim hanya secukupnya saja.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lube shopping guide types https://www.healthline.com/health/healthy-sex/lube-shopping-guide-types Diakses pada 23 November 2017.

Lube up for better lovin’ https://www.webmd.com/sex-relationships/features/lube-up-for-better-lovin#1 Diakses pada 23 November 2017.

Everything You Need to Know About Lubricants. http://www.womansday.com/relationships/sex-tips/advice/a4616/everything-you-need-to-know-about-lubricants-101625/ Diakses pada 23 November 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x