Siku Terasa Nyeri Parah? Waspada Cedera Siku Hiperekstensi!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Nyeri pada sendi khususnya sendi siku bisa terjadi karena berbagai penyebab. Salah satu yang bisa terjadi adalah siku mengalami hiperekstensi. Jika tidak ditangani dengan tepat, siku yang hiperekstensi ini bisa merusak jaringan di sekitar sendi siku Anda. Bahkan, Anda bisa jadi lebih mudah terkilir. Maka itu, yuk, ketahui lebih lanjut mengenai siku hiperekstensi!

Apa itu siku hiperekstensi?

Siku hiperekstensi atau disebut juga siku hyperextended terjadi ketika sendi siku bergerak di luar rentang gerak yang normal. Selain nyeri, siku yang hiperekstensi rentang geraknya di luar normalnya alias lebih dari 90 derajat rentang gerak siku rata-rata. Kondisi ini bisa merusak bagian ligamen dan tulang siku.

Dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk sembuh, tergantung keparahannya. Siku hiperekstensi ini bisa dialami oleh siapa saja tapi lebih sering terjadi pada mereka yang bermain olahraga dengan kontak fisik langsung. Orang yang tersandung dan terjatuh juga mungkin bisa mengalami kondisi ini.

Apa gejala yang terjadi pada siku hiperekestensi?

Yang menandakan terjadinya siku hiperekstensi ini bisanya adalah adanya bunyi letupan di bagian siku dan siku langsung terasa sakit. Ini yang membedakan siku hiperkestensi dengan nyeri siku lainnya seperti tennis elbow. Tanda-tanda lainnya yang bisa terjadi adalah:

  • Sakit ketika menggerakan atau menyentuh siku
  • Bengkak
  • Kemerahan
  • Kekakuan
  • Kehilangan kekuatan dari lengan
  • Susah bergerak
  • Kejang otot
  • Tergantung dengan keparahan masalah siku Anda, semakin parah juga bisa mengganggu sirkulasi darah di tangan

Jika siku Anda juga terlihat aneh atau ada serpihan tulang yang menonjol di kulit, segera cari bantuan medis darurat.

Apa penyebab dari siku hiperekstensi?

Siku dibentuk oleh tiga sendi yang saling berhubungan, yaitu sendi humeroulnar, humeroradial, dan radioulnar bagian atas. Kondisi siku dapat menekuk ke depan (fleksi) dan membuka ke belakang (ekstensi) dipengaruhi oleh sendi humeroulnar yang menghubungkan tulang lengan atas dan tulang lengan bawah (ulna).

Siku mengalami hiperekstensi ketika humeroulnar menekuk ke belakang dan membuatnya jadi keluar dari rentang gerakan normalnya.

Kondisi ini bisa terjadi ketika seseorang:

  • Bermain olahraga yang melibatkan kontak fisik antar pemainnya seperti tinju, sepak bola, dan lain-lain.
  • Sedang melakukan aktivitas fisik lain seperti angkat berat atau senam.
  • Menahan diri ketika jatuh dengan posisi tangan yang membebani siku.

Selain kondisi di atas, ada beberapa faktor yang juga bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami siku hiperekstensi, seperti:

  • Usia lanjut. Tulang dan ligamen akan menjadi semakin lemah seiring pertambahan usia, sehingga jadi lebih mudah keluar dari jangkauan gerak seharusnya.
  • Riwayat cedera. Cedera yang pernah terjadi sebelumnya pada siku dapat membuat sendi lebih lemah dari biasanya, sehingga lebih mudah kemungkinannya untuk mengalami cedera kembali.
  • Melakukan aktivitas fisik berat. Contohnya latihan olahraga sehari-hari seperti atlet.

Bagaimana penanganan untuk siku hiperekstensi?

Pengananan yang biasa dilakukan adalah:

1. Istirahat

Dalam beberapa hari pertama setelah cedera, hindari meregangkan siku. Mengistirahatkan siku Anda ini bisa membantu mempercepat penyembuhannya. Hindari kegiatan yang dapat memicu terjadinya pembengkakan di bagian siku, seperti olahraga.

Dokter nantinya yang akan menyarankan Anda mulai kapan boleh menggerakan siku setelah diistirahatkan. Tergantung dengan tingkat keparahan siku hiperekstensi yang terjadi.

2. Kompres es

Bungkus es dan letakkan di area yang cedera. Kompres dengan meletakkan air es beralaskan handuk kecil atau kain selama 10-20 menit. Lakukan ini setiap beberapa jam. Jangan tempelkan es langsung ke kulit Anda karena dapat mengakibatkan kerusakan pada jaringan kulit Anda. Mengompres bertujuan untuk meredakan rasa sakit dan bengkak yang terjadi.

3. Menggunakan perban elastis

Membungkus siku dengan perban elastis di sekitar siku juga bisa dilakukan untuk mencegah dan mengurangi pembengkakan. Dengan perban elastis ini juga bisa bantu membatasi gerakan siku Anda, sehingga siku lebih mudah untuk istirahat.

Lilitkan perban di sekitar siku Anda, pastikan cukup kuat agar memberikan tekanan, tapi jangan terlalu kencang hingga menimbulkan rasa sakit lagi dan dapat mengganggu peredaran darah.

4. Penjepit siku

Memakai penjepit siku juga dapat membantu mengistirahatkan siku Anda. Ini dapat membantu menyembuhkan siku lebih cepat. Dokter biasanya yang akan memberi tahu berapa lama harus memakai penjepit atau kapan saja Anda harus memakai penjepit.

5. Angkat siku Anda

Angkat siku Anda sampai tingginya melebihi jantung Anda. Ini bertujuan untuk membantu mengurangi pembengkakan. Angkat siku ke atas dengan diganjal beberapa bantal sambil duduk atau berbaring. Sebaiknya Anda juga menggunakan gendongan siku saat sedang bergerak.

6. Obat pereda nyeri

Beberapa obat antinyeri dan antiradang juga dapat digunakan sebagai pereda nyeri seperti:

  • Aspirin
  • Ibuprofen (Advil, Motrin IB)
  • Naproxen (Aleve)

7. Terapi fisik

Terapi fisik dilakukan ketika Anda sudah dapat menggerakan kembali siku dan rasa sakitnya sudah minim. Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan peregangan ringan atau gerakan latihan khusus untuk membantu pemulihan.

8. Operasi

Operasi dibutuhkan ketika kondisi siku hiperekstensi Anda menimbulkan kerusakan pada ligamen, tendon, tulang atau struktur lain pada siku Anda. Sendi siku yang retak atau robek parah yang biasanya perlu dibedah untuk memperbaiki kondisinya.

Setelah operasi, Anda harus mendiamkan lengan Anda beberapa minggu, jangan digerakkan. Selanjutnya juga dibutuhkan terapi fisik untuk memulihkan fungsi siku seperti semula.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca