home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Yuk, Kenali Beda Kejang dan Epilepsi (Ayan) Berikut Ini

Yuk, Kenali Beda Kejang dan Epilepsi (Ayan) Berikut Ini

Banyak yang mengira bahwa kejang dan epilepsi (ayan) adalah kondisi yang sama, termasuk Anda. Faktanya, dua kondisi ini tidaklah sama. Lantas, apa beda dari kejang dan epilepsi? Yuk, cari tahu lebih lanjut agar Anda tidak lagi salah mengenali kondisi keduanya.

Apa beda kejang dan epilepsi (ayan)?

gejala kejang karena gangguan mental

Ayan dan kejang memang saling berkaitan satu sama lain. Akan tetapi, keduanya merupakan kondisi yang berbeda. Agar Anda tahu perbedaannya, mari bahas satu per satu.

Definisi kondisi

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat, sedangkan kejang adalah gangguan kelistrikan pada otak yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terkontrol. Keduanya sering dianggap sama, karena epilepsi dapat menimbulkan gejala kejang yang menandakan adanya aktivitas tidak normal pada otak.

Pada saat kejang atau ayan terjadi, tubuh akan kehilangan kendali. Mungkin saja bisa membuat seseorang melakukan gerakan menyentak tak terkendali, menatap kosong dalam waktu lama, mata terus berkedip, atau bahkan hilang kesadaran. Orang yang mengalami kejang atau ayan akan merasa kebingungan setelah gejala membaik.

Frekuensi kejadian

Selain definisinya, beda kejang dan epilepsi juga bisa Anda lihat dari seberapa sering kondisinya terjadi. Kejang biasanya terjadi satu kali serangan dan muncul secara tiba-tiba. Sementara epilepsi umumnya menimbulkan gejala kejang yang terjadi lebih dari sekali tanpa ada penyebab yang jelas.

Penyebab yang mendasari

Anda dapat mengetahui beda kejang dan epilepsi dari penyebab yang mendasarinya. Sel saraf (neuron) di otak membuat, mengirim, dan menerima impuls listrik, yang memungkinkan sel saraf otak untuk berkomunikasi. Saat jalur komunikasi ini terganggu, aktivitas kelistrikan di otak pun akan terganggu sehingga bisa menimbulkan kejang.

Selain gangguan kelistrikan, penyebab kejang yang paling umum adalah penyakit ayan Namun, perlu Anda garisbawahi bahwa tidak semua orang yang mengalami kejang itu memiliki penyakit ayan.

Terkadang, pemicu kejang juga bisa akibat:

Beda dengan kejang biasa, penyebab epilepsi biasanya berkaitan dengan adanya masalah dan kelainan pada otak, seperti:

Hal yang perlu Anda pahami dari kejang dan epilepsi

stres memicu kejang epilepsi

Mempelajari beda kejang dan epilepsi itu penting. Pasalnya, kejang ayan yang tidak mendapat pengobatan segera bisa menimbulkan komplikasi, seperti cedera karena terjatuh, tenggelam, berisiko mengalami kecelakaan, dan menimbulkan penyakit mental.

Kejang epilepsi mungkin lebih sering dianggap sebagai kondisi yang kritis, ketimbang kejang biasa. Ini karena kejang biasa, umumnya terjadi pada anak, yang penyebab umumnya adalah demam.

Namun, bukan berarti Anda boleh menyepelekan kondisi ini begitu saja. Baik kejang biasa maupun penyakit ayan perlu pertolongan dokter segera. Tujuannya, agar kondisi bisa tertangani lebih baik dan bisa terhindar dari kemungkinan komplikasi.

Bagaimana menolong orang yang kejang?

penyakit epilepsi adalah

Sekarang Anda tahu beda kejang dan epilepsi, bukan? Nah, jka Anda mendapati anggota keluarga atau orang sekitar Anda mengalami kejang, lakukan beberapa hal berikut, seperti dilansir dari Mayo Clinic.

  • Posisikan tubuh orang tersebut dengan hati-hati ke satu sisi.
  • Letakkan sesuatu yang lembut pada bawah kepalanya.
  • Kendurkan dasi atau sesuatu yang menutupi lehernya, seperti syal, jika terlihat kencang dan sesak.
  • Jangan mencoba memasukkan jari Anda, sendok, atau apa pun ke dalam mulut orang tersebut.
  • Hindari menahan seseorang yang mengalami kejang.
  • Jika orang tersebut melakukan gerakann menghentak, singkirkan benda-benda berbahaya yang ada di sekitarnya.
  • Tetap bersama orang tersebut sampai petugas medis tiba dan ia mendapatkan pengobatan ayan/kejang yang tepat.
  • Amati orang tersebut dengan cermat agar Anda dapat memberikan detail tentang apa yang terjadi, termasuk mencatat berapa kali ia mengalami kejang.

Mengedukasi diri dengan informasi terkait penyakit ini bisa membantu orang-orang sekitar Anda. Semakin cepat dan tepat penanganan kejang maupun penyakit ayan, tentu bisa membantu pasien untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ciattei, J. (2021, February 09). Conditions we treat: The johns hopkins epilepsy center. Retrieved May 03, 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/neurology_neurosurgery/centers_clinics/epilepsy/conditions.html.

Seizures. (2021, February 24). Retrieved May 03, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/seizure/diagnosis-treatment/drc-20365730.

Epilepsy. (2021, March 31). Retrieved May 03, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/epilepsy/diagnosis-treatment/drc-20350098.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 12/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x