home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Hal yang Perlu Anda Lakukan Saat Mencapai Umur 40 Tahun

7 Hal yang Perlu Anda Lakukan Saat Mencapai Umur 40 Tahun

Di umur 40 tahun, Anda harus mulai bersiap-siap menghadapi banyak masalah kesehatan. Menurut para ahli, ulang tahun ke-40 menjadi waktu yang tepat untuk memenuhi kebutuhan kesehatan Anda.

Mudah untuk mengesampingkan kesehatan, terutama jika Anda disibukkan dengan pekerjaan dan keluarga. Namun, umur 40 tahun adalah waktu untuk mengevaluasi kesehatan Anda, dan untuk menyusun rencana jangka panjang.

Memasuki umur 40 tahun, saatnya mulai melakukan hal-hal ini demi kesehatan

1. Waspada terhadap perubahan di penglihatan Anda

Di umur 40 tahun, penglihatan dapat mulai memburuk. Jadi, rutinlah periksakan mata Anda. Anda harus bisa membaca tulisan yang tercetak pada label obat, dan berbagai label lainnya. Jika Anda tidak memiliki kacamata membaca dan tidak bisa membaca tulisan yang tercetak, Anda bisa melewatkan informasi yang penting.

Penyebab utama kebutaan pada lansia adalah kondisi yang disebut degenerasi makula. Gangguan ini memengaruhi 9,1 juta orang di atas usia 40 tahun. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan alat elektronik seperti HP dan laptop

Terlalu banyak paparan sinar matahari bisa meningkatkan katarak, jadi kacamata hitam adalah salah satu cara memperlambat timbulnya katarak. Pastikan kacamata tersebut memiliki perlindungan UVA dan UVB.

2. Cari tahu berapa “angka” Anda

Umur 40 tahun merupakan waktu yang baik untuk memeriksa angka tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah, dan berat badan. Anda perlu mengetahui berapa kadar kolesterol Anda dan jika belum pernah memeriksakannya sebelum usia 40 tahun, maka Anda harus melakukannya sekarang.

Mengetahui angka-angka ini akan membantu Anda dan dokter mengidentifikasi faktor risiko penyakit apa dan bagaimana cara mengatasinya atau mengontrolnya

3. Tingkatkan massa otot

Di mulai dari usia 40 tahun, orang kehilangan sekitar 1 persen dari massa otot per tahunnya.

Maka dari itu, Anda bisa mendapatkan manfaat dari mengombinasikan latihan beban, bersama dengan latihan kardiovaskular, ke dalam program aktivitas fisik mingguan Anda. Seiring bertambahnya usia, Anda juga menjadi kurang fleksibel. Anda bisa menambahkan Yoga atau Pilates ke dalam latihan harian Anda, yang akan membantu meningkatkan fleksibilitas, kekuatan pusat tubuh, keseimbangan, dan rentang gerak.

4. Makan lebih banyak serat

Hari-hari makan dengan lahap tanpa mengalami kenaikan berat badan telah berakhir. Seiring melambatnya metabolisme Anda di sekitar usia 40 tahun, mengurangi konsumsi kalori bisa meningkatkan kesehatan. Namun, Anda juga harus memastikan bahwa Anda mendapatkan serat dan cairan yang mencukupi.

5. Periksakan tiroid

Jika Anda merasa sering kelelahan, bertambah berat badan tanpa sebab, dan rambut serta kulit Anda telah kehilangan kilaunya, silakan pertimbangkan untuk memeriksakan tiroid Anda. Kelenjar leher ini membantu mengendalikan tingkat energi dan mengatur hormon, dan usia 40 merupakan waktu yang tepat untuk mulai memeriksakan diri.

6. Hindari cedera dan nyeri sendi

Seiring bertambahnya usia, Anda cenderung untuk menjadi kaku di tendon dan otot, yang meningkatkan risiko cedera. Olahraga bisa membantu memperkuat otot di sekitar sendi dan mengurangi risiko cedera. Olahraga juga bisa membantu mengurangi nyeri sendi. Namun perlu diperhatikan untuk selektif memilih jenis olahraga yang memiliki risiko cedera rendah

7. Jaga kesehatan tulang

Seiring bertambahnya usia, Anda menjadi lebih rentan terhadap kerapuhan tulang, atau osteoporosis. Untuk menjaga kepadatan tulang, penting untuk melakukan latihan beban dan daya tahan.

Meskipun latihan beban biasanya telah mencakup mesin angkat beban, Anda bisa menambahkan latihan beban fungsional yang lebih melibatkan seluruh tubuh—menggunakan beban atau band resistensi. Squats, lunges, shoulder presses, dan bicep curls merupakan beberapa contohnya. Latihan ini meniru gerakan-gerakan yang dilakukan di kehidupan nyata, seperti mengangkat dus atau menaiki tangga.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

 

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.


Foto Penulis
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi pada 30/07/2017
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x