Perbandingan Penyakit Paru Obstruktif Kronis dan Gagal Jantung Kongestif

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/03/2020
Bagikan sekarang

Penyakit paru-paru obstruktif kronis (chronic obstructive pulmonary disease/COPD) dan gagal jantung kongestif (congestive heart failure/CHF) dapat membuat Anda bernapas terengah-engah. Kedua kondisi serius ini juga berbagi gejala dan faktor risiko umum lainnya. Namun, penyebab dan perawatan COPD dan CHF berbeda jauh.

Penyakit paru-paru obstruktif kronis (COPD)

COPD sebenarnya adalah istilah umum untuk beberapa jenis kondisi pernapasan serius yang mempengaruhi saluran pernapasan kecil dalam paru-paru, termasuk bronkitis kronis dan emphysema. Dalam bronkitis, saluran pernapasan yang membentang dari trakea ke paru-paru teriritasi. Emphysema terjadi ketika kantong udara dalam paru-paru tempat oksigen dan karbondioksida bertukar rusak parah. Kedua penyakit ini membuat paru-paru tidak mampu bekerja sepenuhnya, membuat Anda sulit bernapas.

Gagal jantung kongestif (CHF)

CHF muncul ketika jantung menjadi terlalu lemah untuk memompa darah sepanjang tubuh. Karena darah tidak dipompa keluar dari jantung secara efektif, kadar cairan dapat menumpuk, yang disebut “kongestif”. Ketika darah kembali atau berkumpul di dalam jantung, jantung cenderung berdetak lebih cepat dan melebar untuk menangani volume darah yang lebih banyak, mengakibatkan gagal jantung semakin memburuk. Kondisi ini bahkan lebih serius karena berkurangnya darah ke ginjal menyebabkan penumpukan natrium dan cairan.

Apa saja gejala yang sama?

Napas pendek dan mendesah adalah gejala COPD maupun CHF. Kesulitan bernapas biasanya dialami setelah aktivitas fisik dan cenderung berkembang secara perlahan. Misalnya, Anda mungkin menyadari bahwa Anda kehabisan napas setelah menaiki beberapa anak tangga. Seiring memburuknya COPD dan CHF, napas pendek atau mendesah mungkin muncul dengan sedikit pengerahan tenaga.

Batuk kronis adalah salah satu gejala utama COPD. Batuk kadang-kadang mengeluarkan lendir dari saluran pernapasan yang terpengaruh. Namun, batuk bisa saja kering. Pasien CHF juga cenderung batuk kering yang memproduksi dahak. Dahak adalah lendir yang juga mengandung darah, nanah, dan/atau bakteri.

COPD juga menyebabkan sesak pada dada, sedangkan CHF tidak, tapi Anda mungkin merasakan jantung Anda berdetak dengan tidak teratur atau cepat.

Apa saja perbedaannya?

Walaupun memiliki beberapa gejala yang sama, CHF dan COPD memiliki penyebab yang berbeda. Gagal jantung bisa disebabkan oleh penyakit arteri koroner (CAD), penyumbatan pembuluh darah dalam jantung dan penyebab serangan jantung. Penyebab lainnya termasuk penyakit katup jantung, tekanan darah tinggi, dan penyakit otot jantung.

Penyebab COPD paling umum adalah merokok. Riwayat merokok tidak menjamin Anda akan mengidap COPD, tapi pastinya meningkatkan peluang berkembangnya masalah pernapasan. Merokok juga merupakan faktor risiko penyakit jantung dan CHF.

Beberapa kasus COPD mungkin berhubungan dengan merokok pasif atau menghirup zat kimia di dalam tempat kerja. Riwayat COPD dalam keluarga juga dapat meningkatkan peluang terkena kondisi itu.

Gaya hidup dan pengobatan

Karena merokok dapat menyebabkan COPD dan CHF, Anda mungkin akan dinasihati untuk menghentikan kebiasaan seperti apapun kondisi kesehatan Anda saat ini.

Aktivitas fisik teratur juga penting untuk menguatkan jantung dan paru-paru. Namun, baik COPD maupun CHF dapat membatasi jenis olahraga yang bisa Anda lakukan. Bicarakan dengan dokter tentang aktivitas yang aman bagi Anda, serta pencegahan yang harus Anda lakukan sebelum dan selama olahraga.

Seperti yang Anda harapkan, jenis obat yang diberikan ke pasien COPD dan CHF berbeda. Obat COPD umumnya adalah bronchodilator, yang membuat otot di sekitar saluran pernapasan rileks, yang membantu Anda bernapas lebih mudah. Ada bronchodilator yang berlangsung singkat, yang berlangsung sampai 6 jam. Bronchodilator ini biasanya disarankan ketika Anda ingin lebih aktif. Bronchodilator yang berlangsung lama bisa berlangsung sampai 12 jam, dan digunakan setiap hari. Keparahan COPD akan menentukan jenis bronchodilator yang terbaik bagi Anda.

Jika Anda menderita COPD yang parah, Anda mungkin juga memerlukan glucocorticosteroid hirup. Steroid membantu mengurangi radang saluran pernapasan.

CHF bisa melibatkan beberapa penggunaan beberapa obat-obatan. Di antara obat utama untuk membantu jantung adalah vasodilator, yang berguna untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah, serta membantu mengurangi beban pada jantung. Obat kunci lainnya termasuk diuretik. Diuretik mengurangi jumlah cairan dan natrium dalam tubuh dan juga bisa membantu menurunkan tekanan darah. Obat bernama digoxin menguatkan kontraksi jantung dan sangat penting dalam pengobatan CHF bagi banyak pasien.

Obat antikoagulan mungkin juga bermanfaat karena mampu mengurangi risiko penggumpalan darah. Terapi oksigen, yang menyalurkan oksigen ke paru-paru melalui selang di dalam hidung, sering digunakan dalam kasus CHF dan COPD serius.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Ashraf Sinclair dan Fenomena Serangan Jantung di Usia Muda

    Kabar meninggalnya Ashraf Sinclair akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat masyarakat semakin waspada. Mengapa fenomena ini dapat terjadi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi

    Coralan

    Coralan adalah obat untuk gagal jantung. Cari tahu informasi tentang fungsi, dosis, efek samping, interaksi, dan kemanan obat ini di Hello Sehat.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Widya Citra Andini

    5 Jus Buah Pilihan untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Jantung

    Selain minum obat, minum jus buah ternyata dapat membantu sembuhkan penyakit jantung. Lantas, jus apa saja yang bisa jadi obat penyakit jantung?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Jika Sakit Jantung, Sebaiknya Periksa ke Dokter Apa?

    Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi. Lantas, sudahkah Anda mengetahui harus berobat ke dokter apa bila menderita sakit jantung?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Diah Ayu

    Direkomendasikan untuk Anda

    Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

    Amankah Jika Penderita Penyakit Jantung Ikut Berpuasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

    Pilihan Obat dan Prosedur Medis untuk Mengobati Sakit Jantung

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020
    Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

    Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020
    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Begini Bahaya Merokok untuk Penderita Penyakit Jantung

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 24/03/2020