Bolehkah Tes Pap Smear Saat Sedang Haid?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Pap smear adalah salah satu bentuk deteksi kanker serviks sejak dini. Namun, bagaimana jika Anda terlanjur menjadwalkan Pap smear bertepatan dengan saat Anda haid? Anda mungkin bertanya-tanya apakah Pap smear saat haid bisa mengubah hasil tesnya. Atau, Anda mungkin enggan berangkat karena malu dokter akan melihat darah haid Anda. Haruskah Anda menjadwal ulang janji temu Anda?

Seberapa akurat hasil tes Pap smear untuk mendeteksi risiko kanker serviks?

Selama pemeriksaan Pap smear, dokter akan memasukkan sebuah alat khusus ke dalam vagina untuk memeriksa bagian dalam leher rahim Anda, dan mengambil sampel sel-sel serviks Anda dengan sebuah spatula kecil, kemudian sampel tersebut dibawa ke laboratorium untuk ditentukan dibawah mikroskop apakah ada kelainan pada sel-selnya atau tidak.

Tidak ada pemeriksaan medis yang benar-benar 100 persen akurat dalam mendeteksi suatu masalah kesehatan. Begitu pula dengan Pap smear. Masih sangat mungkin bagi dokter melewatkan tanda-tanda kanker serviks lewat pemeriksaan Pap smear, terutama yang pertama kalinya.

Pada kebanyakan kasus Pap smear, sel abnormal yang ditemukan dalam leher rahim termasuk jinak dan sangat kecil kemungkinannya untuk mengganas jadi kanker. Umumnya hanya sekitar 10% hasil Pap smear yang menunjukkan hasil tidak normal, namun hanya sekitar 0,1% wanita yang memiliki hasil ini benar-benar menderita kanker.

Sisanya mungkin menampilkan hasil “negatif palsu”, di mana hasil tes lab menunjukkan bahwa sampel sel serviks Anda tidak bermasalah.

adahal, sebenarnya ada sel abnormal baik pada area leher rahim lainnya yang tidak diambil sampelnya maupun di bagian sampel yang dibuang. Kejadian “negatif palsu” pada umumnya berkisar antara 20 hingga 45 persen dari total hasil Pap smear.

Tingkat keakuratan hasil Pap smear bergantung pada banyak hal. Salah satunya adalah kapan tepatnya Anda menjadwalkan tes Pap smear Anda. Bolehkah melakukan tes Pap smear saat haid?

Boleh saja Pap smear saat haid, tapi…

Menstruasi sama sekali tidak mempengaruhi atau mengubah hasil akhir dari tes itu sendiri. Teorinya Anda boleh saja Pap smear saat haid. Jika darah yang keluar saat haid masih berupa bercak ringan, misal di hari-hari pertama atau hari terakhir, dokter mungkin akan tetap melanjutkan Pap smear.

Namun Pap smear saat haid pada umumnya tidak dianjurkan. Tes Pap smear saat haid mungkin akan membuat Anda semakin sulit mendapatkan hasil tes yang jelas.

Ini karena cairan vagina dan darah saat menstruasi yang terbawa bersama sampel sel serviks Anda dapat menyulitkan petugas lab untuk mengartikan hasil dari Pap smear. Hasil Pap hanya didapat dari sampel kecil yang diambil dari sel serviks (disebut biopsi) dan dipindahkan ke kaca petri.

Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk diwarnai dengan pewarna khusus, dan kemudian dibaca di bawah mikroskop.

Pigmen warna sel darah merah dari darah haid yang menempel mungkin terlalu kental untuk memungkinkan petugas medis mengamati sel serviks Anda saat Pap smear. Sehingga, Pap smear saat haid tentu menyulitkan petugas medis untuk memastikan apakah sel Anda normal atau tidak.

Anda mungkin harus kembali lagi di lain waktu untuk mengulang tes jika hasil Pap smear Anda saat haid rancu. Selain repot karena harus menentukan kapan hari yang pas selain saat haid, menjadwalkan ulang tes Pap smear tentu juga boros tenaga dan uang.

Akan lebih baik jika Anda mencocokkan jadwal Pap smear dengan siklus haid Anda sejak awal saat konsultasi pertama Anda dengan dokter. Atau, jadwalkan ulang Pap smear saat haid Anda sudah selesai.

Kapan saya harus menjalani tes pap smear?

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menyarankan perempuan untuk melakukan pemeriksaan Pap smear pertama kali pada usia 21 tahun, terlepas dari apakah Anda sudah pernah berhubungan seks atau belum.

Pap smear juga masih dibolehkan bahkan jika usia Anda sudah lebih dari 21 tahun. Lakukan pemeriksaan Pap smear segera untuk mencegah atau mengurangi risiko kanker serviks.

Anda pun masih disarankan untuk rutin melakukan Pap smear setiap tiga tahun sekali, tapi biasanya tanpa disertai tes HPV. Sementara bagi perempuan yang berusia lebih dari 30 tahun, Anda disarankan untuk melakukan Pap smear rutin yang disertai dengan tes HPV setiap lima tahun sekali.

Tips mempersiapkan jadwal Pap smear saat haid

Jadwalkan pemeriksaan Pap smear paling tidak 5 hari sejak saat hari terakhir haid Anda, atau seminggu sebelum hari pertama menstruasi yang selanjutnya. Hal ini penting untuk memastikan bahwa hasil Pap smear tidak terpengaruh oleh darah saat Anda haid dan keluar seakurat mungkin.

Misalnya, jika haid Anda tepat berjarak per 28 hari (hari ke-1 adalah hari pertama Anda menstruasi dan hari ke-28 menjadi H-1 menstruasi bulan selanjutnya). Waktu yang tepat untuk Anda menjalani Pap smear adalah saat hari ke-9 (dua hari setelah menstruasi berhenti) sampai hari ke 20.

Bagi Anda yang punya siklus haid tidak teratur, memprediksi kapan saat Pap smear mungkin akan lebih sulit. Namun jangan khawatir. Kalaupun nanti hasilnya buram, Anda akan diminta kembali lagi di lain waktu.

Sebaiknya sebelum menjadwalkan tes Pap smear, katakan pada dokter bahwa siklus haid Anda tidak teratur dan coba ingat-ingat betul kapan terakhir kali saat Anda menstruasi. Sangat jarang bagi dokter untuk membatalkan janji temu untuk Pap smear hanya karena bertepatan saat Anda haid.

Selain itu, 2 hari saat Anda sudah selesai haid, pastikan Anda menghindari hal-hal di bawah ini sebelum Pap smear:

  • Menggunakan tampon
  • Menggunakan krim, obat, pelumas, atau zat lain yang dimasukkan ke dalam vagina
  • Douching (menggunakan semprotan untuk membersihkan vagina)
  • Menggunakan sabun pembersih kewanitaan
  • Berhubungan seks

Kondisi-kondisi di atas dapat memengaruhi hasil Pap smear Anda, meski tidak dilakukan saat Anda haid. Oleh karena itu, pastikan Anda memiliki persiapan yang cukup sebelum melakukan Pap smear.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 26, 2017 | Terakhir Diedit: Februari 17, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca