Apa Penyebab Kanker Serviks Pada Wanita Muda?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim adalah virus HPV (human papilloma virus).  Ada sekitar 100 jenis virus HPV dan 13 di antaranya bisa menjadi penyebab kanker serviks. Apa saja penyebab kanker serviks lainnya yang harus diketahui? Simak ulasan lengkap di bawah ini tentang penyebab, gejala kanker serviks, dan cara pencegahannya

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat ada sel-sel di leher rahim atau serviks menjadi tidak normal dan berkembang terus dengan tidak terkendali. Sel-sel abnormal tersebut bisa berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks. Tumor yang ganas nantinya berkembang jadi penyebab kanker serviks.

Kanker ini menyerang serviks atau bagian leher rahim. Leher rahim sendiri adalah organ yang berbentuk seperti tabung yang memanjang, fungsinya menghubungkan vagina dengan rahim.

Kanker ini adalah salah satu jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di seluruh dunia. Namun, untuk mencari tahu adanya gejala kanker serviks, lakukan tes pap smear rutin dan pencegahan dini dengan vaksin. Keduanya dapat membantu mengetahui serta mencegah adanya kanker serviks secara dini.

Catatan mengenai kanker serviks

Sejak tahun 1999 hingga tahun 2008 kanker serviks semakin banyak menyerang wanita di usia muda. Laporan yang didapat dari salah satu jurnal di situs National Center for Biotechnology Information, menyatakan bahwa ada 21 persen wanita berusia 20-29 tahun yang terkena serviks, bahkan terhitung ada satu persen wanita berusia di bawah 20 tahun yang terkena kanker mematikan ini.

Tercatat juga ada rata-rata 14 kasus kanker serviks per tahun pada remaja putri yang berusia 15-19 tahun. Kematian kanker serviks di Indonesia tergolong tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Lantas, apa penyebab kanker serviks pada wanita yang berusia muda?

Virus yang menjadi penyebab kanker serviks

Pada tahun 2012, WHO menyatakan terdapat lebih dari 270 ribu kasus kematian pada penduduk wanita akibat penyakit kanker. Sedangkan jumlah kasus baru kanker serviks berjumlah hampir 445 ribu pada tahun 2012.

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko terkena kanker serviks.

Namun penyakit ini cenderung dialami wanita yang aktif secara seksual, termasuk wanita muda berusia 20-an yang sudah aktif berhubungan seksual, meskipun virus ini juga bisa menyebar melalui kontak kulit ke kulit.

Penelitian menemukan bahkan 99,7 persen kanker serviks disebabkan oleh HPV. HPV adalah satu golongan virus, di mana terdapat lebih dari  100 jenis HPV. 

Virus HPV pada umumnya tersebar melalui hubungan seksual, di mana terjadi kontak langsung antara kulit kelamin, membran mukosa, atau pertukaran cairan tubuh, dan melalui seks oral. Setelah memulai hubungan seksual, diperkirakan terdapat 33 persen wanita yang rentan terinfeksi HPV.

Ciri-ciri kanker serviks yang harus Anda tahu

Banyak wanita yang tidak menyadari atau bahkan meremehkan tanda yang mereka alami apa vagina mereka. Padahal, tanda tersebut bisa menjadi ciri-ciri kanker serviks yang harus diwaspadai. Lalu, apa saja gejala kanker serviks tahap awal yang perlu diwaspadai wanita?

penyebab sakit perut

1.  Keluar bercak darah pada vagina

Gejala kanker serviks bisa mulai Anda curigai bila tiba-tiba keluar darah atau bercak darah dari vagina, padahal saat itu Anda sedang tidak dalam masa haid. Anda boleh khawatir, karena hal tersebut merupakan gejala awal kanker serviks. Biasanya, perdarahan flek ini terjadi setelah Anda berhubungan seksual. Atau bisa juga darah yang keluar saat haid, jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya.

Kedua hal tersebut bisa menjadi ciri-ciri kanker serviks di tahap awal. Meskipun keluarnya darah dari vagina bisa disebabkan oleh berbagai hal, maka ada baiknya jika Anda segera periksakan kondisi Anda ke dokter.

2. Panggul terasa sakit

Apakah Anda merasakan sakit atau nyeri di area panggul? Jika iya, jangan anggap remeh rasa sakit tersebut. Ini bisa menjadi salah satu ciri-ciri kanker serviks yang harus diamati jika Anda mulai merasakannya.

Pasalnya, nyeri  yang muncul di area panggul ketika memasuki masa haid mungkin hal biasa. Tetapi, kalau Anda merasakannya ketika melakukan hubungan seks dengan pasangan, maka nyeri panggul yang Anda rasakan tidak normal dan bisa jadi gejala kanker serviks tahap awal.

Bila salah satu tanda atau ciri-ciri kenker serviks ini sering terjadi, sebaiknya segera periksakan diri Anda. Anda juga bisa mengurangi rasa sakit dengan mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri seperti ibuprofen.

3. Keputihan yang tidak normal

Faktanya, keputihan adalah hal yang normal dan pasti dihasilkan vagina pada setiap wanita, kecuali bila mengalami suatu kondisi kesehatan tertentu. Namun, ada kalanya keputihan yang dikeluarkan miss V itu tidak normal dan menunjukkan suatu gejala kanker serviks atau gangguan kesehatan lainnya.

Misalnya saja, jika cairan keputihan yang dikeluarkan miss V berbau menyengat dan beda dari biasanya, maka hal ini menandakan bahwa Anda mungkin mengalami suatu gangguan kesehatan. Tapi, jangan takut dulu, sebab keputihan yang tidak normal bisa disebabkan oleh berbagai hal atau sebagai .

4. BAB sering tidak teratur

Perubahan jadwal BAB yang tidak teratur, bisa menjadi gejala suatu penyakit, termasuk gejala kanker serviks. Perhatikan, apakah Anda belakangan ini menjadi sulit BAB. Pasalnya, kondisi ini mungkin saja menandakan kalau Anda mengalami kanker serviks.

Bila massa pada kanker serviks sudah tumbuh cukup besar, benjolan kanker dapat menekan usus Anda dan membuat Anda sulit BAB. Tetapi, jangan terlampau cemas dulu jika Anda mengalaminya, sebab gangguan kesehatan ini bisa disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya, tak hanya menjadi ciri-ciri kanker serviks.

Bisa jadi Anda kurang makan atau minum yang mengandung serat. Konsultasikan dengan dokter mengenai masalah BAB yang tidak lancar.

5. Tubuh jadi gampang capek

Mudah lelah dan capek, merupakan sebuah ciri-ciri kesehatan yang biasa terjadi pada orang yang mengalami penyakit kronis. Gejala kanker serviks sering ditandai dengan kelelahan.

Kelelahan ini terjadi akibat sel-sel kanker yang mulai tumbuh sedikit demi sedikit mengambil energi dan cadangan makanan tubuh Anda. Tak jarang ini akan membuat Anda kekurangan makanan dan akhirnya cepat lelah.

Bila gejala ini tak kunjung hilang, maka sebaiknya segera periksakan diri ke dokter bila Anda mulai cepat lelah untuk mengantispasi adanya ciri-ciri kanker serviks di tubuh Anda.

Faktor risiko yang bisa meningkatkan wanita terkena kanker serviks di usia muda

Ada beberapa faktor risiko penyebab kanker serviks, dan kebanyakan adalah pola hidup yang tidak sehat. Hal yang bisa menjadi penyebab kanker serviks antara lain:

  • Aktivitas seksual terlalu dini bisa menyebabkan seseorang rentan terkena gejala kanker serviks dan risiko terinfeksi HPV. Ini dikarenakan pada masa struktur organ serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV. Kebanyakan remaja saat ini masih jarang divaksinasi HPV.
  • Berganti-ganti pasangan seksual juga bisa menjadi salah satu momok penyebab kanker serviks. Memiliki banyak pasangan seksual akan meningkatkan risiko terinfeksi HPV.
  • Merokok juga sering dikaitkan dengan peningkatan risiko terkena gejala kanker serviks, terutama jenis kanker serviks sel skuamosa.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih memudahkan virus HPV untuk berkembang menjadi penyebab kanker serviks. Kondisi ini lebih rentan terjadi jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kondisi kesehatan lain. Misalnya, pada orang dengan HIV/ AIDS.
  • Bila Anda sudah terkena penyakit infeksi menular seksual lainnya seperti seperti klamidia, gonore, sifilis, dan HIV/AIDS, Anda dapat berisiko mengalami kanker serviks.
  • Minum pil KB jangka panjang. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa minum kontrasepsi oral (pil KB) dalam waktu yang lama, yaitu lebih dari sekitar lima tahun, dapat meningkatkan risiko adanya ciri-ciri kanker serviks. Bicarakan dengan dokter kandungan Anda untuk menggunakan kontrasepsi yang aman.

Cegah dengan vaksinasi HPV

vaksin liburan sebelum melakukan pergi ke luar negeri

Beberapa jenis virus HPV tidak menimbulkan gejala yang jelas. Infeksi HPV ini sebetulnya bisa hilang tanpa penanganan medis jika memang sudah dilakukan pencegahan dini seperti vaksinasi HPV yang membuat sistem antibodi lebih kuat.

Kabar baiknya, tidak semua perempuan yang terinfeksi HPV akan menderita atau mengalami ciri-ciri kanker serviks.  Kekebalan tubuh yang baik bisa membasi dan membersihkan diri dengan infeksi HPV.

Namun, daya tubuh dapat ditingkatkan dengan vaksinasi HPV agar dapat secara efektif membentuk antibodi (sistem kekebalan) yang cukup dalam tubuh untuk melawan infeksi virus HPV

Jenis HPV yang berisiko tinggi, dianggap mengandung materi genetik berbahaya bisa berpindah dari sel virus ke dalam sel leher rahim. Materi atau sel berbahaya ini akan mulai mengganggu kinerja sel baik lainnya, hingga akhirnya sel-sel serviks itu berkembang biak tanpa terkendali. Proses inilah yang menyebabkan munculnya tumor dan kemudian berubah menjadi kanker.

Belum ada obat yang diketahui bisa menyembuhkan infeksi HPV. Virus ini sendiri bisa tetap berada di dalam tubuh dengan atau tanpa penanganan. Namun, sebagai langkah berjaga-jaga, setiap wanita disarankan untuk menerima vaksinasi HPV, karena kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi HPV.

Mulai hidup sehat untuk mencegah kanker serviks

1. Olahraga rutin

Ciri-ciri kanker serviks sering ditemukan pada orang yang punya faktor risiko tubuh yang lemah. Maka, untuk mencegahnya, perkuat sistem kekebalan tubuh Anda .Sudah bukan rahasia lagi bila olahraga rutin memberikan segudang manfaat untuk Anda.

Selain untuk menjaga kekebalan tubuh, kebugaran tubuh, olahraga juga dapat mempertahankan berat badan Anda dan mengatasi penumpukan lemak di seluruh tubuh. Pasalnya, orang-orang dengan kelebihan berat badan lebih berisiko untuk terkena kanker.

Bila Anda tidak memiliki banyak waktu untuk berolahraga, Anda bisa tetap bergerak aktif melalui hal-hal sederhana setiap harinya seperti berjalan kaki untuk pergi makan siang, berjalan kaki menuju halte, memilih naik tangga daripada lift, atau setidaknya melakukan yoga 15 menit sebelum mandi dan bersiap ke kantor.

2. Berhenti merokok

Selain mencegah kanker tenggorokan dan paru-paru, upaya berhenti merokok juga dapat menjauhkan Anda dari adanya ciri-ciri kanker serviks di tubuh Anda. Sebuah penelitian melaporkan bahwa wanita perokok berisiko dua kali lebih besar untuk terkena kanker serviks dibandingkan dengan yang tidak merokok.

Hal ini disebabkan karena merokok dapat menurunkan fungsi sistem kekebalan tubuh yang seringkali mengarah pada perkembangan kanker serviks.

3. Mulai menerapkan pola makan sehat

Mengikuti pola makan yang sehat bisa membuat Anda terhindar dari beberapa penyakit kronis. Bila Anda mengonsumsi makanan kaya antioksidan, flavonoid, folat, karotenoid, vitamin C, vitamin E dan serat, bisa mengalami penurunan risiko kanker serviks sebesar 40 hingga 60 persen.

Zat-zat tersebut dilaporkan dapat membantu membersihkan infeksi HPV lebih cepat dengan menghambat perubahan sel-sel leher rahim menjadi sel kanker. Nah, manfaat zat-zat tersebut bisa Anda dapatkan dengan mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

Beberapa contoh sayuran penurun risiko kanker serviks adalah brokoli, kubis, bawang putih, bawang merah, selada, bayam, wortel, ubi jalar, labu. Sementara daftar buah yang bisa Anda konsumsi adalah alpukat, apel, stroberi, jus jeruk.

Bila Anda penggemar teh, cobalah untuk menggantinya dengan teh hijau yang dapat membantu mencegah Anda terkena kanker serviks.

4. Rutin lakukan pap smear

Bila Anda sudah aktif secara seksual, sudah menikah, dan sudah pernah melahirkan, maka Anda wajib menjalani tes pap smear. Pasalnya, tes ini berguna untuk melihat kemungkinan adanya perkembangan sel kanker serviks.

Pada tes ini, dokter kandungan Anda akan mengambil sampel sel serviks Anda untuk mencari kemungkinan sel yang bisa berubah menjadi kanker. Jadi, bila terdapat sel prakanker yang patut dicurigai, maka sel tersebut bisa segera disingkirkan.

Para ahli merekomendasikan bahwa mulai usia 21 tahun dan sudah pernah berhubungan seksual, wanita harus menjalani pap smear setiap tiga tahun hingga usia 29 tahun. Setelah itu, Anda dianjurkan rutin melakukan pap smear hingga usia 65 tahun dalam rentang waktu 3-5 tahun. Semakin awal Anda melakukan pap smear, maka semakin bisa Anda mencegah sel kanker berkembang lebih parah.

Namun, meski gaya hidup dan pola makan di atas bisa mengurangi risiko terbentuknya kanker serviks, tapi hal ini tidak dapat mencegah infeksi virus HPV yang merupakan biang keladi kanker serviks. Karena itulah, Anda tetap membutuhkan vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca