home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Penyebab Sakit Kepala Sampai ke Belakang Mata?

Apa Penyebab Sakit Kepala Sampai ke Belakang Mata?

Hampir semua orang pernah mengalami sakit kepala. Namun, sakit kepala dengan rasa sakit nyut-nyutan dari kepala yang terasa sampai ke bagian belakang mata, kemungkinan akan mengganggu aktivitas. Lantas, apa saja kemungkinan penyebabnya? Kapan harus pergi ke dokter?

Penyebab sakit kepala sampai ke belakang mata

Sakit kepala yang umum Anda rasakan biasanya berkisar dari area pelipis, dahi, pangkal leher, dan bahkan mungkin sampai ke belakang mata. Dikutip dari Healthline, pada beberapa kasus rasa nyeri akibat sakit kepala dapat terjadi pada salah satu atau kedua sisi mata, yang membuat mata terasa berdenyut, terasa kencang, panas, perih, dan nyeri yang sangat tajam.

Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sakit kepala hingga ke mata, yaitu:

1. Migrain

Migrain merupakan jenis sakit kepala sebelah yang disebabkan oleh kelainan interaksi impuls saraf dan pelepasan senyawa kimia yang mengganggu beberapa bagian otak.

Gejala yang muncul saat migrain terjadi, meliputi:

  • Sakit kepala sebelah yang menjalar ke area mata sehingga mata terasa sakit
  • Mual dan muntah
  • Peka terhadap cahaya, bau, dan kebisingan
  • Pusing karena penglihatan menjadi kabur dan munculnya titik terang di bidang penglihatan

Migrain bisa dipicu oleh kelelahan akibat kurang tidur, stres, penggunaan alkohol, perubahan cuaca ekstrem, atau alergi terhadap sesuatu.

Sakit kepala dan mata serta pusing adalah gejala migrain paling umum, tapi setiap orang bisa merasakan gejala yang berbeda. Mereka bisa mengalami satu gejala saja atau bahkan lebih secara bersamaan.

Gejala lain yang jarang terjadi pada kasus migrain yang menjadi penyebab sakit kepala hingga ke mata adalah tidak bisa bicara sementara dan sensasi ngilu seperti ditusuk-tusuk di sekitar lengan atau tungkai kaki.

Untuk mengurangi gejalanya, Anda bisa mengonsumsi obat paracetamol, menghindari stres, memperbaiki pola tidur, dan menghindari rokok serta alkohol.

2. Disfungsi penglihatan binokular (BVD)

Otot mata berperan penting untuk menyampaikan sinyal visual untuk kemudian diterjemahkan oleh otak sebagai gambar yang Anda lihat.

Disfungsi penglihatan binokular adalah kondisi yang menyebabkan ketegangan pada otot-otot tersebut. Akibatnya, salah satu otot mata berada di posisi terlalu rendah atau terlalu tinggi dan kondisi ini menjadi penyebab sakit kepala sampai ke mata.

Ketegangan otot ini disebabkan oleh adanya masalah koordinasi antara sistem telinga bagian dalam (vestibular) dan sistem visual mata, sehingga gambar yang dihasilkan tidak terpusat tepat di retina belakang mata.

Gejala yang umum muncul adalah sakit kepala dan mata terasa nyeri berdenyut, disertai oleh pusing, mual dan cemas. Gejala tambahan yang terkait dengan BVD, meliputi:

  • Nyeri pada wajah, sakit leher, dan nyeri punggung
  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi serta mual
  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur, penglihatan ganda, terlalu peka dengan cahaya
  • Kesulitan konsentrasi, kesulitan membaca, dan memahami bacaan.

3. Sakit kepala tipe ketegangan

Biasa juga disebut sebagai tension headache, sakit kepala jenis ini merupakan bentuk yang paling umum. Apalagi, sakit kepala tipe ketegangan diklaim lebih sering terjadi pada wanita. Sakit kepala tegang juga menjadi salah satu penyebab sakit kepala sampai atau hingga ke mata.

Saat terjadi, kepala terasa seperti ada yang menekan dan juga mengencang pada area dahi dan mata yang bisa membuat Anda terasa pusing. Namun, Anda tidak merasa kepala menjadi berdenyut.

Tidak hanya itu saja, sakit kepala di belakang mata ini pun tergolong episodik dan dapat terjadi satu sampai dua kali dalam sebulan. Tidak hanya mata yang terasa sakit, gejala lainnya adalah:

  • Sakit kepala yang terasa tumpul
  • Leher dan dahi terasa nyeri dan sakit

4. Sakit kepala sebelah

Sakit kepala sebelah dikenal juga sebagai sakit kepala cluster. Berbeda dengan sakit kepala tipe ketegangan, Anda bisa merasakan serangkaian rasa sakit yang sebentar, namun cukup menyakitkan. Berlangsung selama 15 menit sampai satu jam, ini juga merupakan penyebab sakit kepala hingga ke mata.

Anda akan merasakan sensasi sakit kepala yang menyakitkan, membakar, serta menusuk di bagian depan serta belakang satu mata. Gejala lainnya yang bisa dirasakan:

  • Kemerahan pada area mata
  • Mata menjadi bengkak
  • Keluarnya air mata yang cukup berlebihan

5. Mata yang terasa lelah

Mata yang lelah atau eye strain juga bisa menjadi penyebab sakit kepala sampai ke mata. Terlalu lama melihat layar saat Anda bekerja dapat membuat terjadinya sakit kepala serta mata yang menjadi lebih tegang dari biasanya.

Tidak hanya itu saja, hal ini juga bisa membuat rasa sakit di belakang mata serta sedikit rasa pusing. Gejala lain yang bisa dirasakan adalah penglihatan yang sedikit kabur.

6. Sinusitis

Kondisi ini merupakan peradangan atau penyumbatan pada area sinus yang juga bisa menjadi penyebab sakit kepala sampai ke mata. Saat terjadi sinusitis, ada tekanan yang bisa terasa dan menyebabkan rasa sakit di bagian bola mata juga belakang mata Anda. Rasa sakit juga bisa terasa di bagian kepala, dahi, dan pipi yang ditambah dengan adanya tekanan.

Gejala mirip dengan penyakit serius lainnya

Migrain dan BVD adalah dua kondisi yang paling umum menyebabkan sakit kepala hingga ke mata serta pusing di waktu bersamaan.

Namun, serangkaian gejala ini juga sekilas mirip dengan beberapa penyakit lain yang lebih serius, seperti vertigo dan stroke.

Maka, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat apabila kondisi Anda tidak kunjung sembuh setelah diobati di rumah atau justru malah memburuk.

Cara mengatasi sakit kepala hingga ke mata

Sama halnya seperti Anda mengalami sakit kepala, penyebab sakit kepala sampai ke mata bisa diatasi dengan obat pereda rasa sakit atau obat anti peradangan.

Apabila masih termasuk jenis sakit kepala di belakang mata yang tidak terlalu parah ini bisa memungkinkan sakit yang dapat ceat menghilang. Namun apabila tekanan yang dirasakan semakin parah dan timbul gejala lain, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter.

Ketika ingin mengatasi rasa sakit dengan obat pereda sakit yang dijual bebas, Anda bisa mencoba ibuprofen atau aspirin. Apabila penyebabnya adalah sinusitis, maka obat yang bisa Anda konsumsi adalah antibiotik atau nasal spray.

Namun, perhatikan kembali dosis yang dianjurkan agar Anda tidak mengonsumsi berlebihan sehingga menimbulkan jenis sakit kepala lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Anthony, Kiara. Headache Behind Eye: Triggers and Treatment. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.healthline.com/health/headache-behind-eye

Ratini, Melinda. (2020). What Does a Headache Behind Your Eyes Mean?. Retrieved 3 March 2020, from https://www.webmd.com/migraines-headaches/headache-behind-eyes#1

Fletcher, Jenna. Headache behind the eyes: Types, causes, and treatment. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles

Wessels, Dan. Pressure behind the eyes: 6 causes and treatment. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/

Holland, Kimberly. Migraines: More Than a Headache. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.healthline.com/health/migraine-more-than-a-headache

Eye Muscle Strain as the Cause of Dizziness and Headaches. (2020). Retrieved 3 March 2020, from https://www.nvcofny.com/research/information-on-bvd/eye-muscle-strain-as-the-cause-of-dizziness-and-headaches/

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 02/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri