Jangan Salah, Begini Cara Membedakan Nyeri Sendi dan Nyeri Tulang

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ada banyak orang yang mengalami sendi kaku, kram, dan nyeri saat bangun tidur. Biasanya, hal ini merupakan gejala awal rematik. Namun terkadang, orang dengan rematik masih bingung membedakan dari mana asal nyerinya, apakah berasal dari persendian atau justru ke tulang. Memang, bagaimana, sih, cara membedakan nyeri sendi dan nyeri tulang? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa itu nyeri tulang?

shin splints nyeri tulang kering

Nyeri tulang terjadi ada sesuatu hal yang menyebabkan tulang menjadi meradang. Ketika Anda mengalami nyeri tulang, umumnya tidak hanya satu tulang saja yang terasa sakit, tapi bisa mengenai beberapa tulang.

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan Anda terkena nyeri tulang, di antaranya:

  1. Cedera saat olahraga atau kecelakaan
  2. Kekurangan mineral
  3. Infeksi tulang (osteomielitis)
  4. Kanker tulang
  5. Leukemia
  6. Penyakit yang menghambat aliran darah ke tulang, seperti anemia sel sabit

Gejala nyeri tulang cenderung berbeda-beda pada setiap orang, tergantung dari penyebabnya itu sendiri. Namun secara umum, orang yang terkena nyeri tulang akan merasakan nyeri dan tekanan hebat di bagian tulang, kram, bengkak, hingga susah tidur.

Cara membedakan nyeri sendi dan nyeri tulang

penyebab nyeri sendi obat nyeri pereda alami

Orang yang terkena rematik atau asam urat mungkin sudah tak asing lagi dengan nyeri sendi. Namun terkadang, Anda mungkin masih bingung membedakan apakah yang Anda alami ini termasuk nyeri sendi atau justru nyeri tulang.

Meski namanya berbeda, perlu diketahui bahwa sendi terbentuk dari beberapa tulang yang terhubung. Ya, sendi merupakan celah yang terbuat dari dua tulang yang saling terhubung dan dapat ditemukan di seluruh tubuh.

Tak usah bingung, berikut ini cara membedakan nyeri tulang dan nyeri sendi.

1. Tingkat keparahan nyeri

Cara paling mudah untuk membedakan nyeri sendi dan nyeri tulang adalah dilihat dari seberapa parah rasa sakit yang Anda rasakan. Nyeri tulang cenderung terasa lebih hebat daripada nyeri sendi atau nyeri otot.

Nyeri tulang biasanya digambarkan dengan rasa sakit yang tajam, terutama jika disebabkan oleh patah tulang. Begitu juga dengan kanker tulang, rasanya seperti ditusuk-tusuk mirip dengan nyeri patah tulang.

Bagaimana dengan nyeri sendi? Meski kadang terasa menyakitkan, nyeri di bagian persendian umumnya terasa lebih ringan. Pasalnya, nyeri akan dirasakan di sekitar sendi yang meradang sehingga lebih mampu ditahan atau dikendalikan.

2. Rasa nyeri yang kambuh

Nyeri sendi dan nyeri tulang juga bisa dibedakan dengan cara melihat seberapa sering kambuhnya. Rasa sakit di bagian sendi biasanya tidak mudah kambuh. Biasanya, rasa sakitnya muncul saat Anda menggerakkan bagian persendian yang membengkak atau meradang. Begitu Anda beristirahat, nyeri sendi tersebut berangsur-angsur membaik.

Berbeda dengan itu, nyeri tulang justru terasa sepanjang waktu. Nyeri tulang cenderung gampang kambuh, entah saat Anda bergerak atau bahkan sedang beristirahat tanpa melakukan apa pun.

Konsultasi ke dokter adalah solusi terbaik

Di mana pun letak nyerinya, entah itu di bagian sendi atau tulang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Terlebih jika nyeri yang Anda rasakan semakin memburuk dan berlangsung cukup lama.

Beri tahukan dokter semua yang Anda rasakan, mulai dari letak nyeri, sudah berapa lama terjadi, dan seberapa parah rasa sakitnya. Dokter akan mencocokkan riwayat penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik, guna memastikan penyebabnya.

Sebagai langkah awal, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau obat NSAID. Jenis obat-obatan ini berfungsi untuk meredakan nyeri dan bengkak yang terjadi di bagian persendian atau tulang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit
obat cacing kremi

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit
ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit