Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gondongan Pada Anak, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Apa itu gondongan?|Tanda dan gejala gondongan pada anak|Penyebab gondongan pada anak|Faktor yang meningkatkan risiko anak terkena gondongan|Komplikasi yang bisa terjadi akibat gondongan|Pengobatan gondongan pada anak|Cara mencegah gondongan pada anak
Gondongan Pada Anak, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Gondongan merupakan salah satu penyakit menular yang sering menyerang si kecil. Untuk mencegah penyakit ini, anak perlu mendapatkan vaksin saat ia masih bayi. Berikut penjelasan lengkap seputar gondongan, mulai dari gejala pada anak dan bayi, sampai pengobatannya.

 

Apa itu gondongan?

Mengutip dari Boston Children Hospital, gondongan adalah salah satu penyakit menular yang menyebabkan demam serta bengkak pada kelenjar ludah di mulut dan dekat telinga.

Kondisi ini berbeda dengan gondok. Gondongan atau parotitis atau mumps adalah penyakit karena virus. Sementara itu, penyebab penyakit gondok pada anak karena kekurangan zat gizi yodium.

Mengingat penyebab gondongan adalah virus, maka penyakit ini bisa menular yaitu melalui air liur (ludah).

Namun, gondongan tidak lebih menular daripada campak atau cacar. Orang yang memiliki gondongan bisa menular pada dua hari sebelum gejala muncul, sampai enam hari setelah gejala berakhir.

Gondongan biasanya menyerang anak usia 2-14 tahun. Anak usia kurang dari 2 tahun, terutama kurang dari 1 tahun biasanya sangat jarang menderita penyakit ini.

Hal ini mungkin karena anak usia kurang dari 2 tahun masih memiliki antibodi yang baik dari ibunya.

Tanda dan gejala gondongan pada anak

Gejala penyakit ini bisa berbeda-beda pada setiap anak. Kemungkinan gejala akan terlihat 16-18 hari setelah si kecil terpapar virus penyebab gondongan.

Gejala umum pada fase awal gondongan pada anak yaitu:

Dalam 24 jam setelah gejala ringan di atas, anak akan merasakan tanda lanjutan, seperti:

  • Rasa sakit pada telinga atau wajah,
  • Sakit semakin parah saat mengunyah, dan
  • Nyeri parah ketika makan makanan asam yang meningkatkan produksi liur.

Setelah 24 jam berikutnya, anak akan merasakan gejala yang semakin parah, yaitu:

  • Pembengkakan pada salah satu kelenjar ludah dekat telinga,
  • Terkadang anak bisa mengalami pembengkakan pada kedua kelenjar ludah di pipi kiri dan kanan.

Bila melihat rangkaian gejala gondongan, pipi si kecil mulai bengkak ketika 2 hari setelah gejala pertama.

Tidak ada perbedaan antara gejala gondongan pada anak dan bayi. Bila ibu menemukan tanda-tanda tersebut pada si kecil, segera hubungi dokter.

Penyebab gondongan pada anak

Penyebab penyakit gondongan adalah virus bernama paramyxovirus yang menyebar dari satu anak ke anak lain.

Penyebaran virus paramyxovirus adalah melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung dan tenggorokan. Ambil contoh, teman yang terinfeksi bersin lalu memegang tangan anak.

Virus yang terinfeksi juga bisa menyebar lewat udara, pemakaian alat makan bersamaan, dan percakapan yang sangat dekat, sehingga bisa terhirup oleh orang lain.

Anak bisa tertular selama 7 hari sebelum gejala muncul dan menularkan kepada anak lain selama 5-9 hari setelahnya.

Faktor yang meningkatkan risiko anak terkena gondongan

Mengutip dari Cedar Sinai, anak yang tidak menerima vaksin MMR dan terpapar oleh orang yang terinfeksi sangat berisiko terkena gondongan.

Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI),vaksin MMR sudah bisa anak terima saat ia berusia 15 bulan.

Vaksin MMR bisa mencegah anak dari 3 penyakit menular, yaitu measles (campak), mumps (gondongan), dan rubella (campak jerman).

Komplikasi yang bisa terjadi akibat gondongan

Jika gondongan pada anak tidak mendapat penanganan yang baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi. Walau memang sangat jarang terjadi.

Virus gondongan memang menyebabkan peradangan pada kelenjar parotis, tetapi virus ini juga dapat menyebabkan peradangan pada bagian tubuh lain.

Peradangan pada bagian tubuh lain seperti pada otak dan organ reproduksi, sehingga gondongan bisa menjalar menjadi komplikasi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat gondongan adalah:

Sebelum menjadi komplikasi, ada baiknya orangtua segera membawa anak ke dokter ketika menemukan gejala.

Pengobatan gondongan pada anak

Mengingat gondok dan gondongan pada anak adalah dua penyakit berbeda, maka cara mengobatinya juga tidak bisa ibu samakan.

Perawatan dan penanganan penyakit gondongan pada anak dan bayi tergantung pada gejala, usia, dan kondisi kesehatan si kecil.

Namun, hal yang pasti adalah si kecil tidak akan menerima antibiotik karena penyebab penyakit gondongan karena virus, bukan bakteri.

Untuk pengobatan pertama yang membantu meringankan gejala, orangtua bisa melakukan hal ini.

  • banyak istirahat,
  • minum banyak cairan, dan
  • minum obat penurun demam (acetaminophen atau ibuprofen).

Obat gondongan untuk anak bisa ibu sesuaikan dengan usia si kecil. Sebaiknya tidak memberikan ibuprofen pada bayi gondongan usia kurang dari 6 bulan.

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat dan penanganan yang tepat.

Cara mencegah gondongan pada anak

Vaksin MMR adalah cara mencegah penyakit ini. Berdasarkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin MMR bisa anak terima saat usia 15 bulan.

Kemudian jadwal pemberian vaksin ulang pada saat usia anak 5-6 tahun. Vaksin untuk mencegah penyakit gondongan bersamaan dengan penyakit campak dan campak jerman (rubella).

Setelah menerima vaksin ini, kemungkinan untuk terkena gondongan sangat kecil.

Hal ini karena dalam tubuh anak sudah terbentuk antibodi untuk melawan virus penyebab gondongan (jika virus masuk ke tubuh si kecil).

Oleh karena itu, pemberian vaksin gondongan penting untuk bayi dan anak-anak agar mengurangi angka penyakit gondongan di Indonesia.

Pemberian vaksin MMR yang merata dapat memperkecil kemungkinan anak yang terkena tertular gondongan.

Pada akhirnya, penyakit gondongan bisa sangat langka di Indonesia.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mumps in Children | Cedars-Sinai. (2021). Retrieved 20 May 2021, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions—pediatrics/m/mumps-in-children.html#:~:text=The%20most%20common%20symptoms%20of%20mumps%20include%20pain%20and%20swelling,fluids%2C%20and%20acetaminophen%20for%20discomfort

Mumps Symptoms & Causes | Boston Children’s Hospital. (2021). Retrieved 20 May 2021, from https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/m/mumps/symptoms-and-causes

Mumps . (2017). Retrieved 20 May 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/mumps/

Mumps (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 20 May 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/mumps.html

IDAI | Jadwal Imunisasi IDAI 2020. (2021). Retrieved 20 May 2021, from https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 20/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita