Setiap hari Anda menghasilkan jutaan sel kulit mati. Bila tidak dibersihkan, penumpukan sel kulit mati bisa menimbulkan masalah. Kenali masalah yang muncul di wajah dan cara mengatasinya.
Setiap hari Anda menghasilkan jutaan sel kulit mati. Bila tidak dibersihkan, penumpukan sel kulit mati bisa menimbulkan masalah. Kenali masalah yang muncul di wajah dan cara mengatasinya.

Sel kulit mati adalah sel-sel kulit yang mengelupas dari tubuh yang nantinya akan digantikan dengan sel-sel kulit baru.
Kulit manusia secara alami membuang lapisan kulit terluar beberapa waktu sekali. Proses ini menghasilkan sel-sel kulit mati.
Tubuh kita melepaskan antara 30.000 – 40.000 sel kulit per hari. Pergantian sel normal terjadi setiap 30 hari.
Pergantian sel kulit baru dan pengelupasan sel kulit mati disebut dengan deskuamasi. Namun, terkadang sel kulit tidak mengelupas secara normal.
Menurut American Academy of Dermatology Association, sel kulit mati membentuk 18 – 23 lapisan pertama kulit Anda.
Seiring bertambahnya usia, pengelupasan kulit menjadi semakin melambat sehingga bisa membuat kulit Anda menjadi kering, bersisik, dan gatal.
Ketika ini terjadi, sel-sel kulit mati dapat menumpuk di permukaan kulit. Akibatnya, kulit tampak kusam dan bersisik.
Anda dapat mengatasi kondisi ini dengan melakukan eksfoliasi. Perawatan ini mempercepat proses pengelupasan dan menjaga kesehatan kulit.

Ketika sel-sel kulit ini tidak mengelupas sebagaimana mestinya, Anda bisa mengalami ciri-ciri sel kulit mati pada wajah seperti kulit kusam, kulit kering, dan jerawat.
Berikut ini penjelasan masalah kulit yang timbul karena penumpukan sel kulit mati.
Kulit kusam adalah kulit yang tidak mendapatkan kelembapan yang cukup, sehingga penampilannya tertutup dengan kulit yang lebih gelap.
Selain itu, penumpukan sel kulit akan menyebabkan kulit Anda terlihat gelap dan kusam.
Warna gelap pada kulit kusam berbeda dari warna kulit gelap alami. Orang dengan warna kulit gelap mempunyai lebih banyak pigmen melanin (zat pewarna kulit) pada kulitnya.
Kulit gelap tetap dapat terlihat cerah asalkan kondisinya cukup lembap dan sehat. Sementara itu, kulit kusam terlihat tidak rata dan tidak cerah.
Kulit kering merupakan masalah kulit yang terjadi saat lapisan kulit paling atas (epidermis) tidak memperoleh kelembapan yang cukup.
Akibatnya, kulit menjadi terlihat kasar, bersisik, mengelupas, bahkan pecah-pecah.
Kulit yang kering akibat penumpukan kulit mati membuat penyerapan produk skincare menjadi tidak maksimal.
Masalah kulit ini salah satunya disebabkan oleh hormon androgen yang aktif ketika periode remaja dan dewasa.
Sensitivitas hormon menyebabkan kelenjar minyak terlalu aktif. Akibatnya, produksi minyak wajah menjadi berlebihan.
Minyak berlebih bisa membuat kumpulan sel kulit mati yang seharusnya lepas dari lapisan kulit malah terperangkap di pori-pori.
Hal tersebut membuat kulit mati dan minyak menyumbat pori-pori. Penyumbatan ini akan berkembang menjadi peradangan dan menyebabkan jerawat.
Agar lebih efektif menghilangkan masalah akibat sel kulit mati, perhatikan cara perawatan di bawah ini.
Bila Anda memiliki kulit kering dan sensitif, pilih produk perawatan dengan kadar asam salisilat atau asam glikolat yang ringan.
Bila jenis kulit lebih berminyak, pilih produk perawatan dengan kadar asam salisilatnya lebih besar, sekitar dua persen.
Hindari produk yang mengandung retinoid, retinol, atau benzoyl peroxide yang bisa mengurangi kelembapan kulit dan menyebabkan kulit kering berjerawat.
Pastikan untuk selalu membersihkan scrub atau sikat sebelum dan sesudah pemakaian. Begitu juga dengan kebersihan handuk yang Anda gunakan.

Seberapa sering Anda melakukan eksfoliasi harus disesuaikan dengan jenis kulit. Normalnya, eksfoliasi dilakukan setiap dua kali seminggu.
Berikut seberapa sering Anda melakukan eksfoliasi harus disesuaikan dengan kondisi kulit.
Bila Anda melakukan eksfoliasi dengan prosedur mikrodermabrasi, eksfoliasi bisa dilakukan beberapa kali dalam beberapa minggu.
Namun, Anda harus menghindari eksfoliasi jika mengalami kulit berjerawat yang meradang.
Eksfoliasi adalah salah satu perawatan yang baik untuk kulit. Ada dua cara melakukan eksfoliasi.
Pertama, secara fisik dengan sikat atau scrub untuk mengangkat sel kulit mati.
Cara kedua yaitu dilakukan secara kimia dengan mengoleskan produk yang mengandung asam yang mampu melarutkan sel-sel kulit mati.
Selain mempercepat proses pengelupasan kulit, eksfoliasi memberikan manfaat lain.
Kulit menjadi lebih cerah karena penumpukan sel kulit sudah dibersihkan dan aliran darah pada wajah menjadi lebih lancar.
Untuk itu, eksfoliasi bisa menjadi perawatan untuk memulihkan kulit yang berjerawat dan kulit belang akibat paparan sinar matahari.
Anda juga perlu memahami kondisi dan tipe kulit serta pertimbangan kandungan produk yang tepat untuk kulit Anda.
Mencuci muka merupakan hal penting yang perlu dilakukan untuk perawatan kulit berjerawat. Kebiasaan ini harus dilakukan sebanyak dua kali sehari.
Usahakan untuk memakai produk pencuci wajah yang lembut. Perhatikan pula cara dan berapa lama Anda mencuci muka karena hal tersebut dapat memengaruhi kesehatan kulit wajah.
Sebagai contoh, salah satu mitos jerawat yang harus diluruskan ialah menggosok kulit berjerawat.
Banyak orang menganggap menggosok wajah merupakan cara cepat menghilangkan kulit berjerawat. Padahal, hal ini dapat memperburuk kondisi jerawat.
Alih-alih cepat sembuh, kebiasaan tersebut merusak pelindung lapisan kulit terluar.
Menggunakan tabir surya memberikan perlindungan pada kulit saat Anda melakukan aktivitas di luar ruangan.
Pemakaian tabir surya menjadi sangat penting. Bukan pilihan, tapi sebuah keharusan.
Mengapa? Krim ini mencegah kulit Anda terbakar dan meradang akibat sinar matahari yang mengenai kulit Anda.
Selain itu, untuk menghindari efek sinar UVA dan UVB pada kulit. Jadi, jangan sampai Anda melupakan krim tabir surya saat keluar rumah.
Jangan lupa juga untuk menggunakan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit agar tidak kering.
Sesuaikan pelembap dengan tipe kulit. Hindari produk yang menyebabkan pori tersumbat atau iritasi.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Purnamawati, S., Indrastuti, N., Danarti, R., & Saefudin, T. (2017). The Role of Moisturizers in Addressing Various Kinds of Dermatitis: A Review. Clinical medicine & research, 15(3-4), 75–87. https://doi.org/10.3121/cmr.2017.1363
Acne. (2025). Cleveland Clinic. Retrieved 15 April 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12233-acne
Acne – diagnosis and treatment. (2025). Mayo Clinic. Retrieved 15 April 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acne/diagnosis-treatment/drc-20368048
Dry skin: Diagnosis and treatment. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 15 April 2025 from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/dry-skin-treatment#treatment
Dry skin – Symptoms and causes. (2024). Mayo Clinic. Retrieved 15 April 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-skin/symptoms-causes/syc-20353885
BASIC SKIN CARE. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 15 April 2025, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/care
HOW TO SAFELY EXFOLIATE AT HOME. (n.d.). American Academy of Dermatology Association. Retrieved 15 April 2025, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/safely-exfoliate-at-home
Peeling Skin. (2024). Cleveland Clinic. Retrieved 15 April 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17832-peeling-skin
Versi Terbaru
29/04/2025
Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)