Aspirin yang juga dikenal sebagai asam salisilat adalah obat pereda nyeri yang sering digunakan. Meskipun efektif untuk mengatasi nyeri, peradangan, dan mencegah penggumpalan darah, konsumsi aspirin secara berlebihan dapat menyebabkan keracunan.
Aspirin yang juga dikenal sebagai asam salisilat adalah obat pereda nyeri yang sering digunakan. Meskipun efektif untuk mengatasi nyeri, peradangan, dan mencegah penggumpalan darah, konsumsi aspirin secara berlebihan dapat menyebabkan keracunan.

Ketahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini dalam artikel berikut.
Keracunan aspirin adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika seseorang mengonsumsi aspirin dalam jumlah yang berlebihan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Aspirin, atau asam asetilsalisilat, adalah obat yang sering digunakan untuk mengurangi nyeri, demam, dan peradangan.
Namun, dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keracunan, yang bisa mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.
Dikutip dari MSD Manual, ada beberapa jenis keracunan aspirin yaitu meliputi hal-hal berikut ini.
Gejala keracunan aspirin dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi kondisi berikut ini.
Jika keracunan parah, gejalanya bisa meliputi pusing, demam, mengantuk, penglihatan kabur, gelisah, kebingungan, kejang, kesulitan bernapas, atau bahkan gagal ginjal.
Apabila kondisi ini berkembang secara bertahap, gejalanya bisa muncul dalam beberapa hari atau minggu dan mungkin seperti berikut ini.

Jika Anda mencurigai atau melihat seseorang mengalami keracunan aspirin, segera hubungi layanan darurat atau bawa orang tersebut ke unit gawat darurat.
Penanganan yang cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Berikut ini beberapa penanganan yang akan dilakukan tenaga medis untuk menangani kondisi ini.
Cara penanganan keracunan arang aktif umumnya melibatkan pemberian arang aktif. Umumnya, tenaga medis memberikan arang ini melalui cairan NGT (nasogastric tube), yang dipasang pada hidung dan terhubung ke lambung.
Arang aktif digunakan berkat kemampuannya menyerap bahan berbahaya, atau zat berlebihan pada tubuh, termasuk saat keracunan aspirin.
Salah satu penelitian dalam jurnal Journal of Medical Toxicology menunjukkan bahwa arang aktif dapat membantu mengurangi jumlah aspirin yang tersisa di dalam tubuh dengan menyerap aspirin di saluran pencernaan.
Natrium bikarbonat adalah basa yang dapat menetralkan asam di dalam tubuh. Aspirin bersifat asam, dan penambahan natrium bikarbonat dapat membantu menetralkan asam ini.
Natrium bikarbonat juga meningkatkan pH urine. Dengan begitu, aspirin lebih mudah dikeluarkan tubuh melalui urine.
Natrium bikarbonat biasanya diberikan dalam bentuk larutan infus. Dosis dan kecepatan infus akan disesuaikan berdasarkan kondisi pasien dan respons terhadap pengobatan.
Cairan IV membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang ketika mengalami diare karena keracunan dan mencegah dehidrasi.
Hidrasi yang cukup mendukung fungsi organ dan membantu tubuh mengatasi efek samping keracunan.
Cairan IV meningkatkan aliran darah ke ginjal. Hal ini membantu ginjal berfungsi dengan baik dalam memproses dan mengeluarkan zat berbahaya dari tubuh.
Dalam kasus yang sangat parah, dialisis (cuci darah) mungkin diperlukan saat menangani keracunan aspirin.
Dialisis merupakan prosedur medis yang digunakan untuk membersihkan darah dari zat berbahaya dan limbah yang tidak dapat dikeluarkan secara normal oleh ginjal.
Prosedur ini biasanya dipertimbangkan jika keracunan telah menyebabkan gagal ginjal atau mengganggu fungsi ginjal secara signifikan.
Pasien yang mengalami keracunan aspirin akan diawasi secara ketat untuk memastikan penanganan yang efektif dan aman.
Kadar aspirin akan dipantau secara rutin untuk menilai seberapa cepat obat ini dikeluarkan dari tubuh dan untuk menyesuaikan terapi jika diperlukan.
Fungsi ginjal dan fungsi pernapasan juga akan diperiksa secara berkala untuk memastikan organ berfungsi dengan baik dan tidak mengalami kerusakan.
Jika ada komplikasi seperti kejang, gagal ginjal, atau pembengkakan otak, pengobatan akan difokuskan pada penanganan gejala-gejala ini.
Pasien yang mengalami kejang mungkin memerlukan obat antikonvulsan seperti fenitoin, asam valproat untuk mengendalikan aktivitas listrik yang tidak normal di otak.
Steroid seperti deksametason mungkin diberikan untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan di otak.
Demikian informasi tentang keracunan aspirin. Untuk mencegah kondisi ini, sebaiknya ikuti petunjuk dokter sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri ini.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Aspirin Poisoning – Aspirin Poisoning. (n.d.). Retrieved 27 August 2024, from https://www.msdmanuals.com/home/injuries-and-poisoning/poisoning/aspirin-poisoning#Diagnosis_v828403
Aspirin Overdose: Symptoms, Diagnosis, Emergency Treatment. (2024). Retrieved 27 August 2024, from https://www.drugs.com/medical-answers/aspirin-overdose-symptoms-diagnosis-emergency-3558001/
Isoardi, K. Z., Henry, C., Harris, K., & Isbister, G. K. (2022). Activated Charcoal and Bicarbonate for Aspirin Toxicity: a Retrospective Series. Journal of medical toxicology : official journal of the American College of Medical Toxicology, 18(1), 30–37. https://doi.org/10.1007/s13181-021-00865-0
Runde, T. J. (2023). Salicylates Toxicity. Retrieved 27 August 2024, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499879/
Philadelphia, T. C. H. of. (n.d.). Aspirin poisoning: quick treatment tips. Retrieved 27 August 2024, from https://www.chop.edu/centers-programs/poison-control-center/aspirin-poisoning-quick-treatment-tips
Aspirin overdose. (n.d.). Retrieved 27 August 2024, from https://www.mountsinai.org/health-library/poison/aspirin-overdose
Versi Terbaru
20/09/2024
Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Edria