Sering Sakit Perut Parah? Hati-hati Penyakit Radang Usus

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Inflammatory bowel disease (IBD) atau yang juga dikenal dengan nama penyakit radang usus (kolitis) adalah kondisi gangguan yang menyebabkan sistem pencernaan jadi meradang. Sistem pencernaan terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus kecil, dan usus besar. Mereka berperan untuk mengurai makanan, mendapatkan nutrisi dari makanan, dan mengeluarkan produk sampah yang tidak diperlukan.

Apa jenis penyakit radang usus?

Ada tiga jenis radang usus yang paling umum. Jenis yang paling umum dari penyakit radang usus adalah ulcerative colitis, pancolitis dan penyakit Crohn.

1. Ulcerative colitis

sakit perut setelah buka puasa

Ulcerative colitis bisa dikelompokkan menurut lokasi peradangan dan keparahan gejala:

  • Ulcerative proctitis. Ini adalah jenis ulcerative colitis  yang paling ringan. Peradangannya sering terjadi di dekat anus.
  • Proctosigmoiditis. Peradangan terjadi pada rektum dan  ujung bawah usus besar.
  • Left-sided colitis. Peradangan meluas dari rektum melalui sigmoid dan descending colon.
  • a berbeda, tetapi biasanya menyerang ileum (bagian akhir usus kecil) dan usus besar.

Jangan tertukar antara radang usus (IBD) dan sindrom iritasi usus alias irritable bowel sydrome (IBS). IBS ditandai dengan kontraksi abnormal dinding usus, sedangkan IBD mengacu pada kondisi yang menyebabkan peradangan.

2. Pancolitis

penyebab sakit perut

Pancolitis adalah peradangan pada seluruh lapisan usus besar. Pancolitis termasuk peradangan kronis, yang bisa menyebabkan tumbuhnya bisul dalam usus atau malah membuat usus terluka. Radang usus seringkali dikaitkan dengan usus buntu atau inflammatory bowel disease (IBD). Namun ketika peradangan secara spesifik hanya menyerang usus besar, kondisi ini disebut dengan pancolitis.

Seiring waktu, peradangan pada lapisan usus menyebabkan luka. Dinding usus kemudian kehilangan kemampuan untuk mengolah makanan, sisa makanan untuk dibuang, dan menyerap air. Hal ini menyebabkan diare. Luka kecil yang berkembang di usus kemudian menyebabkan Anda mengalami sakit perut dan BAB berdarah. Berkurangnya nafsu makan, kelelahan, dan penurunan berat badan pada akhirnya dapat memicuanoreksia.

Gejala pancolitis

Gejala lain juga dapat dipengaruhi oleh peradangan usus besar ini, termasuk nyeri sendi (biasanya di lutut, pergelangan kaki, dan pergelangan tangan). Tak menutup kemungkinan gejala pancolitis juga dapat memengaruhi mata. Jika tidak diobati dengan baik, peradangan usus besar dapat menyebabkan komplikasi fatal seperti perdarahan parah, perforasi usus (perlubangan usus), usus hipertrofik (perenggangan usus), hingga radang selaput perut. Pancolitis juga membuat Anda berisiko lebih tinggi untuk terkena kanker usus besar.

3. Penyakit Crohn

Membedakan Jenis Sakit Perut Berdasarkan Penyebabnya

Penyakit Crohn adalah penyakit autoimun kronis menyebabkan radang usus yang terjadi di sepanjang saluran pencernaan dari mulut hingga anus. Akan tetapi, kondisi ini paling sering terjadi pada usus halus (ileum) atau usus besar (kolon). Penyebabnya kemungkinan besar karena reaksi sistem imun dan juga faktor keturunan.

Pada dasarnya kesehatan mental dan fisik sangat berkaitan. Misalnya, saat Anda merasa gugup tak jarang Anda merasa mual bahkan sakit perut. Nah, begitu pun dengan penyakit radang usus yang disebabkan oleh gangguan autoimun atau yang disebut dengan penyakit Crohn’s. Dikutip dari WebMD, penelitian membuktikan penyakit Crohn berhubungan erat dengan depresi.

Apa saja tanda dan gejala penyakit radang usus?

Meskipun kondisinya sangat berbeda, baik ulcerative colitis, pancolitis atau penyakit Crohn memiliki beberapa gejala yang sama:

  • Nyeri perut dan kram
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Perdarahan anus
  • Kram atau kejang  pada otot
  • Penurunan berat badan
  • Demam dan kelelahan
  • Berkurangnya nafsu makan

Seiring waktu, peradangan pada lapisan usus menyebabkan luka. Dinding usus kemudian kehilangan kemampuan untuk mengolah makanan, limbah, dan menyerap air, sehingga menyebabkan diare. Luka kecil berkembang di usus lalu menyebabkan sakit perut dan darah dalam tinja Anda.

Hal ini dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh, seperti mata, kulit dan sendi. Penderita IBD dapat berlanjut menderita radang pada mata, gangguan kulit, dan arthritis.

Mungkin ada saat-saat ketika gejala aktif dan saat-saat ketika gejala hilang. Pada penyakit Crohn, 35% penderita yang sudah sembuh mengalami 1 atau 2 kali kambuh dalam 5 tahun setelahnya. Remisi penderita ulcerative colitis lebih tinggi, di mana 30% dari orang dalam remisi akan mengalami penyakit aktif tahun depan.

Apa penyebab dan pemicu risiko radang usus?

Tidak ada penyebab pasti dari penyakit radang usus. Beberapa faktor dapat memicu atau membuat gejala memburuk. Dua penyebab yang paling umum adalah kerusakan dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

  • Sistem kekebalan tubuh tidak normal: Sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan usus bukan bakteri dan virus.
  • Keturunan: Orang dengan anggota keluarga yang memiliki kondisi ini sering memiliki penyakit radang usus.
  • Menu makan: Menu makan yang tinggi protein daging dan ikan dapat menyebabkan keracunan sel dan luka pada usus.
  • Umur: IBD sering didiagnosis pada orang di bawah 35 tahun, tetapi bisa terjadi pada siapa saja.
  • Jenis kelamin: IBD dapat mempengaruhi kedua jenis kelamin. Tetapi lebih banyak kasus ulcerative colitis terjadi pada laki-laki, sementara penyakit Crohn lebih sering terjadi pada wanita.
  • Merokok: Merokok meningkatkan risiko penyakit Crohn juga membuat gejala lebih buruk. Namun, perokok cenderung berkemungkinan lebih besar terkena ulcerative colitis  dibanding bukan perokok dan mantan perokok.
  • Isotretinoin (Amnesteem®, Claravis®, Sotret®; sebelumnya Accutane®): Tidak ada hubungan yang jelas antara IDB dan isotretinion, tapi beberapa studi menunjukkan obat ini menjadi faktor risiko. Isotretinoin biasanya digunakan untuk mengobati kista atau jerawat.
  • NSAIDS. Obat anti-inflamasi nonsteroidal seperti ibuprofen (Advil®, Motrin IB®, dll), naproxen sodium (Aleve®, Anaprox®), natrium diklofenak (Voltaren®, Solaraze®) dan lain-lain: Obat-obat ini dapat meningkatkan risiko munculnya IBD atau memperburuk penyakit IBD yang sudah ada.

Penyebab radang usus berdasarkan jenisnya

Sebenarnya, bisa terjadi dalam beberapa jenis tergantung dengan penyebabnya masing-masing. Apa saja jenis radang usus jika dilihat dari penyebabnya?

1. Radang usus akibat infeksi

gejala radang usus ciri-ciri radang usus

Kolitis adalah penyakit radang pada usus yang bisa disebabkan oleh tiga jenis infeksi berikut ini.

  • Bakteri. Sebagian besar, bakteri ini mencemari makanan sehingga dapat masuk ke dalam peru Anda. beberapa jenis bakteri yang menyebabkan radang usus adalah Campylobacter, Shigella, E.Coli, Yersinia, dan Salmonella
  • Virus, yang menyebabkan radang usus adalah cytomegalovirus, yang biasanya menyerang orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Radang usus jenis ini, memang agak jarang terjadi.
  • Parasit, penyebab usus meradang yaitu giardia, yang masuk ke dalam tubuh melalui air yang tercemar. Biasanya, parasit ini ada di dalam air kolam renang, air sungai, hingga air danau, sehingga sangat mudah menginfeksi tubuh orang yang suka berkreasi ke tempat tersebut.

2. Radang usus akibat iskemik

kolitis adalah radang usus

Iskemik adalah kondisi di mana suatu jaringan tubuh mengalami kerusakan sel, akibat tidak adanya aliran darah ke bagian jaringan tersebut. Hal ini yang terjadi pada usus jika mengalami kolitis iskemik. Dalam kondisi ini, radang dan luka muncul akibat gangguan aliran darah ke bagian usus, sehingga usus tak mendapatkan makanan.  Lama-kelamaan, jaringan usus rusak dan muncul luka serta peradangan. Orang yang berisiko untuk mengalami hal ini yaitu:

  • Orang yang lanjut usia (lansia). Penuaan mengakibatkan aliran darah sudah tak baik dan lancar lagi, selain itu, lansia yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi memiliki peluang yang lebih tinggi untuk mengalami kolitis iskemik.
  • Pasien dengan atrial fibrilasi, yang memang memiliki gangguan aliran darah di dalam tubuhnya
  • Orang yang mengalami anemia atau tekanan darah rendah

3. Radang usus akibat inflammatory bowel syndrome (IBD)

irritable bowel syndrome

Penyakit inflammatory bowel syndrome (IBD) atau iritasi usus dapat menyebabkan penderitanya mengalami radang di bagian usus. Masalah kesehatan ini berhubungan dengan gangguan autoimun. Radang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuhnya sendiri yang sehat dan akhirnya mengalami peradangan usus. Kondisi ini yang terjadi pada penderita IBD yaitu kolitis ulseratif dan penyakit Crohn.

4. Radang usus mikroskopik

cara alami mengatasi sakit perut

Kondisi ini cukup jarang terjadi dan biasanya menyerang wanita yang telah lanjut usia. Diduga kuat, penyakit ini diakibatkan oleh genetik. Akan tetapi, penyebab pastinya belum diketahui.  Gangguan kesehatan ini menyebabkan penderitanya mengalami diare berkepanjangan.

5. Radang usus  akibat alergi

alergi gula

Hati-hati, radang usus juga bisa disebabkan oleh alergi makanan yang biasanya rentan terjadi pada bayi di bawah satu tahun. Ketika si kecil alergi terhadap suatu makanan seperti susu sapi atau susu kacang kedelai, maka tubuh akan mengeluarkan respon alergi dan peradangan. Dalam kasus ini, yang meradang adalah usus.

Pengobatan apa yang harus dijalani jika terkena radang usus?

Pengobatan penyakit ini sebenarnya akan disesuaikan dengan jenisnya masing-masing. Namun, beberapa pertolongan pertama yang akan dilakukan adalah berupa pencegahan agar tubuh tak mengalami dehidrasi dan memberikan obat untuk meringankan gejala.

1. Obat

Dokter Anda mungkin menyarankan obat-obatan untuk mengobati peradangan dan mengurangi gejala radang usus. Obat-obatan yang biasa digunakan adalah aminosalisilat, antibiotik (seperti metronidazole, ciprofloxacin, rifaximin), obat-obatan kortikosteroid, dan obat-obatan untuk mencegah diare maupun kram perut.

  • Kolitis akibat infeksi bakteri akan ditangani dengan cara memberikan antibiotik
  • Kolitis iskemik diobati dengan cara memberikan obat-obatan yang membuat aliran darah kembali membaik. Pasien dengan gangguan ini biasanya akan diberikan cairan yang lebih untuk menghindari dehidrasi.
  • Nyeri perut dan diare diatasi dengan cara pemberian obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol atauibuprofen. Sementara obat yang digunakan untuk menghentikan diare salah satunya adalah Loperamid.

Ada beberapa pengobatan untuk penyakit radang usus. Pengobatan sering mulai dengan obat, atau mungkin perlu dilakukan operasi jika obat-obatan tidak mempan.

2. Operasi

Operasi dapat digunakan untuk menyembuhkan kondis  ulcerative colitis. Namun, penyakit Crohn mungkin masih dapat kembali walaupun dengan operasi.

Operasi penyakit Crohn tidak menyembuhkan kondisi. Kebanyakan penderita penyakit Crohn membutuhkan setidaknya satu operasi dalam pengobatan mereka. Operasi akan mengangkat bagian yang rusak dari usus dan menghubungkannya dengan jaringan sehat.

Radang usus dapat menyerang siapa saja. Sayangnya, belum ada obat untuk mengobati kondisi ini. Cara terbaik untuk mengobati penyakit radang usus adalah mencegah kambuh dan mengontrol gejala. Anda dapat menanyakan metode pencegahan dan memberitahu setiap perubahan dalam menu makan Anda.

Apakah kondisi kolitis dapat dicegah?

Untuk radang usus yang disebabkan oleh infeksi dan alergi dapat dicegah, sedangkan radang usus akibat penyakit autoimun atau genetik, belum diketahui bagaimana cara mencegahnya. Infeksi penyebab radang usus bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan/minuman serta kebersihan diri. Sementara, untuk alergi makanan sebaiknya hindari makanan yang dapat membuat alergi muncul.

Hindari makanan yang akan membuat radang usus makin memburuk

makanan kekinian bikin lapar

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda hindari jika Anda memiliki kondisi peradangan pada usus:

  • Makanan pemicu dan makanan alergi: Penderita radang usus sering memiliki makanan pemicu radang usus, yaitu makanan yang bisa membuat gejala mereka lebih buruk. Mereka mungkin juga memiliki makanan alergi, yaitu makanan yang menyebabkan reaksi imun. Anda harus menghindari makanan ini jika menderita radang pada usus.
  • Buah-buahan dan sayuran (terutama buah berkulit): Buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan serat yang tinggi. Perut Anda tidak dapat mencerna serat dan makan makanan berserat tinggi dapat membuat gejala lebih buruk. Anda dapat membuat buah dan sayur lebih mudah di makan dengan dikukus, dipanggang, atau direbus.
  • Serat. Umumnya, sayuran memiliki kandungan serat yang lebih tinggi seperti dalam brokoli, kembang kol, kacang-kacangan, biji-bijian, jagung, dan popcorn. Anda mungkin akan diberi tahu untuk membatasi serat atau melakukan diet rendah residu jika Anda mengalami penyempitan usus (striktur).
  • Kacang, plum, dan popcorn: Kacang, kacang-kacangan dan biji penuh dengan nutrisi. Namun, mereka tinggi lemak dan protein, yang buruk bagi pencernaan Anda yang terganggu. Ditambah makanan tersebut keras, sulit dicerna sehingga dapat mengiritasi perut Anda.
  • Makanan tinggi lemak: Makanan berlemak, seperti mentega, margarin, saus krim, dan makanan yang digoreng dapat menyebabkan diare. Terutama jika Anda memiliki penyakit Crohn, Anda tidak bisa mencerna lemak normal.
  • Kafein dan alkohol: Alkohol dan minuman berkafein memperparah diare, sedangkan minuman bersoda sering menghasilkan gas. Cobalah untuk minum banyak cairan setiap hari. Air adalah pilihan terbaik.
  • Makanan pedas: Makanan pedas dapat membuat tanda-tanda dan gejala lebih buruk.
  • Produk susu: Bagi orang dengan intoleransi laktosa, susu bukanlah pilihan. Namun, orang-orang penderita radang usus juga melaporkan produk susu menyebabkan diare, sakit perut, dan gas.
  • Porsi makan yang besar: Anda mungkin akan merasa lebih baik makan lima atau enam porsi kecil sehari ketimbang dua atau tiga porsi yang lebih besar.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca