PPOK Membuat Frustrasi? Begini Cara Mengatasi Stres karena PPOK

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Stres bisa datang dari mana saja dan menimpa siapa saja. Bahkan orang yang tampaknya baik-baik saja bisa saja sebenarnya sedang mengalami tekanan dalam hidupnya. Apabila orang sehat saja bisa terkena stres, apalagi orang dengan penyakit tertentu, seperti PPOK? Stres PPOK bisa saja muncul dan dialami siapa pun. Fakta bahwa penyakit ini tak bisa disembuhkan bisa saja membuat tekanan hidup seseorang menjadi bertambah. Kalau sudah stres, harus bagaimana? Mari kita simak tips mengatasi stres karena PPOK berikut ini.

Sekilas tentang PPOK

PPOK atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis merupakan suatu kondisi yang menyebabkan paru-paru Anda mengalami kerusakan. Ketika memiliki PPOK, paru-paru Anda akan mengalami peradangan sehingga akan mengganggu masuknya udara. Ketika udara yang masuk ke dalam paru-paru terganggu, terjadilah gangguan pernapasan. Gejalanya biasanya meliputi sesak napas, batuk, dan mengi, mirip seperti gejala asma.

Sayangnya, saat seseorang divonis PPOK, ia akan hidup dengan kondisi ini selamanya. Ya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan dan bisa memburuk seiring berjalannya waktu apabila Anda tak mengontrolnya dengan baik. Kenyataan ini, tak jarang membuat orang stres karena PPOK yang dideritanya. Namun, sebenarnya Anda tak perlu terlalu panik karena orang dengan PPOK tetap dapat hidup nyaman selama menaati pengobatan yang diberikan. Pengobatan yang dilakukan secara disiplin dapat membantu seseorang hidup dengan kualitas yang lebih baik sekalipun memiliki PPOK.

5 cara jitu mengatasi stres karena PPOK

Ketika seseorang didiagnosis memiliki suatu penyakit yang tak bisa disembuhkan, respons pertama yang mereka keluarkan biasanya adalah terpuruk. Saking putus asanya, kadang mereka lupa move on untuk segera melakukan pengobatan. Padahal, bagi PPOK, disiplin melakukan pengobatan saat stadium PPOK masih berada dalam tahap awal akan membantu meringankan berbagai gejala yang biasanya muncul.

Sekalipun mengetahui bahwa stres dapat memperburuk kondisi kesehatan, beberapa orang tetap kesulitan melakukan manajemen stres. Padahal teknik manajemen stres dapat sangat membantu mengatasi stres karena PPOK. Yuk, coba ikuti 5 tips mengatasi stres karena PPOK berikut ini.

1. Mengobati PPOK

Cara terbaik untuk mengatasi stres karena PPOK adalah dengan mengatasi PPOK Anda. Disiplin dalam pengobatan PPOK akan membantu memperbaiki saluran napas sehingga memungkinkan Anda bernapas dengan lebih mudah. Bronkodilator membantu mengobati PPOK dengan mengendurkan otot di sekitar saluran napas dan menjaganya tetap terbuka.

Menjauhi penyebab PPOK juga membantu kondisi Anda menjadi lebih baik. Selain itu, jangan lupa untuk mendapatkan vaksin flu dan pneumonia, karena kedua penyakit ini bisa menyebabkan PPOK Anda memburuk dan menyebabkan Anda stres.

2. Pelajari cara bernapas yang benar

Saat Anda merasa stres, napas Anda menjadi cepat dan pendek. Reaksi normal ini akan menjadi lebih buruk jika Anda menderita PPOK. Udara menumpuk di dada, tetapi Anda tidak bisa melepaskannya.

Sebaiknya cobalah untuk melatih diri Anda dengan latihan pernapasan. Ambil napas dari hidung dan embuskan secara perlahan melalui mulut sebisa Anda, ulangi dan tariklah napas dalam dengan tenang. Perlambatlah cara bernapas Anda menjadi di bawah 10 kali bernapas selama satu menit (orang normal bernapas sebanyak sekitar 14-19 kali dalam 1 menit).

3. Berhenti merokok

Bagi orang yang memiliki kebiasaan merokok, saat merasa tertekan, cemas, atau depresi, mereka lebih cenderung berusaha meredakannya dengan rokok. Padahal, kebiasaan ini merupakan salah satu faktor risiko utama seseorang terkena PPOK, baik yang merokok secara aktif maupun pasif. Untuk itu, niatkanlah diri Anda untuk menghentikan kebiasaan ini. Jika memiliki kesulitan berhenti merokok, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai rekomendasi yang dapat mereka berikan demi tekad baik Anda.

4. Berolahraga

Olahraga adalah bagian penting dalam program rehabilitasi paru, dan juga membantu dalam mengatasi stres PPOK. Olahraga terbukti mengurangi kecemasan dan depresi pada penderita PPOK. Olahraga harus dilakukan di bawah pengawasan dokter atau sebagai bagian dari program rehabilitasi paru.

5. Meditasi 

Ketika Anda stres, baik karena PPOK ataupun hal lainnya, salah satu cara yang dapat membantu menghilangkannya adalah dengan melakukan meditasi. Sebenarnya bukan meditasi saja yang dapat membantu Anda mengatasi stres karena PPOK. Beberapa jenis olahraga yang menuntun Anda memfokuskan tubuh dan pikiran yang menenangkan, seperti yoga dan tai chi juga dapat menjadi salah satu terapi yang dapat membantu menghilangkan stres dan kecemasan akibat PPOK.

Sebuah studi oleh Chicago Medical School di Rosalind Franklin University of Medicine and Science di Chicago menunjukkan bahwa olahraga yoga dapat meningkatkan kualitas hidup dan fungsi paru dalam jangka pendek. Namun, ada baiknya Anda menggunakan instruktur agar benar-benar mendapatkan manfaat dari gerakan-gerakan yoga.

Sebenarnya, selain lima tips mengatasi stres karena PPOK di atas, terdapat satu metode lagi untuk mengurangi stres, yaitu dengan latihan visualisasi. Caranya, pejamkan mata dan bayangkan Anda berada di tempat yang tenang dan damai bagi Anda—bisa saja pantai, gunung, kebun, atau bahkan kamar tidur Anda yang nyaman.

Saat visualisasi tersebut berada dalam pikiran Anda, fokuslah pada pelepasan tekanan lewat pernapasan. Tetaplah jaga kesadaran diri Anda dan tenangkan diri, jangan tertidur. Teknik ini bertujuan menemukan teknik penyatuan tubuh dan pikiran yang sesuai untuk Anda, dan kemudian mempraktikkannya saat menghadapi situasi yang penuh tekanan.

Langkah-langkah di atas merupakan langkah yang mudah untuk dilakukan di rumah. Tak hanya mengatasi stres karena PPOK, cara-cara tersebut juga dapat berguna bagi siapa saja yang mengalami tekanan alias stres dalam hidupnya. Jadi, yuk, bagikan tips ini pada siapa saja yang Anda kenal agar kualitas hidup Anda dan mereka menjadi lebih baik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca