Ingin Melakukan Pemeriksaan Pap Smear, tapi Sakit Tidak, Ya?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/02/2020
Bagikan sekarang

Tidak sedikit wanita yang menunda atau bahkan menolak pemeriksaan pap smear. Hal ini karena banyak dari mereka yang ragu dan takut pemeriksaan ini akan berjalan menyakitkan. Padahal, pap smear ini penting dilakukan sebagai bentuk deteksi dini kanker serviks. Lantas, apakah benar pap smear itu pasti menyebabkan rasa sakit pada vagina? Cari tahu faktanya lewat ulasan berikut ini.

Apakah pemeriksaan pap smear itu sakit?

Wanita yang berusia 21 tahun atau telah aktif secara seksual dianjurkan untuk melakukan pap smear sebagai bentuk pencegahan kanker serviks. Pap smear adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya masalah pada serviks atau leher rahim wanita yang mengarah pada kanker serviks, terutama jika gejala-gejala kanker serviks mulai muncul.

Pada dasarnya, prosedur pap smear cenderung sederhana, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Hanya saja, Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman atau kram perut sesaat atau setelah pemeriksaan.

Meski begitu, jika Anda menanyakan ke setiap wanita apakah pap smear itu terasa sakit atau tidak, kemungkinan setiap wanita akan memiliki pengalaman yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki toleransi rasa sakit yang berbeda-beda.

Apakah yang menyebabkan prosedur pap smear terasa sakit?

Tes pap smear dilakukan dengan memasukkan alat yang disebut dengan spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi untuk melebarkan vagina supaya dokter bisa melihat leher rahim.

Setelah spekulum dimasukkan dan vagina terbuka, dokter akan mengambil sampel sel-sel serviks Anda dengan alat yang disebut spatula. Nah, semua proses inilah yang membuat wanita cenderung merasa tidak nyaman, bahkan mungkin sakit saat melakukan pap smear.

Namun, apakah ada hal lain yang menyebabkan pemeriksaan pap smear itu terasa sakit? Rupanya, ada beberapa kondisi yang menyebabkan pap smear terasa sakit, yaitu:

1. Merasa gugup dan kurang tenang

Tes pap smear biasanya akan menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan sakit ketika Anda merasa gugup atau ketakutan saat pemeriksaan berlangsung.

Ketika Anda gugup, otot vagina biasanya akan mengencang dan kaku. Hal ini dapat membuat dokter sulit untuk melihat leher rahim Anda. Alhasil, Anda merasa semakin tidak nyaman dan memperlambat proses pemeriksaan.

Sebaliknya, otot vagina dapat lebih rileks jika Anda lebih tenang. Spekulum akan lebih mudah masuk ke vagina dan prosesnya akan semakin cepat selesai.

2. Kondisi kesehatan tertentu

Kondisi kesehatan tubuh Anda memang dapat menjadi penyebab pemeriksaan pap smear terasa sakit. Beberapa kondisi yang mungkin membuat Anda merasakan sakit saat menjalani tes ini, antara lain:

  • Vagina kering
  • Vaginismus, ketika otot vagina mengencang atau tegang
  • Vulvodynia, nyeri di bagian vulva
  • Endometriosis, pertumbuhan jaringan rahim yang berlebih

Untuk mengetahui apakah ada solusi agar pap smear yang Anda jalani itu tidak terlalu sakit, segera beri tahu dokter mengenai gejala-gejala yang Anda alami sebelum pemeriksaan.

3. Belum pernah berhubungan seks

Kemungkinan lain yang memengaruhi apakah pap smear itu terasa sakit atau tidak adalah Anda belum pernah melakukan hubungan seks.

Jika Anda belum pernah mengalami penetrasi dengan pasangan, atau menjalani pap smear saat belum menikah, proses memasukan spekulum ke dalam vagina bisa jadi lebih susah.

Hal tersebut dapat menyebabkan proses pap smear terasa sedikit nyeri.

4. Pernah mengalami trauma seksual

Pernah mengalami kejadian traumatis yang berkaitan dengan pengalaman seksual Anda juga bisa menyebabkan prosedur pap smear terasa sakit. Hal tersebut bisa meliputi pelecehan seksual, atau bahkan pemerkosaan.

Apakah ada solusi bagi korban trauma seksual untuk mengurangi rasa sakit pada tes pap smear itu sendiri? Tentunya ada. Hal ini dapat diatasi dengan memberi tahu dokter atau tim medis Anda sebelum melakukan tes pap smear.

Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu ke psikolog sebelum menjalani tes pap smear. Minta pula bantuan dan dukungan dari keluarga atau teman terdekat.

Apakah ada cara supaya pap smear tidak sakit?

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sensasi tidak nyaman saat pemeriksaan pap smear itu sendiri. Cara yang paling utama untuk meredakan rasa sakit adalah dengan memahami seperti apakah prosedur pap smear itu sendiri.

Kalau Anda sudah tahu seperti apakah proses pap smear itu berlangsung, Anda cenderung akan lebih rileks dan tidak kaget. Dengan kata lain, Anda sudah mempersiapkan diri. 

Jangan terlalu memikirkan apakah proses pap smear terasa sakit atau tidak. Pasalnya, Anda hanya akan semakin takut karena terlalu banyak berpikir dan belum tahu tahapannya. Hal ini bisa membuat otot panggul semakin kaku dan timbul rasa tidak nyaman bahkan sakit.

Apakah ada cara untuk mengalihkan diri dari rasa sakit selama proses pap smear itu sendiri? Supaya tes pap smear berjalan lancar, cobalah mengatur napas Anda setenang mungkin.

Anda juga bisa mengobrol dengan dokter atau perawat untuk mengalihkan perhatian. Semakin tenang menjalaninya, Anda bisa saja tidak sadar bahwa pemeriksaan pap smear telah selesai tanpa menimbulkan rasa sakit.

Apa yang harus dilakukan jika pap smear tetap terasa sakit?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kemampuan orang untuk menahan rasa sakit berbeda-beda. Selain itu, terdapat pula beberapa faktor yang dapat memengaruhi apakah seseorang dapat merasakan sakit selama menjalani tes pap.

Itulah sebabnya, tidak menutup kemungkinan beberapa orang, bahkan mungkin Anda sendiri, akan tetap mengalami rasa sakit ketika tes tersebut berlangsung, meski Anda telah berusaha setenang mungkin. Jika hal tersebut memang terjadi, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya?

Dilansir dari Healthline, terdapat beberapa cara yang bisa Anda coba untuk membantu mengurangi rasa sakit di vagina sehabis melakukan tes pap smear, di antaranya:

  • Kompres area vagina yang sakit dengan handuk hangat. Selain mengurangi rasa sakit, air hangat juga membantu mengurangi pembengkakan yang mungkin terjadi di vagina.
  • Tuangkan air witch hazel ke kapas, kemudian tepuk-tepuk secara perlahan di bagian yang sakit. Tanaman witch hazel diketahui mengandung tanin yang dapat membantu meredakan peradangan.
  • Jika rasa sakit tidak juga menghilang, Anda dapat mencoba obat penghilang rasa sakit, misalnya parasetamol atau ibuprofen.

Segera periksakan diri ke dokter apabila sakit yang Anda rasakan tak kunjung hilang, bahkan disertai perdarahan atau kram di area vagina.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers Februari 28, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang Maret 27, 2020
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Maret 20, 2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Maret 8, 2020
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Maret 7, 2020