Dapatkah Penyakit Lupus Menyebabkan Stroke?

Oleh

Lupus adalah kondisi medis kompleks yang bisa mempengaruhi baik pria maupun wanita selama masa kedewasaan. Ini adalah penyakit fluktuasi kronis, yang berarti bahwa penyakit ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun dan dapat kambuh atau tenang dari waktu ke waktu. Lupus adalah suatu kondisi autoimun dipicu ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap beberapa jaringannya sendiri. Penderita lupus bisa mengalami gejala berbeda yang mempengaruhi organ berbeda dalam tubuh, termasuk sendi, otot, organ pencernaan, jantung, saraf, dan otak.

Lupus mungkin bisa menyebabkan gejala neurologis yang menyerupai stroke, dan beberapa penderita stroke mungkin memiliki peningkatan risiko terhadap stroke. Secara keseluruhan, lupus bisa dikendalikan, dan bila Anda menderita lupus, Anda mungkin sudah mempelajari cara merawat kesehatan Anda.

Apakah lupus berisiko terhadap stroke?

Sejumlah penelitian ilmiah yang berbeda selama bertahun-tahun telah berulang kali menunjukkan bahwa ada peningkatan stroke di antara penderita lupus. Lebih dari setengah penderita lupus akan menderita stroke pada beberapa waktu dan stroke telah dicatat sebagai penyebab kematian sebanyak 20-30% bagi penderita lupus. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui bagaimana cara menyadari adanya stroke atau stroke ringan alias transient ischemic attack (TIA) bila Anda menderita lupus. Karena orang-orang tidak selalu bisa mempertahankan kemampuan berkomunikasi selama terjadi stroke atau TIA, Anda harus bisa menyadari adanya stroke bila Anda menghabiskan banyak waktu dengan penderita lupus.

Kenapa ada hubungan antara lupus dan stroke?

Lupus berkaitan dengan peningkatan risiko aterosklerosis, yang merupakan penyakit pada lapisan dalam pembuluh darah, kunci utama dari stroke.

Peradangan, bagian penting dari lupus, memiliki peranan jangka panjang dalam mengatur tahap stroke. Pasien penderita lupus juga mengalami kecenderungan tinggi penyakit jantung, yang merupakan salah satu penyebab utama dari stroke. Lebih lanjut, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati lupus, seperti steroid, bisa memproduksi beberapa faktor risiko seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi.

Dapatkah saya memprediksi stroke ketika menderita lupus?

Penelitian telah menemukan beberapa petunjuk yang dapat membantu untuk mengetahui manakah pasien pederita lupus yang berisiko tinggi terkena stroke, dan kapan akan terjadi. Penderita lupus yang juga memiliki tekanan darah tinggi, peningkatan tingkat lipid, dan penyakit jantung atau penyakit neurologis (tidak harus stroke), cenderung untuk mengalami stroke lebih daripada penderita lupus yang tidak memiliki masalah ini.

Jenis tes darah lain digunakan untuk menganalisis protein tertentu yang disebut autoantibodi, yang mungkin meningkat pada pasien penderita lupus. Pengukuran tingkat tinggi autoantibodi dalam darah adalah pertanda lain dari peningkatan risiko stroke bagi penderita lupus. Mengetahui pertanda stroke ini, dokter dapat bekerja dengan Anda untuk membantu mengendalikan masalah ini agar menurunkan risiko stroke bila Anda menderita lupus.

Apakah operasi lupus menyebabkan stroke?

Operasi adalah risiko stroke lainnya bagi pasien penderita lupus, terutama bagi mereka yang baru-baru ini dirawat di rumah sakit untuk pengobatan lupus. Terkadang, operasi adalah cara terbaik untuk menangani masalah kesehatan serius. Akan tetapi, karena penderita lupus yang baru-baru ini dirawat risiko strokenya bisa meningkat setelah operasi, penting untuk melakukan operasi non-darurat, operasi elektif, atau bedah kosmetik hanya ketika lupus sedang tidak aktif.

Apa yang harus saya ingat?

Menderita lupus tidaklah mudah. Stroke adalah salah satu dari komplikasi yang dijumpai oleh penderita lupus. Memahami risiko stroke Anda, dan bekerja dengan dokter untuk mengurangi risiko Anda, merupakan bagian penting dari merawat kesehatan Anda sendiri.

Share now :

Direview tanggal: Mei 23, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca