home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gondongan (Parotitis)

Apa itu gondongan (parotitis)?|Tanda-tanda dan gejala gondongan |Komplikasi|Penyebab parotitis |Faktor-faktor risiko |Diagnosis|Pengobatan gondongan|Cara mencegah gondongan
Gondongan (Parotitis)

Apa itu gondongan (parotitis)?

Penyakit gondongan atau parotitis adalah kondisi membengkaknya kelenjar air liur (parotis) akibat infeksi virus menular. Godongan adalah penyakit yang umum dialami oleh anak-anak.

Infeksi virus pada kelenjar air liur yang terletak di bawah telinga dapat menyebabkan peradangan. Akibatnya, pipi dan bagian di sekitar rahang terlihat membengkak dan menimbulkan rasa sakit. Bagian pipi yang bengkak biasanya juga terasa hangat.

Cara utama mengatasi parotitis adalah melalui pengobatan suportif di rumah guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Gejala gondongan kemudian bisa mereda dengan sendirinya.

Virus penyebab sakit gondongan sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya melalui droplet atau percikan air liur. Untungnya,penyakit ini bisa dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan melakukan vaksinasi.

Seberapa umumkah penyakit gondongan?

Setiap orang dapat mengalami penyakit gondongan, tapi hal tersebut umumnya lebih terjadi pada anak yang berusia 2 sampai 12 tahun. Namun, orang dewasa yang terinfeksi bisa mengalami gejala yang lebih berat dari anak-anak.

Anda dapat menghindari penyakit infeksi virus ini dengan cara mengurangi faktor-faktor risikonya. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan mendiskusikan keluhan dengan dokter Anda.

Tanda-tanda dan gejala gondongan

Saat Anda tertular, Anda mungkin tidak langsung merasa sakit. Masa inkubasi virus penyebab parotitis bisa berlangsung selama 7-21 hari sebelum akhirnya infeksi virus menunculkan gejala.

Beberapa gejala penyakit gondongan yang secara umum dialami meliputi:

  • Nyeri pada wajah atau kedua sisi pipi
  • Nyeri ketika mengunyah atau menelan
  • Demam naik-turun
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Pembengkakan rahang atau kelenjar parotis
  • Nyeri testis, pembengkakan skrotum

Gejala awal parotitis ditandai dengan demam rendah. Kemudian demam akan turun dan naik lagi hingga suhu tubuh mencapai 39° Celcius. Pembengkakan kelenjar air liur terjadi beberapa hari setelahnya, biasanya pada hari ketiga setelah gejala demam pertama muncul.

Pembengkakan kelenjar umumnya bisa bertahan selama 10 sampai 12 hari. Gondongan ini akan menyebabkan rasa sakit ketika menelan, berbicara, mengunyah atau saat bagian yang bengkak tertekan.

Gejala penyakit gondongan pada anak dan orang dewasa hampir sama. Hanya saja, gejala pada orang dewasa cenderung lebih parah.

Akan tetapi, gejala gondongan bisa sangat beragam. Setiap orang mungkin akan mengalami gejala yang berbeda-beda. Beberapa pasien bahkan bisa tidak merasakan gejala parotitis sama sekali.

Itulah sebabnya banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi dan baru akan menyadarinya setelah pembengkakan terjadi.

https://wp.hellosehat.com/pusat-kesehatan/penyakit-tiroid/beda-gondok-dan-gondongan/

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya mewaspadai ketika mengalami tanda-tanda dan gejala parotitis. Lakukanlah perawatan di rumah terlebih dulu dengan menambah asupan cairan dan memperbanyak istirahat.

Namun, jika gejala penyakit gondongan yang dialami tidak juga sembuh dan bertambah parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Komplikasi

Jika tidak diobati, penyakit parotitis ini bisa menyebabkan peradangan dan pembengkakan di beberapa bagian tubuh, seperti:

1. Radang otak

Infeksi virus penyebab dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis). Kondisi ini akan memunculkan gejala demam tinggi, leher kaku, sakit kepala, mual, dan muntah, mengantuk, serta kejang.

Biasanya gejala akan dimulai pada minggu pertama setelah kelenjar air liur membengkak. Kondisi ini sangat membahayakan hidup pasien.

2. Pankreatitis

Infeksi virus dapat menyebabkan pankreas meradang atau disebut juga dengan pankreatitis. Gangguannya seperti gejala gondongan disertai sakit perut di bagian atas serta mual dan muntah.

3. Orchitis

Laki-laki yang sudah puber bisa mengalami komplikasi dari penyakit pembengkakan pada kelenjar air liur ini.

Pembengkakan bisa menyerang satu atau dua buah zakar (orchitis). Rasanya sangat menyakitkan, tapi jarang menyebabkan kemandulan pada pria.

4. Meningitis

Infeksi virus penyebab parotitis dapat menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi membran dan cairan yang ada pada sumsum tulang belakang. Kondisi ini dikenal juga dengan meningitis.

5. Ooforitis dan mastitis

Perempuan yang sudah puber bisa mengalami komplikasi parotitis. Peradangan akan menyebar ke area indung telur (ooforitis) dan payudara (mastitis). Akan tetapi, kondisi ini jarang memengaruhi kesuburan wanita.

6. Komplikasi lainnya

Walaupun jarang terjadi, infeksi virus penyebab parotitis dapat menyebar ke area koklea dan bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen pada satu atau kedua telinga.

Selain itu, penyakit gondongan dapat meningkatkan risiko wanita hamil mengalami keguguran dibanding wanita yang hamil sehat.

Penyebab parotitis

Penyebab gondongan adalah infeksi virus paramyxovirus. Penyebaran dan penularan virus ini sama seperti penyakit flu, yaitu melalui air liur.

Saat orang yang terinfeksi bersin atau batuk, virus penyebab gondongan akan keluar bersama percikan air liur dan terhirup oleh orang yang sehat. Menurut studi tahun 2016 berjudul Mumps Virus Pathogenesis, hal ini adalah cara penularan gondongan yang paling umum.

Virus penyebab parotitis juga bisa menyebar melalui peralatan makan, bantal, pakaian, atau benda lainnya dan menginfeksi orang yang melakukan kontak dengan benda-benda tersebut. Namun, penularan cara ini lebih jarang terjadi.

Semakin sering dan semakin dekat Anda melakukan kontak dengan orang yang sakit, risiko penularan virus penyebab sakit gondongan akan semakin besar.

Masa penularan virus yang paling tinggi pada orang lain yaitu 2 hari sebelum munculnya gejala dan 5 hari pertama setelah kelenjar air liur mulai membengkak.

Faktor-faktor risiko

Virus penyebab gondongan bisa menginfeksi setiap waktu, tapi penyakit ini lebih sering dialami saat musim hujan. Penyakit gondongan ini juga bisa menyerang siapa saja, tapi umumnya lebih sering terjadi pada anak-anak.

Namun, orang dengan kondisi tertentu bisa lebih rentan terkena parotitis seperti:

  • Tidak melakukan vaksinasi.
  • Berusia sekitar 2-12 tahun.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah seperti penderita HIV/AIDS atau penyakit kanker.
  • Melakukan perjalanan ke daerah wabah dengan tingkat penularan virus penyebab gondongan yang tinggi.
  • Menjalani pengobatan kemoterapi atau mengonsumsi obat steroid secara jangka panjang.

Diagnosis

Sama seperti penyakit lainnya, dokter harus mengetahui dengan jelas penyebab pembengkakan pada kelenjar air liur untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Dalam pemeriksaan awal, dokter akan mengevaluasi gejala gondongan apa saja yang dirasakan. Anda mungkin akan disarankan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah benar pembengkakan disebabkan oleh virus jenis paramyxovirus atau virus lain.

Pasalnya, pembengkakan kelenjar air liur juga bisa menandakan penyakit lain. Jika dari tes darah diketahui penyebab pembengkakan bukanlah infeksi virus parotitis, Anda mungkin mengalami penyakit lain seperti:

  • Tersumbatnya kelenjar air liur
  • Amandel (tonsilitis)
  • Kanker kelenjar air liur
  • Sindrom Sjögren
  • Efek samping penggunaan obat diuretik tiazid
  • Sarkoidosis
  • Penyakit kelainan atau gangguan pada IgG-4

Pengobatan gondongan

Tidak ada obat antivirus yang dikhususkan untuk menyembuhkan penyakit gondongan. Untungnya, penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan sederhana.

Selama virus penyebab parotitis belum menyebar dan tidak menyebabkan komplikasi, Anda bisa melakukan perawatan mandiri di rumah. Utamakan untuk memperbanyak istirahat dan minum air putih agar menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Obat parotitis yang biasanya digunakan adalah obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau paracetamol dan ibuprofen. Untuk aspirin, sebaiknya tidak digunakan untuk pasien dengan usia di bawah 16 tahun. Obat-obatan tersebut bisa Anda dapatkan dengan mudah di apotek.

Obat ini dapat menurunkan suhu tubuh sehingga kembali normal dan mengurangi rasa nyeri pada pipi atau rahang akibat pembengkakan.

Tidak dianjurkan untuk menggunakan antibiotik dalam mengobati gondongan karena penyakit ini disebabkan oleh virus bukan bakteri.

Untuk penyakit parotitis yang sudah menimbulkan komplikasi, menggunakan obat apotek biasa tidak cukup efektif untuk menyembuhkan.

Anda perlu mendapatkan pengobatan gondongan lebih lanjut. Pada gejala gondongan yang parah atau terjadi komplikasi, Anda mungkin harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Cara pengobatan di rumah

Karena obat parotitis tidak tersedia, maka pengobatan akan difokuskan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Langkah-langkah pengobatan gondongan di rumah yang bisa Anda lakukan antara lain:

  • Istirahat sebanyak mungkin sampai bengkak di kelenjar hilang dan gejala lainnya mereda.
  • Perbanyak minum air putih dan makanan bernutrisi. Pilih makanan yang bertekstur lembut dan mudah ditelan seperti sup, bubur, telur orak-arik atau kentang tumbuk.
  • Hindari jus buah yang rasanya asam karena dapat mengiritasi kelenjar air liur.
  • Kompres bagian yang bengkak dengan handuk lembut hangat atau dingin. Cara ini dapat mengurangi rasa nyeri pada pembengkakan kelenjar air liur.

Cara mencegah gondongan

Banyak cara untuk menghindari Anda dari penularan virus penyebab parotitis. Berikut cara yang bisa Anda lakukan agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit gondongan.

1. Mendapatkan vaksin MMR

Cara mencegah penularan infeksi virus penyebab gondongan sebenarnya bisa dilakukan sejak dini, yaitu dengan pemberian vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) saat bayi.

Vaksin ini diberikan dua kali dosis, yaitu pada anak-anak usia 12-15 bulan dan usia 4-6 tahun. Di Indonesia, vaksin MMR diwajibkan untuk diberikan pada anak dan sudah dijadwalkan pemberiannya pada imunisasi dasar.

Pemberian vaksin memang ampuh, tapi tidak berlaku pada semua orang. Ada orang yang tetap terinfeksi penyakit walaupun sudah melakukan vaksinasi. Namun, gejala parotitis tidak akan separah pada orang yang tidak mendapatkan vaksinasi.

2. Menghindari kontak atau menjauhi orang yang terinfeksi

Saat ada keluarga atau teman yang terkena parotitis, sebaiknya jauhkan diri atau anak Anda dengan orang itu. Sebab virus penyebab gondongan dapat menular melalui tetesan air liur saat pasien bersin atau batuk.

Selain itu, jangan gunakan peralatan makan yang sama atau hindari berbagi makanan atau minuman yang sama dengan orang yang sakit gondongan.

3. Menjaga kebersihan diri

Tetesan air liur pasien bisa mengenai benda-benda sekitarnya atau menempel pada tangan dan berpindah ke mainan, meja, atau gagang pintu.

Agar bersih dari virus penyebab sakit gondongan, utamakan selalu untuk cuci tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih dengan air yang mengalir.

Jika Anda sakit gondongan, hindari kontak langsung dalam jangka waktu lama dan terlalu dekat dengan orang lain setidaknya 5 hari setelah kelenjar air liur mulai bengkak. Sebab pada waktu itu, Anda bisa cepat menularkan virus pada orang lain.

Gunakan masker atau tisu saat bersin atau batuk, supaya virus tidak menyebar dengan mudah.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Gouma, S., Koopmans, M. P., & van Binnendijk, R. S. (2016). Mumps virus pathogenesis: Insights and knowledge gaps. Human vaccines & immunotherapeutics, 12(12), 3110–3112. https://doi.org/10.1080/21645515.2016.1210745

Davison, P., & Morris, J. (2020). Mumps. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534785/

CDC. (2020). Mumps | Home. Retrieved 7 December 2020, from https://www.cdc.gov/mumps/index.html

CDC. (2020). Mumps | Outbreak Questions and Answers for Patients. Retrieved 7 December 2020, from https://www.cdc.gov/mumps/outbreaks/outbreak-patient-qa.html

Mayo Clinic. (2020). Mumps – Symptoms and causes. Retrieved 7 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/symptoms-causes/syc-20375361

Mayo Clinic. (2020). Mumps – Diagnosis and treatment. Retrieved 7 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mumps/diagnosis-treatment/drc-20375366

Nemours KidsHealth. (2020). Mumps (for Parents). Retrieved 7 December 2020, from https://kidshealth.org/en/parents/mumps.html

 

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 07/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x