Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Yuk Ketahui 10 Manfaat Jika Anak Punya Hewan Peliharaan

Yuk Ketahui 10 Manfaat Jika Anak Punya Hewan Peliharaan

Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan merupakan hal yang cukup merepotkan. Di samping harus mengurus semua kebutuhan anggota keluarga, Anda juga harus mengurus hewan yang ada di rumah. Padahal ternyata ada sejumlah manfaat memiliki hewan peliharaan untuk anak yang sayang untuk Anda lewatkan.

Apa saja manfaat punya hewan peliharaan untuk anak?

Kucing menggigit

Tahukah Anda? Keberadaan hewan peliharaan di tengah keluarga ternyata memiliki segudang manfaat untuk tumbuh kembang anak. Jika masih enggan mengambil risiko, fakta-fakta di bawah ini mungkin dapat meyakinkan Anda.

1. Melatih kedewasaan anak

Menurut jurnal Psychology Research and Behavior Development, manfaat punya hewan peliharaan sangat baik untuk perkembangan psikologis dan kedewasaan anak. Kegiatan ini dapat mengajarkan rasatanggung jawab, kasih sayang, dan kepedulian.

Bahkan balita sekalipun dapat diajarkan sejak dini tentang tanggung jawab dengan adanya hewan peliharaan di rumah. Ia bisa membantu Anda untuk mengerjakan tugas perawatan yang sederhana seperti menuang makanan ke piring.

Meskipun Anda yang mengerjakan sebagian besar tugas perawatan hewan tersebut, tapi anak dapat menyerap banyak ilmu dari perilaku yang Anda contohkan secara tidak langsung.

2. Melatih anak menjadi pribadi yang penyayang

Manfaat punya hewan peliharaan untuk anak berikutnya adalah ia akan terbentuk menjadi pribadi yang lembut, berempati dan penuh kasih sayang.

Dengan terlibat langsung dalam mengurus peliharaannya, anak akan menyadari bahwa hewan peliharaan sama seperti manusia yaitu membutuhkan makanan, tempat tinggal, olahraga, dan cinta.

Rasa belas kasih bukanlah hal yang tiba-tiba muncul di usia dewasa, melainkan perlu dibentuk sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan upaya tertentu untuk mengasah sifat ini agar bermanfaat untuk kepribadiannya saat dewasa kelak.

3. Anak terlatih menjalin hubungan

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa hubungan dengan orang lain. Menjalin dan mempertahankan hubungan adalah keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh setiap manusia agar ia dapat nyaman berinteraksi dengan orang lain.

Menurut Shelby H. Wanser dari Oregon State University Amerika Serikat, merawat hewan dapat melatih anak dalam berinteraksi dan berhubungan dengan pihak lain. Ini akan bermanfaat untuk kehidupan sosialnya di masyarakat.

4. Membantu perkembangan belajar anak berkebutuhan khusus

Menurut penelitian Andrea Beetz dari University of Rostock Jerman, hewan peliharaan dapat memberikan manfaat untuk perkembangan anak berkebutuhan khusus, terutama dalam hal interaksi sosial.

Pasalnya, memelihara hewan dapat membangun rasa empati, meningkatkan konsentrasi, melatih sensorik dan motorik, serta membuat emosi anak menjadi lebih stabil.

Meski begitu, Anda sebaiknya tetap mempertimbangkan usia dan kondisi anak. Jangan sampai memelihara hewan justru dapat menyebabkan anak cedera. Sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ahli sebelum memutuskan memiliki hewan.

5. Mencegah anak dari alergi

Banyak yang tidak tertarik memiliki hewan peliharaan karena takut terkena alergi. Padahal studi yang dilakukan oleh Dennis Ownby, dari Augusta University Amerika Serikat justru menyatakan sebaliknya.

Ownby berpendapat bahwa berinteraksi dengan hewan peliharaan sejak masih bayi atau balita dapat mengurangi risiko terkena alergi tertentu. Hal ini berdasarkan hasil tes kulit terhadap seperti alergi debu, tungau, serbuk sari dan getah tanaman.

Meski alasan hal ini masih belum dapat dipastikan, Dr. Ownby berteori bahwa ketika hewan menjilat tubuh anak, bakteri yang berpindah dari mulut hewan ke kulit anak dapat memicu sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari alergi.

6. Menurunkan risiko terkena asma

Banyak yang tidak ingin punya hewan peliharaan untuk anak karena menganggap bahwa ia dapat menyebabkan asma. Padahal sebuah yang diterbitkan oleh Journal of Allergy and Clinical Immunology menyatakan hal yang sebaliknya.

Penelitian yang dilakukan terhadap 442 anak umur 7 tahun tersebut menyatakan bahwa anak yang di saat bayi sering berinteraksi dengan hewan peliharaan di dalam ruangan dapat lebih kebal terhadap berbagai alergen dan infeksi bakteri penyebab asma.

Meski begitu, hubungan antara kejadian asma pada anak dan hewan peliharaan masih memerlukan penelitian yang lebih lanjut. Ada baiknya anda tetap berkonsultasi ke dokter bila memang anak memiliki gejala asma.

7. Mengatasi stres

Manfaat punya hewan peliharaan tidak hanya baik untuk anak yang tak kalah penting adalah mengatasi stres. Merawat, memandikan, bermain, atau membelai hewan peliharaan ternyata dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Frontiers in Psychology, bermain dengan hewan peliharaan dapat meningkatkan hormon oksitosin. Hormon ini berperan dalam memberikan rasa nyaman dan bahagia pada manusia.

8. Memberikan mendorong kepercayaan diri anak

Melansir Veterinary & Animal Sciences, manfaat punya hewan peliharaan di rumah dapat meningkatkan kepercayaan diri pada anak. Apalagi jika hewan yang dipelihara terawat dan sehat akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri untuknya.

Begitupun, ketika anak mulai bersekolah, hewan peliharaan memberikannya suatu topik menarik untuk diperbincangkan bersama teman-teman.

9. Anak tidak kesepian

manfaat sensory play

Jika Anda hanya memiliki satu anak, maka kehadiran hewan peliharaan di rumah dapat membawa kesenangan tersendiri untuknya. Ia memiliki teman untuk bermain sehari-hari di rumah. Ini akan membantunya agar tidak kesepian meskipun tanpa kehadiran saudara.

10. Memperkuat ikatan keluarga

Manfaat punya hewan peliharaan sebenarnya bukan hanya untuk anak tetapi juga untuk anggota keluarga secara keseluruhan. Ini karena hewan tersebut menjadi pemersatu keluarga.

Anda dapat melakukan kegiatan bersama keluarga untuk merawat peliharaan tersebut seperti bermain, jalan-jalan sore, atau memandikan dan memberi makan secara bersama-sama. Semua aktivitas menyenangkan itu dapat mempererat ikatan keluarga.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wanser, S., Vitale, K., Thielke, L., Brubaker, L., & Udell, M. (2019). <p>Spotlight on the psychological basis of childhood pet attachment and its implications</p>. Psychology Research And Behavior Management, Volume 12, 469-479. doi: 10.2147/prbm.s158998

Infant exposure to pet and pest allergens may reduce asthma risk. Retrieved 27 May 2021, from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/infant-exposure-pet-pest-allergens-may-reduce-asthma-risk

Ownby, D., & Johnson, C. (2016). Recent Understandings of Pet Allergies. F1000research, 5, 108. doi: 10.12688/f1000research.7044.1

Beetz, A., Uvnäs-Moberg, K., Julius, H., & Kotrschal, K. (2012). Psychosocial and Psychophysiological Effects of Human-Animal Interactions: The Possible Role of Oxytocin. Frontiers In Psychology, 3. doi: 10.3389/fpsyg.2012.00234

Study finds pets boost social skills and self-esteem in children. (2017). Retrieved 27 May 2021, from https://www.cabi.org/vetmedresource/news?articleid=25482

Purewal, R., Christley, R., Kordas, K., Joinson, C., Meints, K., Gee, N., & Westgarth, C. (2017). Companion Animals and Child/Adolescent Development: A Systematic Review of the Evidence. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 14(3), 234. doi: 10.3390/ijerph14030234

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani Diperbarui 20/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita