Jangan Sampai Tertukar, Ini Bedanya Penyakit Gondok dan Gondongan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/01/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika leher atau di bawah rahang membengkak, Anda mungkin sering mendengar istilah gondok dan gondongan. Namun, apakah kedua istilah ini adalah sama dan dapat diterapkan pada semua pembengkakan di leher? Banyak yang keliru bahwa segala macam pembengkakan atau benjolan di daerah leher disebut gondokan atau gondongan. Kedua istilah ini memang terdengar serupa tapi sebenarnya beda jauh.

Gondok adalah penyakit tiroid, sedangkan gondongan adalah penyakit infeksi

Secara sederhana, baik gondok dan gondongan merupakan dua penyakit yang menyerang jaringan dan kelenjar yang berbeda.

Gondok atau struma disebabkan oleh kelainan pada kelenjar tiroid. Di dalam tubuh, kelenjar tiroid bertugas untuk mengatur sistem metabolisme dan keseimbangan hormon. Kelainan yang dimaksud bisa berupa hipotiroid (aktivitas kelenjar tiroid menurun) atau hipertiroid (aktivitas kelenjar tiroid meningkat atau terlalu aktif).

Sedangkan gondongan adalah pembengkakan pada kelenjar liur, yaitu kelenjar parotis, akibat infeksi virus. Gondongan juga dikenal dengan sebutan mumps.

Bagaimana cara membedakan gondok dan gondongan?

Gondok dan gondongan sama-sama menimbulkan gejala berupa pembengkakan di daerah leher. Namun, ada beberapa perbedaan gejala lain yang harus diperhatikan.

Pada gondok, pembengkakan pada leher biasanya tidak nyeri. Gejala lainnya pun tergantung dari penyakit tiroid apa yang jadi penyebabnya. Entah itu hipotiroid atau hipertiroid.

Pada kondisi hipotiroid, gejala dapat berupa:

  • Lemas
  • Kenaikan berat badan dengan nafsu makan yang menurun
  • Tidak tahan dingin
  • Kulit kering dan rambut rontok
  • Perasaan mengantuk terus menerus
  • Sembelit (susah buang air besar)
  • Emosi tidak stabil dan sering lupa
  • Fungsi penglihatan dan pendengaran menurun

Pada kondisi hipertiroid, gejala berkebalikan dengan hipotirod, yaitu:

  • Penurunan berat badan
  • Tidak tahan panas
  • Perasaan cemas
  • Sering merasa deg-degan
  • Tremor (getaran anggota tubuh tanpa disadari, biasanya paling jelas terlihat pada tangan)
  • Hiperaktif

Pada gondok, untuk mengetahui apakah ditemukan kondisi hipotiroid atau hipertiroid, dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa kadar hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid. Gondok membutuhkan penanganan medis, mulai dari minum obat sampai dengan tindakan operasi. Gondok tidak bisa hilang dengan sendirinya.

Sedangkan pada gondongan, pembengkakan pada leher biasanya terasa nyeri dan teraba panas akibat proses peradangan. Gejala-gejala lainnya antara lain:

  • Demam
  • Lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada telinga yang tambah parah saat mengunyah atau bicara
  • Bengkak pada daerah sudut rahang

Pada gondongan, gejala biasanya akan menghilang sepenuhnya dan pulih kembali dalam waktu satu minggu. Penanganan medis tetap diperlukan, tapi hanya untuk membantu meredakan gejala. Ini karena infeksi akibat virus biasanya sembuh sendiri dalam waktu lima hingga tujuh hari.

Apakah semua pembengkakan atau benjolan di area leher pasti karena gondok atau gondongan?

Tentu saja tidak. Gondok dan gondongan hanyalah dua di antara sekian penyakit yang sering ditemukan dan dikenal masyarakat. Banyak sekali kondisi-kondisi lain yang dapat menyebabkan pembengkakan atau benjolan di area leher, beberapa contoh adalah pembengkakan kelenjar getah bening, kista, tumor, atau abses (penumpukan nanah).

Karena itu, untuk mendapatkan diagnosis pastinya, segera periksakan diri ke dokter. Dokter akan membantu Anda menangani kondisi dengan pengobatan dan anjuran perawatan diri tertentu. Semakin cepat penyakit dideteksi, kemungkinan sembuhnya pun lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Nafsu Seks Siapa yang Lebih Besar? Pria atau Wanita?

Semua orang punya nafsu seks yang berbeda. Namun apakah benar nafsu seks pria lebih besar dari wanita? Simak apa kata hasil penelitian.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Tak hanya efektif memangkas gelambir lemak perut, manfaat virgin coconut oil alias minyak kelapa dara sangat menakjubkan untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Fakta Unik 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Lemak Paha Anda Sulit Dihilangkan? Ini Penyebabnya

Tahukah Anda bahwa lemak paha adalah lemak yang sulit dihilangkan dibandingkan dengan lemak yang ada di bagian tubuh lain? Lalu apa penyebabnya?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

infeksi kandung kemih cystitis adalah

Infeksi Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 10 menit
kesehatan kandung kemih

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat ginseng buat pria

Ginseng Korea: Benarkah Ampuh Atasi Berbagai Masalah Seksual Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 4 menit
pijat prostat

Pijat Prostat, Benarkah Bisa Atasi Masalah Prostat dan Seksual?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 05/08/2020 . Waktu baca 6 menit