Lupus

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu penyakit lupus?

Penyakit lupus adalah penyakit kronis (jangka panjang) yang dapat menyebabkan peradangan dan sakit di bagian tubuh mana pun. Penyakit ini termasuk autoimun, yang berarti sistem imun (antibodi) Anda, sistem tubuh yang biasanya melawan infeksi, justru menyerang jaringan sehat.

Akibatnya, penyakit inflamasi kronis ini dapat menyerang banyak sistem tubuh yang berbeda, termasuk sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru. Kronis berarti tanda-tanda dan gejalanya cenderung bertahan lebih lama dari enam minggu, dan sering kali bertahan selama bertahun-tahun.

Lupus adalah penyakit tidak menular, bahkan tidak akan menular melalui hubungan seksual. Beberapa orang terlahir dengan kecenderungan untuk terkena lupus, yang mungkin bisa dipicu oleh infeksi, obat-obatan tertentu, dan bahkan sinar matahari.

Seberapa umumkah penyakit lupus?

Kondisi lupus adalah umum terjadi. Lupus umumnya lebih banyak menyerang wanita (usia 14-45 tahun) daripada pria. Lupus dapat terjadi pada pasien usia berapa pun. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala penyakit lupus?

Tidak ada dua jenis penyakit lupus yang identik. Tanda dan gejala mungkin akan muncul tiba-tiba atau berkembang dengan lambat,  mungkin bisa ringan atau parah, sementara, atau permanen. 

Kebanyakan orang dengan lupus memiliki penyakit ringan yang ditandai dengan episode-disebut flare-ketika tanda dan gejala memburuk untuk sementara waktu, kemudian membaik atau bahkan hilang sama sekali untuk sementara waktu.  

Tanda dan gejala penyakit lupus yang Anda alami akan tergantung dengan sistem tubuh yang mana yang diserang. Namun secara umum, tanda dan gejala penyakit lupus adalah:

  • Sendi linu dan bengkak
  • Nyeri otot
  • Demam tanpa alasan
  • Kelelahan ekstrem dalam waktu yang lama
  • Kulit beruam
  • Dada sakit saat bernapas dengan dalam
  • Jari tangan atau kaki pucat atau ungu karena pilek atau stres
  • Sensitivitas terhadap matahari
  • Pembengkakan di kaki atau sekitar mata
  • Kurap mulut
  • Kelenjar bengkak
  • Nyeri dada saat menghirup napas dalam
  • Rambut rontok.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika mengalami ruam yang tidak dapat dijelaskan, demam yang berkepanjangan, pegal linu atau kelelahan yang membandel.

Penyebab

Apa penyebab penyakit lupus?

Penyebab lupus tidaklah diketahui. Kemungkinan lupus diakibatkan dari kombinasi genetik dan lingkungan. Orang dengan gen warisan bisa terkena lupus karena beberapa pemicu di lingkungan seperti matahari, infeksi, penggunaan obat-obatan anti kejang, obat-obatan tekanan darah dan antibiotik.

Ada beberapa jenis lupus:

  • Lupus eritematosus sistemik (SLE) adalah jenis yang paling umum. SLE bisa ringan atau parah, dan mengenai banyak bagian tubuh.
  • Lupus diskoid menyebabkan ruam merah yang tidak hilang.
  • Lupus kulit sub-akut menyebabkan luka bintik atau keropeng setelah berada di bawah sinar matahari.
  • Lupus yang terpicu obat disebabkan oleh beberapa obat tertentu. Lupus ini biasanya hilang setelah Anda berhenti menggunakan obat tersebut.
  • Lupus neonatal, yang langka, mengenai bayi yang baru lahir. Lupus ini kemungkinan disebabkan oleh antibodi tertentu dari sang ibu.

Tampaknya orang dengan kecenderungan bawaan untuk lupus dapat terserang penyakit ketika mereka bersentuhan dengan sesuatu di lingkungan yang dapat memicu lupus. Penyebab lupus dalam banyak kasus, bagaimanapun, tidak diketahui. Beberapa pemicu potensial penyakit lupus adalah:

  • Cahaya matahari

Paparan cahaya matahari mungkin dapat menyebabkan lesi kulit lupus atau memicu respon internal pada orang yang rentan. 

  • Infeksi

Mengalami infeksi dapat menginisasi lupus atau menyebabkan kambuh pada beberapa orang. 

  • Obat-obatan

Lupus dapat dipicu oleh beberapa jenis obat tekanan darah, obat anti-kejang, dan antibiotik. Orang yang mengidap lupus yang diinduksi obat biasanya menjadi lebih baik ketika mereka berhenti minum obat. 

Namun terkadang, gejala dapat bertahan meski obat telah berhenti dikonsumsi. 

Apakah penyakit lupus menular?

Lupus bukan penyakit menular. Menular berarti penyakit tersebut dapat menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Contoh penyakit menular adalah flu. 

Penyebab persis lupus cukup rumit. Bukannya “menangkap” penyakit dari seseorang, penyakit tersebut dipercaya dipicu dengan berbagai faktor, termasuk:

  • Lingkungan
  • Hormon
  • Genetik

Jadi, meskipun terkadang orang dengan riwayat keluarga pengidap lupus punya risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit itu, mereka tidak “menangkap”-nya dari orang lain. Faktanya, Anda mungkin saja punya anggota keluarga pengidap penyakit lupus, tapi tidak pernah terkena atau tertular.  

Apa yang meningkatkan risiko penyakit lupus?

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena lupus, seperti:

  • Jenis kelamin. Lupus lebih sering terjadi pada wanita.
  • Usia. Meskipun lupus mengenai orang dari segala usia, penyakit ini paling sering didiagnosis antara usia 15 sampai 40.
  • Ras. Lupus lebih sering terjadi pada ras Afrika, Hispanik, dan Asia.

Diagnosis

Bagaimana penyakit lupus didiagnosis?

Sulit untuk mendiagnosis penyakit lupus karena tanda-tanda dan gejala lupus dapat bervariasi dari waktu ke waktu dan tumpang tindih dengan banyak gangguan lainnya. Tanda dan gejala lupus juga mirip dengan berbagai kondisi lainnya, sehingga butuh waktu untuk melakukan diagnosis. 

Saat Anda didiagnosis penyakit lupus, Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin, seperti tes darah untuk anemia atau tes urin untuk masalah ginjal, yang mungkin dapat disebabkan oleh lupus. Tes untuk mendiagnosis lupus adalah;

Tes darah dan urin

Penyakit ini memerlukan kombinasi tanda-tanda dan gejala dan tes lain untuk memastikan diagnosis. Tes darah dan urin untuk mendiagnosis penyakit lupus adalah:

Tes darah lengkap

Tes ini mengukur jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit serta jumlah hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah. 

Hasil pemeriksaan ini mungkin mengindikasikan Anda mengidap anemia, yang umumnya muncul bersama lupus. Sel darah putih atau jumlah trombosit yang rendah dapat terjadi pada lupus juga. 

Tingkat sedimentasi eritrosit

Tes darah ini menentukan tingkat di mana sel-sel darah merah mengendap di dasar tabung dalam satu jam. Tingkat yang lebih cepat dari biasanya mungkin mengindikasikan penyakit sistemik, seperti lupus. 

Tingkat sedimentasi tidak spesifik untuk satu penyakit. Ini mungkin meningkat jika Anda memiliki lupus, infeksi, kondisi peradangan lain, atau kanker. 

Penilaian ginjal dan hati

Tes darah bisa menilai bagaimana fungsi ginjal dan hati Anda. Lupus bisa memengaruhi organ-organ ini. 

Urinalisis

Pemeriksaan sampel urin Anda mungkin menunjukkan peningkatan kadar protein atau sel darah merah dalam urin, yang dapat terjadi jika lupus menyerang ginjal Anda. 

Tes antibodi antinuklear (ANA)

Tes positif untuk keberadaan antibodi ini menunjukkan sistem kekebalan yang distimulasi. Sementara kebanyakan orang dengan lupus memiliki tes ANA positif, kebanyakan orang dengan hasil tes ANA positif tidak memiliki penyakit lupus.

Jika hasil tes ANA Anda positif, dokter mungkin akan menyarankan Anda melakukan tes antibodi yang lebih spesifik.  

Tes pencitraan

Jika dokter menduga penyakit lupus menyerang paru-paru, dia akan menyarankan Anda melakukan:

  • X-ray dada

Sebuah gambar dari dada Anda mungkin akan menunjukkan bayangan abnormal yang menunjukkan cairan atau peradangan di paru-paru Anda. 

  • Echocardiagram

Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suraya untuk memproduksi gambar real-time detak jantung Anda. Ini dapat memeriksa masalah pada katup atau bagian lain di jantung Anda. 

Biopsi

Lupus dapat menyakiti ginjal  Anda dengan cara yang berbeda-beda dan perawatan dapat beragam, tergantung jenis kerusakan yang muncul. Pada kasus tertentu, memeriksakan sampel kecil pada jantung penting dilakukan untuk menentukan perawatan apa yang paling tepat. 

Biopsi kulit kadang-kadang dilakukan untuk memastikan diagnosis lupus yang mempengaruhi kulit. 

Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Apa saja pengobatan untuk penyakit lupus?

Penyakit lupus tidak bisa disembuhkan, tapi obat-obatan dan perubahan gaya hidup dapat mengontrol penyakit tersebut. 

Orang dengan lupus seringkali perlu konsultasi ke beberapa dokter berbeda. Anda akan mempunyai dokter utama dan dokter spesialis otot. Beberapa dokter lainnya juga bisa terlibat dalam perawatan, tergantung bagian tubuh apa yang diserang lupus. 

Dokter utama Anda harus berkoordinasi dengan dokter lain untuk memastikan perawatan tepat untuk Anda. Anda dan dokter juga harus meninjau itu sesering mungkin untuk keberhasilan rencana perawatan. 

Anda harus melaporkan gejala baru ke dokter, sehingga rencana perawatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Dikutip dari Medline Plus, Tujuan perawatan penyakit lupus adalah:

  • Mencegah flare (kambuh)
  • Merawat flare ketika muncul
  • Mengurangi kerusakan organ dan masalah lainnya. 

Perawatan mungkin termasuk obat untuk:

  • Kurangi pembengkakan dan rasa sakit
  • Cegah dan kurangi flare
  • Bantu sistem kekebalan tubuh
  • Mengurangi atau mencegah kerusakan pada sendi
  • Menyeimbangkan hormon.

Selain mengonsumsi obat-obatan lupus, Anda mungkin membutuhkan obat untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan lupus, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, atau infeksi. 

Pengobatan alternatif merupakan perawatan di luar yang standar. Saat ini, tidak ada penelitian yang menunjukkan pengobatan alternatif dapat mengatasi lupus. 

Beberapa pendekatan alternatif mungkin dapat membantu Anda mengatasi atau mengurangi beberapa stres yang terkait dengan kehidupan pasien penderita penyakit kronis. Anda perlu berbicara dengan dokter sebelum mencoba perawatan alternatif apapun. 

Pengobatan lupus hanya dilakukan untuk mengatasi gejalanya. Obat-obatan yang paling sering digunakan untuk mengendalikan lupus adalah:

Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID)

NSAID yang dijual bebas, seperti naproxen sodium (Aleve) dan ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), dapat digunakan untuk mengobati nyeri, bengkak dan demam terkait lupus. NSAID yang lebih kuat selalu tersedia dengan resep.

Obat anti malaria

Obat-obatan yang umumnya digunakan untuk mengobati malaria, seperti hydroxychloroquine (Plaquenil), juga dapat membantu mengendalikan lupus. Efek samping bisa meliputi sakit perut dan, sangatlah langka, kerusakan pada retina mata.

Kortikosteroid

Prednisone dan jenis kortikosteroid lainnya dapat melawan peradangan lupus tetapi seringkali memproduksi efek samping jangka panjang yang parah. risiko efek samping meningkat dengan dosis yang lebih tinggi dan terapi yang lebih lama.

Imunosupresan

Obat yang menekan sistem kekebalan tubuh dapat membantu dalam kasus-kasus lupus yang serius. Contoh termasuk azathioprine (Imuran, Azasan), mycophenolate (CellCept), leflunomide (Arava) dan methotrexate (Trexall), belimumab (Benlysta).

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi lupus?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi lupus:

  • Kunjungi dokter secara teratur

Penting untuk secara teratur menjalani pemeriksaan daripada hanya mengunjungi dokter saat gejala Anda memburuk. 

Hal ini dapat membantu dokter Anda mencegah peradangan parah, dan dapat berguna dalam mengatasi masalah kesehatan rutin seperti stres, diet dan olahraga.

  • Jalani gaya hidup sehat 

Jalani hidup sehat, seperti berolahraga, beristirahat, mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Hindari alkohol dan merokok.

  • Lindungi diri dari matahari 

Hal ini karena Anda dapat berisiko terkena ruam atau radang saat terpapar metahari.

  • Beristirahatlah dengan cukup

Tidur cukup di malam hari dan tidur siang atau istirahat pada siang hari sesuai kebutuhan.

  • Carilah bantuan

Pertimbangkan bergabung dengan komunitas pendukung. Berbicara dengan orang lain yang pernah mengalami keadaan yang sama seringkali dapat membantu.

Bagaimana harapan hidup pengidap penyakit lupus?

Menurut Lupus Foundation of America, pragnosis penyakit lupus kini sudah lebih baik daripada dahulu. Dengan perawatan yang baik, 80%-90% orang dengan lupus dapat berharap untuk hidup normal. 

Ilmu kesehatan memang belum mengembangkan metode pengobatan lupus, dan beberapa orang meninggal dunia karena penyakit tersebut. Namun, bagi sebagian besar orang yang hidup dengan penyakit saat ini, itu tidak berakibat fatal. 

Lupus bervariasi dalam intensitas dan derajat. Beberapa orang mengidap kasus yang ringan, sementara yang lain sedang dan parah. Bagi orang dengan flare-up parah, mereka punya kemungkinan lebih besar untuk lupus yang mengancam jiwa. 

Orang dengan lupus dapat menantikan hidup normal asalkan:

  • Mengikuti instruksi dokter
  • Mengonsumsi pengobatan yang diresepkan dokter
  • Tahu kapan mencari bantuan untuk efek samping tak terduga dari penyakit mereka. 

Meskipun beberapa orang dengan lupus mengalami serangan berulang yang parah dan membutuhkan rawat inap, kebanyakan orang justru tidak memerlukan rawat inap. Terutama mereka yang mempertahankan hidup sehat. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura)

ITP (Immune Thrombocytopenic Purpura) adalah kelainan darah yang membuat Anda mudah memar akibat sistem imun keliru mengenali trombosit sebagai ancaman.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Trombosit 16 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Pentingnya Persiapkan Daya Tahan si Kecil Sebelum dan Sesudah Lahir

Ya, antibodi bayi yang baru lahir didapatkan dari sang ibu yang diberikan sejak bayi ada dalam kandungan. Lalu, kapan bayi mulai punya sistem imun sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Maria Amanda
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Daftar Makanan untuk Atasi Kekurangan Sel Darah Putih

Leukosit yang rendah bisa membuat Anda rentan kena infeksi. Makanan penambah sel darah putih bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan leukosit Anda.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Kelainan Darah, Kelainan Sel Darah Putih 8 November 2020 . Waktu baca 7 menit

Bagaimana Cara Kerja Sistem Imun Manusia?

Sistem imun adalah salah satu fungsi tubuh manusia yang amat penting. Akan tetapi, tahukah Anda bagaimana cara kerja sistem imun manusia?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Tamara Alessia
Kesehatan, Informasi Kesehatan 3 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanda radang tenggorokan

Alasan Mengapa Radang Tenggorokan Itu Tanda Sistem Imun yang Lemah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
agranulositosis adalah

Mengulik Agranulositosis, Defisiensi Sel Darah Putih yang Bisa Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
mengenal gangguan autoimun

Mengapa Penyakit Autoimun Semakin Banyak Terjadi di Indonesia?

Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit