home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menginjak Usia 40 Tahun, Sebaiknya Ubah Pola Makan Anda!

Menginjak Usia 40 Tahun, Sebaiknya Ubah Pola Makan Anda!

Saat usia bertambah, kemampuan tubuh pun secara beriringan akan berubah. Meski tidak terlihat, fungsi sistem di dalam tubuh perlahan-lahan akan mengalami penurunan. Oleh karena itu, Anda perlu strategi khusus agar tubuh tetap sehat dan bugar terutama saat memasuki usia 40 tahun. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh di usia ini ialah dengan menjaga pola makan. Tidak perlu bingung, dalam artikel ini saya akan mengulas pola makan yang bisa Anda jalani saat berusia 40 tahun.

Kondisi tubuh saat memasuki usia 40 tahun

hipervolemia adalah tubuh kelebihan volume cairan

Tidak bisa dipungkiri memasuki usia 40 tahun tubuh mulai menunjukkan berbagai tanda-tanda penuaan. Tanda-tanda ini tak hanya terjadi di bagian fisik yang terlihat, tetapi juga di dalam tubuh secara keseluruhan.

Di usia ini, biasanya banyak orang yang mengalami kesulitan untuk menurunkan berat badannya. Sehingga orang yang tidak menjaga pola makannya cenderung mudah gemuk bahkan mengalami obesitas. Hal ini karena metabolisme tubuh mulai menurun. Maka, turun berat badan tidak semudah saat Anda berusia 20-an.

Akibatnya, Anda berisiko mengalami berbagai penyakit seperti kolesterol, diabetes, perlemakan hati, hingga asam urat. Selain itu, risiko kanker pun meningkat terlebih jika Anda memiliki riwayat keluarga yang memiliki kanker. Bahkan, kesehatan mata pun semakin menurun sehingga Anda berisiko terkena glaukoma, katarak, hingga degenerasi makula.

Oleh karena itu, Anda perlu mulai menerapkan gaya hidup sehat dengan makan lebih banyak sayur dan buah. Selain itu, Anda juga perlu banyak makan makanan yang kaya kalsium, vitamin D, dan juga magnesium karena kepadatan tulang mulai menurun dan risiko terjadinya patah tulang pun meningkat.

Pola makan seperti apa yang dianjurkan agar tetap sehat?

makanan rendah kalori

Agar tubuh tetap sehat di tengah penuaan yang terjadi, Anda membutuhkan pola makan teratur. Yaitu dengan memerhatikan jenis, jumlah, jadwal, dan cara memasak yang benar. Berikut uraiannya.

Jenis makanan

Jenis makanan yang dikonsumsi mengacu pada prinsip gizi seimbang, yaitu yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral setiap harinya. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama yang diperlukan tubuh. Protein membantu menjaga massa otot yang mulai menghilang. Lemak berfungsi untuk menjaga suhu tubuh sekaligus cadangan energi. Sementara vitamin dan mineral membantu tubuh untuk dapat menjalankan fungsinya setiap hari.

Selain itu, jangan lupa untuk menambahkan serat dan antioksidan dengan makan cukup buah dan sayur setiap hari. Anda juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 untuk menjaga kesehatan sel, mencegah nyeri sendi, dan meningkatkan kekebalan tubuh. Telur, minyak ikan kod, ikan salmon, dan kacang almond menjadi sumber asam lemak omega yang baik untuk kesehatan.

Apalagi untuk perempuan, usahakan untuk mencukupi vitamin D dan kalsium karena perempuan lebih rentan terkena osteoporosis di usia 40 tahun ke atas. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan minum minimal 8 hingga 10 gelas per harinya untuk melancarkan pencernaan dan sirkulasi darah.

Jumlah makanan

Untuk jumlah makanannya sendiri saya sarankan untuk mengonsumsinya dengan porsi kecil setiap kali makan. Menurunkan kalori saat makan membantu mencegah risiko obesitas akibat metabolisme yang mulai melambat.

Jadwal makan

Anda disarankan untuk makan setiap 3 sampai 4 jam sekali setiap hari. Ini terdiri dari tiga kali makan utama, dan dua kali makan makanan ringan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mencegah makan dengan kalap. Selain itu, usahakan untuk tidak melewatkan waktu makan, misalnya sengaja tidak makan pagi atau malam.

Cara memasak

Saat memasak, usahakan untuk membatasi gula, garam, dan minyak. Pasalnya, jika terlalu banyak Anda berisiko terkena berbagai penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol, dan obesitas.

Pantangan makanan yang sebaiknya dibatasi

makanan tidak sehat untuk jantung

Selain ada jenis makanan yang dianjurkan, Anda juga perlu mengetahui kelompok makanan yang sebaiknya dibatasi dan dihindari, seperti:

  • Makanan tinggi lemak karena dapat menaikkan kolesterol dan berat badan.
  • Makanan tinggi gula karena dapat meningkatkan berat badan dan resistensi insulin.
  • Makanan tinggi garam karena menaikkan risiko hipertensi.
  • Makanan tinggi kalori tetapi minim zat gizi seperti soda, sirup, kerupuk, dan juga junk food.
  • Kafein dan alkohol karena bisa menyebabkan insomnia, kelelahan, hingga gangguan metabolisme.

Tetap sehat di usia 40 tahun ke atas tak hanya cukup dengan makanan. Anda juga perlu mengombinasikannya dengan melakukan olahraga secara teratur dan mengusahakan untuk tidur yang cukup, yakni sekitar tujuh jam per hari agar tubuh tetap sehat meski tubuh mengalami penuaan.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK. Diperbarui 22/04/2021
x