TBC bisa diobati dengan kombinasi antibiotik yang diresepkan dokter. Namun memang biasanya membutuhkan waktu bulanan, bahkan hingga tahunan, karena sifat infeksinya yang cukup serius dan mudah menular. Sayangnya, banyak pengidap yang suka lupa minum obat TBC. Keteledoran ini tak hanya akan merugikan kesehatannya sendiri, namun juga membahayakan orang-orang di sekitarnya.

Memang, apa akibatnya lupa minum obat TBC?

Banyak orang yang tidak konsisten menjalani pengobatan TBC

Kemenkes menetapkan standar minimal persentase keberhasilan pengobatan TBC secara nasional sebesar 90 persen, tidak berbeda jauh dari WHO yang mematok angka di 85% untuk setiap negara yang rentan TBC.

Kenyataannya, angka keberhasilan pengobatan TB di Indonesia pada tahun 2016 hanya sekitar 85 persen. Angka ini justru turun drastis dari tahun 2008 yang pernah mencapai 90 persen. Persentase kesembuhan TBC paling rendah terjadi di tahun 2013, yaitu sekitar 83 persen.

Salah satu faktor penyebab merosotnya angka kesuksesan ini adalah pengobatan yang terputus alias tidak konsisten, termasuk suka lupa minum obat TBC.

Bakteri penyebab TBC, Myobacterium tuberculosis, adalah jenis bakteri tahan asam yang tergolong sulit untuk dimatikan. Pasalnya di dalam tubuh, mereka akan tertidur untuk waktu yang lama dan tidak berkembang biak. Padahal, kebanyakan antibiotik justru berfungsi saat bakteri sedang aktif. 

Untuk itu, pengobatannya harus dilakukan dengan kedisiplinan yang tinggi. Biasanya orang yang mengalami penyakit infeksi ini diwajibkan minum OAT (Obat Anti TBC) secara terus menerus selama 6-12 bulan, tergantung dengan masing-masing diagnosis pasien.

Berbagai efek samping dan komplikasi yang bisa terjadi akibat lupa minum obat TBC

Apabila pengidap TBC tidak konsisten menjalani terapi dan suka lupa minum obat, mereka akan berisiko tinggi untuk mengalami berbagai efek samping dan komplikasi berbahaya. Misalnya, obat tidak lagi mempan melawan infeksi.

Ini karena bakteri menjadi resisten atau kebal terhadap obat TBC yang saat ini Anda konsumsi dan juga yang selanjutnya. Akibatnya, gejala TBC yang Anda alami semakin parah karena bakteri malah terus berkembang biak dalam tubuh. Penyakit Anda tidak pernah sembuh sepenuhnya.

Tidak disiplin minum obat juga merisikokan penyebaran penyakit ke orang lain yang sehat. Bakteri yang semakin kuat tersebut dapat dengan mudah berpindah dan menginfeksi tubuh orang lain. Orang-orang terdekat Anda bisa tertular penyakit yang sama di kemudian hari bila Anda suka lupa minum obat TBC

daftar obat dan P3K liburan

Bagaimana agar saya disiplin minum obat TBC?

Ingat, dengan minum obat TBC secara teratur akan dapat mempercepat tubuh Anda kembali pulih dan sehat. Hal ini bisa Anda jadikan motivasi utama untuk terus minum obat tepat waktu. Bila memang Anda sulit mengingat atau membuat diri disiplin akan hal ini, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Biasakan untuk minum obat ketika melakukan ritual pagi atau malam hari. Pada awalnya mungkin Anda sering lupa, namun cobalah taruh tempat obat Anda di meja makan, sehingga setiap Anda sarapan, makan siang, dan makan malam Anda akan melihat obat tersebut.
  • Buat pengingat. Anda dapat mengandalkan gadget untuk menyetel jam pengingat. Hal ini akan memudahkan Anda untuk mengingat bahwa Anda harus minum obat setiap hari.
  • Tandai kalender Anda jika telah selesai minum obat. Misalnya, Anda diminta untuk mengonsumsi obat selama 6 bulan. Nah, Anda dapat mencatat di kalender jika Anda telah berhasil minum obat tepat waktu.
  • Minta keluarga untuk mengingatkan. Mintalah bantuan orang terdekat Anda untuk mengingatkan Anda ketika datang waktunya minum obat. Anda dapat memintanya untuk menjadi pengawas minum obat pribadi Anda. 

Lalu bagaimana jika saya pernah lupa minum obat?

Bila Anda melewatkan waktu sehari minum obat, maka biasanya obat TBC tetap bisa dikonsumsi seperti biasa keesokan harinya. Tetapi jangan sampai terlewatkan lagi di hari berikutnya.

Sementara, jika Anda lupa minum obat TBC hingga dua hari atau lebih, maka sebaiknya Anda segera menghubungi dokter Anda untuk mendapatkan petunjuk yang terbaik terkait pengobatan yang sedang Anda lakukan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca