Cegah Munculnya Reaksi Alergi pada Kulit dengan Cara Tepat Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Reaksi alergi pada kulit, seperti ruam, gatal-gatal, dan kulit kemerahan memang cukup mengganggu. Kondisi yang terjadi akibat respons sistem imun terhadap senyawa yang sebenarnya tidak berbahaya ini sebenarnya bisa dihindari. Lantas, cara apa saja yang perlu dilakukan untuk mencegah reaksi alergi pada kulit?

Cara mencegah reaksi alergi pada kulit

alergi kulit

Bagi Anda yang memiliki alergi terhadap sesuatu, seperti obat dan kosmetik tertentu, mungkin perlu mulai menyiasati bagaimana cara mengelola kondisinya. Hal ini bisa dilakukan dengan bantuan dokter. 

Perlu diingat bahwa cara mencegah munculnya reaksi alergi di kulit tergantung pada jenis alergi Anda. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya gejala alergi kulit.  

1. Kenali alergen

Upaya pencegahan alergi tidak akan bisa dilakukan jika Anda tidak mengenali apa yang menyebabkan reaksi alergi di kulit, yaitu alergen. 

Sebagai contoh, ada beberapa orang yang menunjukkan gejala alergi setelah kulit mereka terpapar logam, seperti nikel. Walaupun tidak langsung muncul ketika pertama kali memakainya, logam adalah alergen yang menyebabkan reaksi alergi. 

Alergi Logam Perhiasan: Gejala dan Cara Mengatasinya Tanpa Obat

Jika Anda merasa tidak yakin mengingat tanda-tanda yang dialami mirip dengan penyakit lainnya, periksakan diri ke dokter. Dokter akan membantu Anda mengenali alergen lewat sejumlah tes kulit alergi

Dengan begitu, Anda bisa mengenali apa yang menyebabkan masalah pada kulit dan menghindari pemicunya. 

2. Hindari penyebab alergi

Setelah berhasil mengenali apa yang menyebabkan alergi muncul, cara selanjutnya untuk mencegah reaksi alergi di kulit adalah menghindari pemicunya. 

Terdengar mudah, tetapi sebenarnya cukup sulit dilakukan. Pasalnya, beberapa alergen mungkin mudah dihindari. Namun, tidak sedikit pula yang sering Anda jumpai di kehidupan sehari-hari. 

Jika Anda tidak dapat menghindari penyebab alergi kulit, cobalah untuk mengurangi kontak dengan alergen. 

Hal ini mungkin sering terjadi pada penderita alergi air karena manusia pada dasarnya membutuhkan air untuk bertahan hidup. Reaksi yang muncul akibat alergi air sebenarnya bisa dihindari dengan beberapa cara, seperti lebih jarang mandi dibandingkan orang normal. 

Apabila Anda masih bingung, tanyakan kepada dokter dan minta bantuan mereka, apa saja yang perlu dilakukan untuk menghindari alergen. 

3. Tidak menggaruk area yang gatal

penyebab dermatitis

Gatal-gatal adalah salah satu gejala alergi pada kulit yang cukup sering terjadi. Jika hal ini terjadi, kebanyakan orang tentu akan menggaruk area yang gatal. Padahal, menggaruk area yang gatal akibat alergi justru dapat memperparah kondisi kulit. 

Alih-alih menggaruk kulit yang gatal, cobalah untuk mengatasi perasaan yang tidak nyaman tersebut dengan pengobatan alami. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meringankan rasa gatal akibat alergi tanpa perlu menggaruknya. 

  • Kompres area yang gatal dengan kain dingin selama 5-10 menit.
  • Mandi dengan oatmeal, terutama kulit yang melepuh .
  • Lembapkan kulit dengan produk yang bebas aditif dan pewangi.
  • Oleskan salep pereda gatal yang sesuai dengan kondisi kulit.

Selain mengurangi rasa gatal, ada baiknya Anda juga mencari cara untuk mencegah kulit gatal akibat alergi. Bagaimana caranya?

  • Mandi dengan air hangat selama kurang lebih 10 menit.
  • Gunakan losion dan sabun berlabel “bebas pewangi” untuk meminimalisir kontak dengan alergen.
  • Gunakan obat sebelum melembapkan kulit.
  • Kenakan pakaian berbahan katun yang longgar.
  • Kelola stres karena stres dapat memperparah rasa gatal di kulit.

4. Selalu sedia obat untuk alergi kulit

Minum obat adalah salah satu cara yang paling efektif dalam mencegah dan mengelola alergi pada kulit yang Anda alami. 

Anda mungkin dapat mencoba obat-obatan yang dijual bebas saat gejala muncul. Gejala seperti gatal dan ruam biasanya dapat diredakan dengan menggunakan obat yang dijual tanpa resep dokter, seperti:

  • krim kortikosteroid dengan dosis rendah, seperti hidrokortison,
  • antihistamin untuk menghalangi histamin yang menyebabkan reaksi alergi, dan
  • losion pereda gatal, seperti calamine.

Oleh sebab itu, selalu siap sedia obat alergi kulit adalah peran penting untuk berjaga-jaga ketika gejala muncul. 

5. Menjaga kulit tetap lembap

Selain menyediakan obat-obatan, ternyata menjaga kulit tetap lembap penting demi mencegah reaksi alergi pada kulit. Pelembap membantu melindungi lapisan kulit terluar, yaitu stratum corneum atau pelindung kulit. 

Bagi mereka yang menderita alergi sekaligus eksim, pelindung kulit mereka cenderung bermasalah. Hal ini membuat kulit mereka lebih sensitif terhadap alergen. 

4 Cara Memilih Pelembap untuk Kulit Kering (Tidak Harus yang Mahal, Kok)

Selain itu, kondisi ini juga menyulitkan kulit menahan air, sehingga kulit lebih kering dan terasa gatal. Akibatnya, gejala alergi di kulit pun semakin parah. Jika tidak segera ditangani, reaksi alergi yang parah (anafilaksis) berisiko terjadi. 

Walaupun demikian, Anda tidak boleh sembarangan memilih losion pelembap untuk kulit yang sensitif terhadap alergen. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan losion pelembap. 

  • Pakai salep yang diresepkan oleh dokter sebelum menggunakan losion.
  • Oleskan pelembap ke seluruh kulit secara merata tiga menit sebelum atau setelah mandi.
  • Pilih pelembap berlabel “bebas pewangi” dan “bebas pewarna”.
  • Gunakan alat bantu yang bersih untuk mengambil pelembap dari wadah.
  • Gosokkan pelembap di antara kedua tangan dan oleskan ke tubuh dari atas ke bawah.
  • Jangan kurangi takarannya meskipun pelembap terasa lengket di kulit.
  • Oleskan pelembap ke tangan setiap kali Anda mencucinya atau terkena air.

Jika Anda bingung harus memulai dari mana, tanyakan kepada dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat. 

6. Jalani hidup sehat

kebiasaan hidup sehat

Mencegah alergi pada kulit ternyata perlu diseimbangi dengan menjaga gaya hidup tetap sehat, mulai dari makan makanan bergizi hingga tidur yang cukup. Gaya hidup yang sehat disebut-sebut dapat meminimalisir efek dari gejala alergi. 

Selain itu, menurut penelitian dari Annals of Allergy, Asthma & Immunology, mengelola stres juga cukup penting dalam mengelola alergi. Semakin Anda stres, ternyata bisa memperburuk gejala dan dapat meningkatkan frekuensi alergi. 

Hal ini dibuktikan dengan menganalisis 179 karyawan universitas yang mengisi kuesioner tentang stres dan gejala depresi yang dirasakan. 

Kuesioner tersebut kemudian dikaitkan dengan buku harian online yang berisi reaksi alergi pada hari yang sama. Setelah itu, kadar kortisol peserta juga dikumpulkan selama 2 kali 14 hari penelitian. 

Hasilnya, 39% peserta melaporkan mengalami gejala alergi dengan tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan kelompok tanpa gejala alergi. Bahkan, suasana hati yang buruk dan reaksi alergi ternyata berhubungan. 

Maka dari itu, memiliki pola hidup yang sehat dan mengelola stres ternyata penting untuk mencegah reaksi alergi di kulit semakin parah. Anda mungkin bisa mulai melakukan beberapa aktivitas di bawah ini untuk mengelola stres

  • Meditasi.
  • Berlatih merilekskan tubuh, seperti bernapas dalam-dalam.
  • Olahraga teratur.
  • Luangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan hobi yang digemari.

Sebenarnya, mencegah reaksi alergi di kulit tergantung alergen pada setiap orang. Jenis alergi, seperti alergi sinar matahari, alergi bahan pakaian, dan alergi kosmetik, dapat dihindari dengan mengurangi kontak terhadap penyebabnya. 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Softlens: Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Pakai lensa kontak kadang membuat mata merah dan berair, terlebih bagi yang punya alergi. Cari tahu lebih jauh tentang alergi softlens di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Segudang Penyebab yang Memicu Reaksi Alergi pada Kulit

Penyebab alergi kulit yang perlu Anda ketahui antara lain adalah air, logam, sinar matahari, kosmetik, dan cat rambut. Bagaimana ciri-cirinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Alergi, Alergi Kulit 16 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Alergi Mata (Konjungtivitis Alergi)

Jika mata Anda mudah merah tanpa penyebab yang jelas, coba simak artikel ini karena mungkin Anda memiliki alergi mata (konjungtivitis alergi).

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Alergi, Alergi Hidung dan Mata 10 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Pada anak-anak, alergi susu itu normal. Tapi kalau Anda dulunya baik-baik saja dan kini jadi bermasalah tiap minum susu, mungkinkah Anda alergi pada susu?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Alergi, Alergi Makanan 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit
Alergi Sperma

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit
alergi lateks

Mengenal Alergi Lateks, Termasuk Karet Gelang dan Kondom

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 7 menit
ciri-ciri dan gejala alergi dingin

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit