• Definisi
  • Apa itu reaksi alergi parah?

Anafilaktik atau reaksi anafilaktik adalah sebuah reaksi alergi yang parah dan terjadi secara tiba-tiba ketika Anda terpapar oleh suatu zat yang dahulu pernah terpapar dengan tubuh Anda, sehingga tubuh Anda jadi lebih sensitif dan rentan.

Reaksi ini berbahaya dan dapat menyebabkan pelepasan zat kimia tubuh tiba-tiba, termasuk pelepasan histamin dari sel-sel dalam darah dan jaringan tubuh. Zat kimia ini dapat melebarkan pembuluh darah, menurunkan tekanan darah, dan menyebabkan pembuluh darah bocor serta mengakibatkan gatal-gatal dan bengkak terutama di sekitar wajah dan tenggorokan. Zat kimia ini juga bereaksi pada paru-paru dan menyebabkan reaksi asma yang menyebabkan saluran paru-paru menyempit, sehingga membuat bernapas jadi sangat sulit.

Dalam beberapa kasus, gejala anafilaktik mungkin ringan saja dan hanya menyebabkan gatal-gatal. Tapi ternyata gejala penyakit ini bisa mematikan. Tekanan darah bisa Anda bisa turun tiba-tiba dan menyebabkan hilangnya kesadaran. Selain itu penyakit ini dapat menimbulkan pembengkakan di tenggorokan dan saluran udara yang menyebabkan Anda kesulitan saat bernafas, berbicara, dan menelan.

Apa saja tanda dan gejalanya?

Gejala dan karakteristik penyakit ini meliputi:

  • Gejala yang datang tiba-tiba dalam waktu 30 sampai 60 menit
  • Mengi, sesak napas, batuk, suara serak, dan kesulitan bernapas
  • Sesak di bagian dada atau tenggorokan
  • Gatal-gatal yang menyebar, pembengkakan
  • Pusing atau pingsan
  • Pernah mengalami reaksi alergi yang sama sebelumnya, akibat zat/alergen yang sama
  • Biasanya terjadi karena sengatan lebah, obat, atau makanan
  • Cara menanganinya

Apa yang harus saya lakukan?

Jika Anda mengalami keadaan ini, segera beri suntikan epinefrin atau adrenalin  (jika Anda punya). Perhatikan aturan berikut saat menyuntikkannya:

  • Anak-anak dengan berat badan 9-20 kg: Auto-inject Epi-Pen Jr.
  • Berat badan di atas 50 kg: Auto-inject Epi-Pen
  • Suntikkan di paha atas bagian luar, atau pada bagian yang berlemak

Banyak orangtua yang ragu-ragu untuk memberikan suntikan epinefrin untuk anak mereka. Jika misalnya anak Anda mengalami gejala reaksi anafilaktik, sebaiknya segera beri mereka epinefrin. Selain itu, jika anak Anda mengalami reaksi yang sangat berbahaya di masa lalu dan sekarang kembali terpapar zat alergi yang sama (misalnya, makanan atau sengatan lebah), berilah epinefrin sebelum anak Anda menampakkan gejala. Zat ini tidak berbahaya untuk anak Anda, justru yang berbahaya adalah jika Anda tidak memberikan epinefrin segera.

Beri antihistamin sesegera mungkin jika anak Anda masih sanggup menelan. Berikan Benadryl atau antihistamin apa saja yang Anda miliki di rumah. Dosis antihistamin untuk remaja adalah 50 mg.

Jika alat penyengat masih ada di dalam luka, segera keluarkan dengan ujung pisau atau kartu kredit dan jangan memencetnya keluar.

Jika Anda tidak dapat menelepon dokter namun keadaan anak Anda masih stabil, segeralah pergi ke UGD terdekat.

Kapan saya harus ke dokter?

Segera larikan ke rumah sakit jika anak Anda mengalami kesulitan bernapas dan pingsan. Mintalah anak Anda berbaring dengan kaki ditinggikan untuk mencegah syok.

  • Pencegahan

Anak-anak yang meengalami reaksi anafilaktik perlu dievaluasi nantinya oleh ahli alergi. Karena reaksi ini dapat berakibat fatal, Anda harus menyediakan obat-obatan terutama epinefrin di rumah, di sekolah, dan dalam ransel atau tas kecil Anda (obat ini hanya tersedia lewat resep dokter).

Pastikan anak Anda membawa kartu identitas yang berisi nama mereka, nomor rumah dan nomor telepon kantor orangtua, nama dokter, nomor telepon dokter, dan jenis alergi apa yang mereka milik. Idealnya, anak Anda harus mengkenakan kalung identifikasi kesehatan atau gelang yang menunjukan alergi serangga, makanan, atau alergi obat yang ia miliki.

Yang juga perlu Anda baca