home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Membedakan Mual Biasa Dengan Hiperemesis Gravidarum Saat Hamil

Membedakan Mual Biasa Dengan Hiperemesis Gravidarum Saat Hamil

Mual dan muntah merupakan hal wajar yang sering terjadi pada wanita hamil. Namun, perlu Anda ketahui ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu morning sickness atau hiperemesis gravidarum. Keduanya sekilas memiliki gejala yang sama, namun pada kenyataannya berbeda. Apakah perbedaannya? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Sekilas mengenai morning sickness dan hiperemesis gravidarum

Menurut Healthline, pada masa awal kehamilan, 85 persen wanita mengalami gejala mual bahkan disertai muntah. Gejala ini sering disebut dengan morning sickness (EG). Hal ini dianggap wajar. Namun, bila morning sickness terjadi lebih parah dan lebih lama maka ini disebut hiperemesis gravidarum (HG).

Perbedaan gejala morning sickness dan hiperemesis gravidarum

Bagi ibu hamil, penting untuk mengetahui gejala keduanya agar gejalanya dapat diatasi. Berikut perbedaan gejala morning sickness dan hipermeresis gravidarum.

1. Mual dan muntah

Walau keduanya mengalami gejala mual, tingkat keparahannya berbeda. Pada ibu hamil yang terkena morning sickness, rasa mual mungkin jarang terjadi dan tidak akan menganggu selera makan.

Namun, pada ibu hamil yang terkena hiperemesis gravidarum, rasa mual konstan terjadi sehingga menganggu selera makan dan minum. Hal ini dapat mengakibatkan tubuh ibu hamil kekurangan cairan (dehidrasi). Bahkan, jika tidak segera diobati dapat menyebabkan muntah darah.

2. Berat badan berkurang

Pada morning sickness biasa, beberapa ibu hamil memang bisa saja mengalami penurunan berat badan. Namun, penurunan ini tidak begitu berarti atau bisa naik lagi dengan cepat.

Sedangkan pada ibu dengan hiperemesis gravidarum, Anda justru bisa kehilangan sekitar 5 persen dari berat badan normal Anda sebelum hamil. Perhatikan juga kalau Anda kehilangan sekitar 2,5 sampai 10 kilogram (atau lebih). Kemungkinan besar Anda mengalami kondisi hiperemesis gravidarum.

3. Waktu muncul dan berakhirnya gejala

Ibu yang hamil akan merasakan morning sickness pada awal kehamilan dan hilang sendiri pada bulan ke-3 atau k-4. Namun, pada ibu hamil yang terkena hipermeresis gravidarum, biasanya gejala baru akan muncul pada bulan ke-6 kehamilan dan terus terjadi sepanjang masa kehamilan.

4. Kondisi tubuh

Ibu hamil yang terkena morning sickness masih bisa melakukan aktivitas walaupun tidak normal seperti biasanya. Namun, sebagian besar ibu yang terkena hipermeresis gravidarum tidak akan dapat melakukan aktivitas karena tubuhnya semakin melemah.

mual saat hamil

Apakah morning sickness dan hipermeresis gravidarum dapat dicegah?

Sampai saat ini, baik morning sickness maupun hipermeresis gravidarum tidak dapat dicegah karena penyebab pastinya belum diketahui. Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi bila gejala dari keduanya muncul.

Bagaimana mengatasi morning sickness dan hipermeresis gravidarum?

Mengatasi morning sickness bisa dilakukan dengan meminta saran dari dokter atau melakukan perawatan di rumah. Ibu hamil yang terkena morning sickness lebih baik untuk memperbanyak beristirahat, mengonsumsi makanan yang sehat gizi dan jangan membiarkan perut kosong. Kemudian, jauhi pemicu yang bisa menyebabkan rasa mual itu muncul.

Untuk pengobatan hipermeresis gravidarum tergantung tingkat keparahan yang dialami. Biasanya dokter akan merekomendasikan metode pencegahan mual alami dengan vitamin B6 atau jahe.

Cobalah mengonsumsi makanan dalam porsi lebih kecil, lebih sering, dan makanan kering seperti biskuit. Anda harus minum banyak cairan agar tetap terhidrasi. Namun bila sudah kritis, ibu tersebut harus menjalani rawat inap supaya tidak kehilangan banyak cairan dan membahayakan bayi yang dikandungnya.

health-tool-icon

Kalkulator Hari Perkiraan Lahir-Hello Sehat

Gunakan kalkulator ini untuk menghitung hari perkiraan lahir (HPL) Anda. Ini hanyalah prediksi, bukan sebuah jaminan pasti. Pada umumnya, hari melahirkan sebenarnya akan maju atau mundur seminggu dari HPL.

Metode kalkulasi

Durasi siklus haid

28 hari

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hipermeresis Gravidarum. https://www.healthline.com/health/hyperemesis-gravidarum#overview1. Diakses pada 17 November 2017.

The Differences Between Morning Sickness and Hyperemesis Gravidarum. http://www.helpher.org/blog/the-differences-between-morning-sickness-and-hyperemesis-gravidarum/. Diakses pada 17 November 2017.

Morning sickness: Treatments, prevention, and when it starts. https://www.medicalnewstoday.com/articles/179633.php. Diakses pada 17 November 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 22/11/2017
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
x