Obat Alergi dari Bahan Alami yang Bisa Ditemukan di Rumah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Begitu alergi kambuh, Anda mungkin akan langsung mencari obat untuk mengatasi gejalanya. Antihistamin atau steroid termasuk ampuh sebagai obat alergi. Namun, Anda sebenarnya juga bisa berjaga-jaga dengan mengonsumsi beberapa obat dari bahan alami.

Daftar makanan dan bahan alami untuk obat alergi

mencegah herpes

Alergi adalah reaksi sistem imun terhadap zat asing (alergen) yang sebetulnya tidak berbahaya. Saat tubuh terpapar alergen, sistem imun akan melepaskan antibodi dan zat kimia yang menjadi penyebab rasa gatal, ruam, bersin, serta gejala alergi lainnya.

Bahan alami yang dianggap sebagai obat alergi sebenarnya tidak menghilangkan alergi itu sendiri. Alergi adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan hingga tuntas. Akan tetapi, obat-obatan dan bahan alami bisa membantu meredakan gejalanya.

Zat-zat dalam bahan alami mungkin juga dapat membantu sistem imun agar tidak lagi terlalu sensitif terhadap alergen. Namun, Anda tetap tidak boleh menggunakannya secara berlebihan karena ada pula bahan alami yang merupakan penyebab alergi.

Secara umum, berikut adalah bahan-bahan dan makanan yang dianggap dapat menjadi obat alergi alami.

1. Yogurt

Yogurt dapat menjadi antihistamin alami yang manjur berkat kandungan probiotiknya yang tinggi. Sebuah laporan penelitian pada 2015 menyebutkan tentang 23 studi yang setuju bahwa probiotik membantu mengurangi gejala rinitis alergi.

Antihistamin berfungsi untuk menghentikan respons berlebihan sistem imun terhadap alergen. Dalam kasus ini, probiotik yang kaya akan bakteri baik mungkin membantu meredakan respons sistem imun terhadap alergen yang tadinya berlebihan.

2. Kuaci

Makanan yang kaya akan kandungan vitamin E mampu meredakan peradangan yang disebabkan oleh alergen. Salah satu makanan yang mengandung vitamin E dalam kadar tinggi adalah kuaci (biji bunga matahari).

Antioksidan dalam obat alergi alami ini juga mampu mencegah kerusakan sel akibat pelepasan histamin yang berlebihan. Namun, hati-hati jika Anda alergi kacang atau biji-bijian. Protein pada kuaci mungkin mirip seperti pemicu alergi Anda.

3. Nanas dan pepaya

Bila Anda alergi pada debu, tungau, atau alergen lain yang menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, konsumsi nanas dan pepaya mungkin dapat membantu meredakan gejalanya. Ini karena keduanya kaya akan enzim yang disebut bromelain.

Bromelain mempunyai sifat anti-radang yang kuat. Sebuah studi bahkan menunjukkan bahwa enzim ini bisa mengurangi keparahan gejala asma dengan menghambat reaksi peradangan yang terjadi di dalam tubuh.

4. Cabai, adas, dan wasabi

manfaat rempah

Makanan dan rempah-rempah yang pedas seperti cabai, wasabi, dan adas merupakan beberapa contoh dekongestan alami. Pada pengobatan medis, dekongestan adalah obat yang mampu melegakan hidung tersumbat atau berair yang termasuk gejala alergi.

Sensasi pedas dari rempah-rempah alami tersebut dapat merangsang sel-sel dalam sistem pernapasan untuk membuang lendir berlebih. Hasilnya, hidung pun terasa lebih lega karena sebagian besar lendir yang menyumbatnya telah keluar.

5. Jambu biji

Jambu biji dikenal sebagai obat alami untuk mengatasi gejala alergi seperti gatal dan bersin berkat kandungan vitamin C-nya. Menurut studi dalam Journal of International Research, tambahan asupan vitamin C membantu meredakan gejala-gejala tersebut.

Meskipun pengaruhnya belum bisa dibilang drastis, vitamin C berpotensi mengurangi pelepasan histamin. Histamin adalah senyawa alami yang dihasilkan sistem imun dan merupakan penyebab dari gejala yang muncul saat terjadi reaksi alergi.

6. Bawang bombai dan tomat

Obat alergi alami ternyata juga ada di dapur rumah Anda, contohnya bawang bombai dan tomat. Keduanya kaya akan zat alami yang disebut bioflavonoid. Zat ini adalah antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Bioflavonoid juga berpotensi menstabilkan sel-sel tubuh yang bereaksi berlebihan ketika terpapar alergen. Jadi, coba tambahkan kedua obat alami ini dalam menu masakan Anda untuk mengatasi gejala alergi seperti bersin, kulit gatal, dan lain-lain.

7. Sayuran berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau seperti bayam, kale, dan kangkung tinggi akan magnesium. Magnesium dapat membantu meredakan gejala dengan melemaskan otot-otot saluran pernapasan. Hal ini berguna untuk mencegah serangan asma yang dipicu oleh alergi.

8. Makanan kaya asam lemak omega-3

Selama reaksi alergi, tubuh Anda juga mengalami peradangan yang ditandai dengan bengkak dan kemerahan pada berbagai bagian tubuh.

Melansir sebuah studi dalam jurnal Allergology International, sifat anti-radang dalam asam lemak omega-3 amat bermanfaat dalam meredakan gejala asma dan bentuk alergi lainnya.

Anda dapat menemukan asam lemak omega-3 dari sumber di bawah ini.

  • Ikan berlemak serta berbagai seafood, terutama salmon, makarel, dan tuna.
  • Kacang dan biji-bijian, seperti biji chia, kedelai, kacang merah, dan almon.
  • Minyak nabati, misalnya minyak kanola, minyak kedelai, dan minyak alpukat.
  • Makanan yang diperkaya dengan asam lemak omega-3 atau suplemennya.

9. Spirulina

Spirulina adalah alga berwarna biru kehijauan yang tumbuh di perairan. Selain dikenal sebagai superfood yang padat zat gizi, spirulina juga berpotensi menjadi obat alergi alami karena mampu menghambat pelepasan zat kimia yang menyebabkan gejala alergi.

Berbagai bahan alami di atas memang tidak akan menghilangkan alergi secara tuntas. Meski demikian, kandungan bermanfaat di dalamnya mungkin bisa membantu mengurangi keparahan gejala.

Perlu juga diingat bahwa suatu bahan hanya akan bermanfaat bila tidak dikonsumsi secara berlebihan. Imbangi dengan bahan makanan lain yang tak kalah beragam agar tubuh memperoleh kebutuhan gizinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Penyakit kaki merupakan masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh lansia. Selain nyeri telapak kaki karena asam urat, ini dia penyebab lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit