Tahapan Stadium Kanker Serviks yang Perlu Anda Pahami

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Kanker serviks atau kanker leher rahim mungkin saja timbul tanpa gejala, terutama pada stadium awal. Sebenarnya, aejala apa saja yang mungkin muncul pada tiap tahapan stadium dari kanker serviks? Apa pula yang harus dilakukan setelah didiagnosis? Simak penjelasan dari tiap tahapan kanker serviks, mulai dari stadium 0, 1, 2, hingga stadium akhir berikut ini.

Tahapan stadium kanker serviks

Perjalanan penyakit kanker serviks atau kanker leher rahim dimulai saat ada sel-sel di leher rahim yang tidak normal, dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi kanker serviks.

Stadium kanker leher rahim dikelompokkan berdasarkan tingkat tumor utama, penyebaran kanker ke kelenjar getah bening di dekatnya, dan penyebaran kanker ke bagian tubuh lainnya yang jauh dari tempat awal kanker berkembang. Berdasarkan hal tersebut, kanker serviks dikelompokkan menjadi lima stadium.

Berikut ini merupakan tahapan dalam stadium kanker serviks beserta penjelasannya, dilansir dari Cancer Research UK:

1. Kanker serviks stadium 0

Stadium ini disebut juga dengan kanker noninvasif atau carcinoma in situ (CIS). Pada tahap ini, sel kanker hanya terdapat di sel-sel permukaan terluar serviks (leher rahim).

Dengan kata lain, sel-sel kanker tersebut masih belum menjangkau lapisan jaringan leher rahim yang terletak lebih dalam.

Umumnya, kanker stadium 0 diatasi dengan ablasi lokal, ablasi laser, atau cryosurgery. Setelah pengobatan, pasien masih harus mendapatkan pengawasan seumur hidupnya untuk mencegah kanker kembali muncul di serviks.

infografik stadium kanker serviks hellosehat

2. Kanker serviks stadium 1

Kanker serviks stadium 1 adalah suatu kondisi saat sel kanker telah menyerang leher rahim, tapi tidak menyebar sampai ke jaringan maupun organ lain di sekitarnya.

Artinya, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di dekatnya ataupun bergerak ke tempat yang lebih jauh. Gejala kanker serviks stadium 1 adalah perdarahan abnormal dari vagina, sakit panggul saat seks, keputihan tidak normal, dan susah buang air besar (BAB).

Sekitar 95 persen wanita dengan kondisi ini kemungkinan memiliki harapan hidup sekitar 5 tahun. Namun, angka itu bukanlah patokan utama, karena bisa saja pasien pada stadium ini bisa bertahan hidup lebih lama.

Kanker leher rahim stadium 1 dibagi lagi ke dalam beberapa kelompok, yaitu:

Stadium 1A

Kanker serviks stadium 1A  merupakan bentuk awal dari tahap 1. Sel kanker yang muncul pada tahap ini adalah sel kanker dalam jumlah kecil sudah menyerang serviks dan hanya bisa dilihat di bawah mikroskop.

Tahap ini dibagi lagi menjadi:

  • Stadium IA1: Sel kanker sudah menyerang jaringan serviks dengan kedalaman <3 mm dan mempunyai lebar <7 mm
  • Stadium IA2: Sel kanker sudah ada di jaringan serviks dengan kedalaman antara 3-5 mm dan lebar <7 mm

Stadium 1B

Pada tahap ini, sel kanker sudah bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop. Ukuran sel kanker sudah lebih besar dibandingkan stadium 1A, tapi masih hanya menyebar di jaringan serviks.

Stadium ini dibagi menjadi:

  • Stadium IB1: Kanker sudah bisa dilihat dan mempunyai ukuran ≤4 cm
  • Stadium IB2: Ukuran sel kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Oleh sebab itu, jika Anda menemukan ciri atau tanda dari kanker leher rahim stadium 1, cobalah untuk melakukan deteksi kanker serviks untuk memastikan kondisi kesehatan. Jika Anda memang didiagnosis mengalami kanker ini, ada beberapa pengobatan yang bisa dijalani, di antaranya adalah:

  • Biopsi kerucut.
  • Histerektomi sederhana (total).
  • Radical trachelectomy.
  • Kemoradioterapi.
  • Penggunaan obat-obatan dan perubahan gaya hidup.

3. Kanker serviks stadium 2

Ketika perkembangan kanker leher rahim sudah melewati stadium 1, artinya kondisi tersebut kini memasuki stadium 2. Pada stadium 2, sel kanker telah menyebar hingga ke luar leher rahim dan rahim. Akan tetapi, sel itu belum sampai ke dinding panggul atau bagian bawah vagina.

Penyebaran kanker juga belum sampai ke kelenjar bening atau bagian tubuh lain yang lebih jauh. Dinding panggul merupakan jaringan yang melapisi area tubuh di antara pinggul.

Lebih dari 50% wanita dengan kanker serviks stadium 2, memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun atau bahkan lebih. Meski begitu, peluang Anda untuk terus hidup setelah dinyatakan berada pada tahap kanker ini ditentukan juga oleh beberapa hal lain.

Kesehatan tubuh secara umum dan pengobatan kanker serviks stadium 2 yang Anda lakukan juga dapat berpengaruh. Kanker leher rahim stadium 2 dibagi menjadi dua stadium lagi, berdasarkan tingkat penyebaran sel kanker, di antaranya:

Stadium 2A

Pada kanker serviks stadium 2A, kanker belum menyebar ke jaringan yang ada di dekat serviks, tapi mungkin sudah menyebar ke bagian atas vagina (belum keseluruhan vagina). Stadium ini dibagi lagi menjadi:

  • Stadium IIA1: Kanker dapat dilihat tapi masih tidak lebih besar dari 4 cm
  • Stadium IIA2: Kanker sudah lebih besar dari 4 cm

Stadium 2B

Pada stadium 2B, sel kanker mulai menyebar ke jaringan di sekitar leher rahim. Pengobatan yang diberikan biasanya berupa operasi dan kemoradioterapi.

Terkadang, dokter bedah akan mengangkat seluruh bagian rahim dan serviks Anda. Prosedur ini dinamakan dengan histerektomi radikal.

Dokter juga mungkin akan melakukan pengangkatan kelenjar getah bening di sekitar serviks dan rahim. Hal ini untuk mencegah kemungkinan atau risiko menyebarnya sel kanker ke bagian tubuh lain.

Pilihan pengobatan yang bisa dipilih untuk kanker serviks pada tahapan ini termasuk pembedahan, terapi radiasi, dan kombinasi antara kemoterapi dan radioterapi.

4. Kanker serviks stadium 3

Ketika perkembangan kanker ini sudah melalui stadium 1 dan 2, maka kanker sudah memasuki tahapan stadium 3. Pada tahapan ini, kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Tak hanya itu, saluran kencing mungkin saja terhalang.

Hampir sekitar 40% wanita dengan penyakit kanker serviks stadium 3, memiliki angka harapan hidup selama 5 tahun atau bahkan lebih. Peluang angka harapan hidup dari salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita ini terhitung mulai dari waktu Anda didiagnosis memiliki kanker leher rahim stadium 3.

Pada saat pasien mengalami kanker pada tahapan ini, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh lain yang lebih jauh. Stadium ini juga terbagi lagi ke dalam dua kelompok, yaitu:

Stadium 3A

Kanker sudah menyebar ke sepertiga bagian bawah vagina, tapi tidak mencapai dinding panggul.

Stadium 3B

Ada dua kemungkinan kondisi pada kanker serviks stadium 3B ini, yaitu:

  • Kanker sudah tumbuh mencapai dinding panggul dan/atau telah menghalangi satu atau kedua saluran kencing. Hal ini kemudian dapat menyebabkan masalah ginjal.
  • Kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar panggul tapi tidak sampai ke bagian tubuh yang jauh. Tumor pada stadium 3B ini bisa dalam berbagai ukuran dan mungkin sudah menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul.

Pada stadium ini, pasien mungkin harus menjalani operasi pengangkatan kelenjar getah bening, yang kemudian diikuti dengan kemoterapi dan radioterapi.

Namun, terkadang dokter akan memutuskan untuk tidak melakukan operasi jika kanker leher rahim telah memasuki stadium 3B. Pengobatan akan berfokus untuk mengecilkan ukuran tumor yang tumbuh di leher rahim.

Sama halnya dengan pengobatan untuk kanker serviks stadium 2, pengobatan untuk stadium 3 juga meliputi terapi radiasi, pembedahan, hingga kombinasi antara kemoterapi dan radioterapi.

5. Kanker serviks stadium 4

Ini merupakan stadium akhir dari kanker leher rahim. Kanker tidak hanya menyerang serviks, tapi juga ke bagian terdekat serviks atau ke bagian tubuh lainnya yang bahkan jauh dari serviks.

Berdasarkan diagnosis yang dilakukan National Cancer Database pada penderita kanker serviks di tahun 2000 dan 2002, angka harapan hidup lima tahun (5 Years Survival Rate) jika kondisi ini berhasil dideteksi dan diobati pada stadium 4 sekitar 16% dan 15% untuk 4B. Artinya, pada penelitian ini, hanya 15-16% pasien-pasien dengan stadium 4 yang diobati yang dapat bertahan hidup hingga 5 tahun.

Meski begitu, angka itu tak bisa jadi patokan mutlak. Tidak ada yang benar-benar bisa memastikan besarnya angka harapan hidup ketika Anda didiagnosis memiliki kanker serviks.

Stadium 4 kanker leher rahim dapat dibagi menjadi:

Stadium 4A

Sel kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum. Keduanya adalah organ terdekat dengan serviks. Namun, pada stadium ini sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau ke bagian tubuh lain.

Stadium IVB

Sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh dari serviks, seperti sampai paru-paru atau hati.

Menurut American Cancer Society, kesempatan pasien untuk sembuh dari kanker serviks sangatlah kecil jika ada dalam tahap ini. Dokter pun tidak akan merekomendasikan operasi untuk menangani pasien yang berada dalam stadium ini.

Biasanya, dokter akan melakukan kemoradioterapi untuk membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker, serta menguragi gejala-gejala kanker serviks.

Gejala kanker serviks stadium 4

Oleh karena sudah tergolong stadium akhir, pada tahap ini gejala yang ditunjukkan lebih jelas. Namun, masing-masing individu tentunya mengalami tanda-tanda dan gejala yang bervariasi.

Semua tergantung pada jenis sel kanker serta tahapan dalam stadium tersebut, serta organ tubuh bagian mana yang telah terdampak oleh sel kanker.

Berikut adalah beberapa gejala kanker serviks stadium 4 yang umum muncul:

  • Merasa lelah dan tidak enak badan.
  • Rasa sakit di perut bagian bawah.
  • Perut kembung.
  • Konstipasi atau sembelit.
  • Muntah dalam jumlah banyak.

Pilihan pengobatan untuk kanker leher rahim stadium 4 yang bisa dilakukan termasuk radioterapi, kemoterapi kanker serviks, dan kombinasi dari keduanya. Tak hanya itu, pengobatan terapi target juga menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kanker leher rahim stadium 4.

Obat-obatan yang digunakan dalam terapi target bekerja sedikit berbeda dengan obat-obatan kemoterapi. Obat terapi target bekerja secara langsung menghambat pembentukan pembuluh darah dalam sebuah tumor.

Kanker leher rahim ini memang cukup sulit dideteksi, mengingat penyakit ini sangat jarang menimbulkan gejala apa pun. Apalagi jika kanker masih berada dalam stadium awal.

Oleh karena itu, pastikan Anda melakukan deteksi dini terhadap kanker ini, seperti pap smear atau tes IVA. Hal ini penting untuk dilakukan terutama apabila Anda memiliki faktor-faktor risiko yang dapat menjadi penyebab kanker serviks.

Anda bisa mencegah kanker serviks dengan melakukan vaksin HPV, dan mempraktekkan gaya hidup sehat termasuk mengonsumsi makanan yang dapat mencegah kanker serviks.

Hal ini penting untuk meminimalisir kemungkinan kanker leher rahim berkembang ke stadium lanjutan, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Semakin dini ditemukan, kemungkinan kanker untuk disembuhkan akan semakin besar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Pohon mimba ternyata memiliki sejuta mnfaat, bukan hanya daun mimba saja lho. Yuk simak apa saya manfaat daun mimba dan bagian lainnya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Herbal A-Z 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Makanan dan Minuman Sehat yang Mengandung Bakteri Asam Laktat

Tahukah Anda kalau makanan yang mengandung bakteri asam laktat menyehatkan? Makanan apa saja itu? Mari simak jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
luka di vagina

Cara Aman Mengobati Luka dan Lecet di Vagina

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit