Benarkah Makan Teripang (Timun Laut) Bisa Mengobati Nyeri Sendi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, perairan Indonesia kaya akan biota laut yang berpotensi baik buat kesehatan manusia. Ambil contohnya teripang atau yang juga disebut sebagai timun laut. Teripang biasa ditemukan di laut dangkal. Siapa sangka hewan berduri lunak ini banyak digunakan oleh masyarakat sekitar sebagai obat nyeri sendi atau artritis? Namun tinggu dulu. Apa kata dunia medis soal manfaat teripang ini?

Manfaat teripang untuk obat nyeri sendi

manfaat teripang si timun laut

Teripang adalah hewan laut lunak berbentuk seperti cacing atau ulat yang cukup besar. Hewan laut ini bisa ditemukan di lautan Asia Pasifik, termasuk perairan Indonesia. Tidak jarang juga teripang diternakkan di kolam buatan untuk dikonsumsi.

Hewan yang punya julukan timun laut ini sebetulnya sudah lama dibudidayakan dalam pengobatan tradisional Cina untuk berbagai macam penyakit, salah satunya nyeri sendi. Sebagai obat nyeri sendi, teripang sering dikonsumsi dengan cara dikeringkan, digoreng, diasamkan, atau bahkan dimakan mentah-mentah. 

Teorinya karena daging teripang mengandung zat chondroitin sulfate. Chondroitin adalah zat pembentuk jaringan ikat yang secara alami juga ditemukan dalam tulang rangka, tulang rawan, dan persendian manusia. Itu kenapa manfaat teripang dipercaya dapat membantu meredakan nyeri sendi dan nyeri tulang akibat arthritis. Terutama nyeri di persendian tangan dan pinggul.

Peran chondroitin untuk meredakan nyeri sendi

Chondroitin alami yang terdapat dalam tubuh manusia berfungsi meningkatkan produksi kolagen dan memblokir enzim yang memecah kartilago (tulang rawan).

Fungsi chondroitin untuk menguatkan tulang dan persendian dilaporkan meningkat jika bekerja sama dengan suplemen glukosamin. Kombinasi kedua zat ini dapat mengembalikan hilangnya kepadatan tulang.

Sebuah laporan dari Cochrane Library yang melibatkan lebih dari 9 ribu orang menilai bahwa zat chondroitin juga mampu meredakan nyeri sendi akibat osteoarthritis. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga melaporkan chondroitin dapat memperbaiki gejala nyeri sendi jangka pendek yang umumnya berjalan kurang dari 6 bulan.

Manfaat teripang lainnya untuk kesehatan

Perlu dipahami bahwa penelitian yang mengamati manfaat teripang sebagai obat nyeri sendi masih termasuk skala kecil. Butuh penelitian yang lebih banyak dan lebih mendalam lagi guna memastikan potensi manfaat kesehatannya yang satu ini.

Selain berpotensi mengatasi nyeri sendi, teripang juga punya beberapa manfaat kesehatan lainnya yang bisa Anda dapatkan. Antara lain:

1. Tinggi protein

Teripang merupakan hewan laut yang tinggi protein. Menurut Subhuti Dharmananda, Kepala Institute for Traditional Medicine di Portland, Oregon, kandungan protein dalam hewan laut ini lebih banyak dibandingkan dengan protein dalam putih telur.

Jadi, mengonsumsi hewan laut ini bisa jadi alternatif sumber protein yang lebih baik untuk orang dengan penyakit jantung dan bagi Anda yang sedang diet tinggi protein.

2. Berpotensi mencegah kanker

Teripang mengandung zat sitotoksin, yang terbukti dapat melawan perkembangan lima jenis sel kanker, termasuk kanker payudara, prostat, dan sel kanker kulit.

Sementara itu, studi lain juga menemukan bahwa senyawa Ds-echinoside dalam teripang juga berpotensi mengurangi penyebaran dan pertumbuhan sel kanker hati (liver).

Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan kemanjuran dan keamanan menggunakan timun laut untuk pengobatan kanker.

3.  Membantu menjaga kesehatan kulit

Sebuah penelitian di Inggris menemukan bahwa teripang bisa jadi bermanfaat untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulit.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, teripang mengandung chondroitin sulfate yang berfungsi meningkatkan produksi kolagen. Timun laut ini juga mengandung zat bernama peptida. yang berfungsi untuk melembutkan jaringan kulit dan menjaga kulit terhindar dari kerusakan.

Sejumlah penelitian kecil melaporkan bahwa suplemen ekstrak teripang bisa membantu mengatasi masalah kulit akibat penuaan, seperti keriput dan garis halus, serta kulit kering dan tipis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Mau coba hal-hal baru di ranjang, tapi pasangan Anda malu berhubungan intim? Tenang, Anda bisa membangkitkan kehidupan seks Anda dengan beragam cara ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ketika Ada mengalami cedera kaki, mungkin Anda akan diminta untuk menggunakan tongkat penyangga (kruk) untuk berjalan. Lalu bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Seks dengan Lampu Menyala

6 Alasan Seks Lebih Menyenangkan dengan Lampu Menyala

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit