Pemeriksaan Pap Smear: Persiapan, Tahapan, dan Siapa Saja yang Memerlukan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/01/2020
Bagikan sekarang

Anda, para wanita, mungkin pernah atau bahkan sering mendengar tentang tes atau pemeriksaan pap smear. Fungsi utama dari pemeriksaan pap smear adalah sebagai salah satu deteksi dini kanker serviks (kanker leher rahim). Supaya lebih jelas lagi, mari ketahui lebih lanjut tentang pemeriksaan pap smear melalui penjelasan berikut ini.

Apa itu pemeriksan pap smear?

pemeriksaan pap smear tes pap smear

Pap smear adalah prosedur pemeriksaan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker serviks (kanker leher rahim) sejak dini. Leher rahim atau serviks merupakan bagian paling rendah dari rahim wanita.

Serviks juga menjadi penghubung antara rahim dengan vagina. Leher rahim ini nantinya berguna sebagai jalan keluar bayi saat Anda melahirkan. Setiap bulannya, serviks juga berguna sebagai jalan bagi darah menstruasi untuk keluar dari tubuh.

Pemeriksaan pap smear adalah tes yang dilakukan dengan mengumpulkan sampel sel dari leher rahim untuk kemudian dites lebih lanjut di laboratorium.

Pemeriksaan pap smear adalah pemeriksaan yang akan memperlihatkan keberadaan sel-sel prakanker atau kanker pada leher rahim Anda.

Tes pap smear juga dapat membantu menunjukkan bila ada perubahan mencurigakan pada sel serviks, yang berisiko mengarah pada perkembangan kanker di kemudian hari.

Penting untuk diketahui, kanker serviks adalah jenis kanker yang sangat umum terjadi pada wanita.

Melakukan deteksi dini (skrining) kanker serviks dengan pemeriksaan pap smear dapat memberikan Anda peluang kesembuhan yang lebih besar.

Pasalnya, semakin dini sel kanker ditemukan saat melakukan pemeriksaan pap smear, semakin cepat pula pengobatan kanker serviks bisa diberikan. Dengan begitu, semakin besar pula peluang kesembuhan.

Melakukan tes pap smear secara dini juga adalah salah satu langkah pencegahan untuk sel kanker serviks bisa menyebar sampai ke berbagai organ tubuh lainnya, seperti rahim, ovarium, paru-paru, dan hati.

Siapa saja yang wajib melakukan pemeriksaan pap smear?

masalah kesehatan wanita

Idealnya, semua wanita wajib menjalani tes pap smear. Dokter umumnya akan merekomendasikan Anda untuk melakukan tes ini pertama kali pada usia 21 tahun, atau setidaknya saat Anda mulai aktif melakukan hubungan seksual.

Setelah itu, waktu yang tepat untuk mengulang pap smear secara rutin adalah setiap tiga tahun sekali sampai usia 65 tahun.

Pap smear untuk wanita berusia di atas 30 tahun idealnya adalah setiap 5 tahun sekali, apabila pemeriksaannya dibarengi dengan tes HPV (Human papillomavirus).

Akan tetapi, jika tergolong berisiko tinggi, Anda mungkin akan direkomendasikan untuk melakukan pap smear lebih sering sesuai usia Anda.

Seorang wanita dikatakan berpeluang tinggi terkena kanker serviks jika memiliki faktor risikonya. Berbagai faktor risiko kanker serviks adalah:

  • Pernah didiagnosis kanker serviks, atau hasil pap smear sebelumnya adalah terlihat adanya perkembangan sel prakanker.
  • Anda terpapar dengan dietilstilbestrol (DES) sebelum lahir.
  • Anda terinfeksi virus HPV.
  • Mempunyai sistem kekebalan tubuh lemah karena transplantasi organ, kemoterapi, atau sedang menggunakan obat kostikosteroid dalam waktu lama.

Ada beberapa kondisi kesehatan yang juga disarankan untuk lebih sering melakukan tes pap. Kondisi kesehatan yang perlu melakukan pap smear rutin adalah wanita yang positif memiliki HIV, dan wanita dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Menurunnya sistem imun tubuh ini bisa dikarenakan sedang rutin melakukan kemoterapi, ataupun pernah menjalani transplantasi organ.

Belum terlambat untuk melakukan tes pap meski usia Anda sudah di atas 30 tahun. Jika Anda seorang wanita, berusia di atas 30 tahun, dan belum pernah melakukan tes pap sebelumnya, coba konsultasikan dengan dokter.

Umumnya, pemeriksaan pap smear biasanya dilakukan bersamaan dengan tes HPV. Keduanya merupakan tes deteksi dini (skrining) untuk kanker serviks. Namun, bisa juga pemeriksaan yang dilakukan pap smear saja.

Siapa yang tidak lagi butuh pemeriksaan pap smear?

membujuk orang tua menggunakan perawat lansia

Meski pap smear adalah salah satu tes yang idealnya wajib dilakukan para wanita, beberapa kondisi mungkin membuat Anda tidak dianjurkan untuk menjalankan tes ini.

Beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear adalah sebagai berikut:

1. Baru saja menjalani histerektomi total

Histerektomi adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan cara mengambil rahim ataupun leher rahim (serviks) dari dalam tubuh. Ada beberapa jenis histerektomi, di antaranya histerektomi total dan histerektomi radikal.

Kedua jenis histerektomi tersebut melibatkan pengangkatan seluruh organ rahim, termasuk serviks. Mengingat serviks telah diangkat, dokter mungkin akan menghentikan jadwal pemeriksaan pap smear rutin Anda.

Anda bisa saja diminta untuk tetap melanjutkan tes pap secara rutin meski telah melakukan histerektomi karena kondisi prakanker atau kanker serviks.

Tujuannya dilakukan pap smear setelah histerektomi adalah untuk melihat apakah sel kanker masih ada atau tidak.

Jika Anda baru saja operasi angkat rahim untuk kondisi non-kanker, seperti fibroid rahim, dokter akan menyudahi tes pap.

2. Wanita berusia di atas 65 tahun

Pap smear adalah tes yang umumnya tak lagi dibutuhkan untuk wanita berusia 65 tahun ke atas. Apalagi jika hasil tes terakhir menunjukkan hasil negatif atau normal.

Tahapan pemeriksaan pap smear

gejala efek samping obat hiv

Berikut ini adalah beberapa tahapan pemeriksaan pap smear yang perlu Anda ketahui.

Sebelum pemeriksaan pap smear

Salah satu persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum menjalani pemeriksaan pap smear adalah memastikan Anda sedang tidak menstruasi atau akan mendapatkannya dalam waktu dekat.

Pasalnya, menjalankan pap smear saat haid bisa membuat hasilnya menjadi kurang akurat.

Beberapa persiapan penting lainnya sebelum pap smear adalah sebagai berikut:

  • Hindari berhubungan seksual 1-2 hari sebelum tes dilakukan.
  • Hindari membersihkan vagina dengan douche 1-2 hari sebelum tes. Cukup bersihkan vagina Anda dengan air hangat.
  • Hindari memasang kontrasepsi vagina, seperti busa, krim, atau jeli yang diletakkan di dalam vagina sekitar 1-2 hari sebelum tes.
  • Hindari penggunaan obat-obatan untuk vagina (kecuali yang diresepkan dokter Anda) dua hari sebelum tes.
  • Pastikan Anda telah mengosongkan kandung kemih tepat sebelum melakukan tes.

Selain itu, beberapa hal di bawah ini adalah kondisi yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan pap smear. Sebaiknya Anda menginformasikan kepada dokter sebelum menjalani tes ini.

  • Mengonsumi obat-obatan, misalnya pil KB yang mengandung estrogen atau progestin. Hal ini karena obat ini dapat memengaruhi hasil tes.
  • Pernah melakukan pap smear sebelumnya, dan hasilnya adalah tidak normal.
  • Sedang hamil.

Dalam kebanyakan kasus, tes pap kemungkinan bisa dan aman dilakukan sebelum usia kehamilan menginjak 24 minggu. Lewat dari usia kehamilan tersebut, tes pap mungkin akan terasa sakit dan kurang nyaman.

Apabila Anda ingin melakukannya, tunggulah sampai sekitar 12 minggu setelah melahirkan agar hasil pemeriksaan pap lebih akurat.

Selama pemeriksaan pap smear

tahap pemeriksaan pap smear

Tes pap smear adalah proses yang umumnya berjalan cepat dan sederhana. Selama pemeriksaan, dokter akan meminta Anda berbaring dengan membuka kaki lebar-lebar (seperti posisi mengangkang) di atas tempat tidur khusus, seperti gambar di atas.

Pap smear adalah tes yang menggunakan alat bernama spekulum ke dalam vagina. Alat ini berfungsi untuk membuka dan melebarkan lubang vagina.

Langkah selanjutnya dalam pap smear adalah dokter akan mengeruk sampel sel di leher rahim Anda dengan alat khusus berupa spatula, sikat halus, atau kombinasi dari keduanya (cytobrush).

Setelah berhasil diambil, sampel sel dari serviks akan diletakkan dan dikumpulkan dalam wadah yang berisi cairan khusus untuk menyimpan sampel sel. Sampel juga bisa diletakkan di atas slide kaca khusus.

Proses terakhir dari pap smear adalah mengirim sampel sel ke laboratorium untuk diuji lebih lanjut dan hasilnya didapat.

Setelah pemeriksaan pap smear

dideteksi lewat pap smear

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, pap smear adalah pemeriksaan medis yang biasanya tidak terasa menyakitkan. Namun terkadang, area perut Anda mungkin saja akan merasa sedikit sakit atau kram seperti saat sedang menstruasi.

Setelah pap smear selesai, beberapa efek yang muncul adalah vagina terasa sedikit tertekan dan mengeluarkan sedikit darah. Tak perlu panik, ini adalah hal yang normal terjadi setelah pap smear dan dapat membaik dengan sendirinya.

Salah satu penyebab hal tersebut terjadi adalah adanya ketegangan otot-otot vagina selama pap smear berlangsung. Apabila otot vagina lebih rileks, rasa tidak nyaman setelah tes ini dapat lebih minim.

Beberapa orang dengan kondisi vagina kering juga mungkin mengeluhkan rasa tidak nyaman, karena itu bicarakan dulu dengan dokter sebelum pap smear bila Anda memang punya keluhan ini.

Hasil pap smear biasanya keluar 1-3 minggu setelahnya. Jika negatif, artinya leher rahim Anda dalam kondisi normal. Namun, hasil yang positif bukan berarti Anda langsung didiagnosis memiliki kanker serviks.

Hasil tes hanya menunjukkan adanya sel abnormal dalam leher rahim. Biasanya, melakukan ulang pap smear beberapa bulan kemudian adalah langkah penting untuk memastikan adanya kanker.

Cara membaca hasil tes pap smear

tes pap smear

Ada dua kemungkinan hasil pap smear, yakni normal atau tidak. Berikut penjelasan masing-masing hasilnya.

Pap smear negatif (normal)

Hasil pap smear yang negatif adalah sebuah kabar baik. Artinya, Anda tidak memiliki pertumbuhan sel abnormal di dalam serviks, alias negatif dari kanker serviks.

Itulah sebabnya hasil tes negatif ini disebut juga dengan hasil tes normal. Meski begitu, bukan berarti Anda tidak harus melakukan pemeriksaan pap smear lagi.

Anda tetap perlu melakukan tes pap smear sekitar tiga tahun kemudian. Ini karena sel kanker dapat tumbuh sangat lambat.

Itu sebabnya pap smear adalah tes yang perlu diulang secara rutin untuk memantau perkembangan sel kanker.

Pap smear positif (tidak normal)

Jika hasil pap smear adalah positif, alias tidak normal, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi.

Bisa jadi Anda terdiagnosis positif menderita kanker serviks, atau mungkin hanya sekadar peradangan atau perubahan sel kecil (displasia).

Untuk memastikan Anda memiliki kanker atau tidak, biasanya dokter akan melakukan tes pap sekali lagi beberapa bulan kemudian. Butuh atau tidaknya Anda untuk melakukan tes lainnya akan ditentukan oleh hasil pap smear yang lakukan ini.

Bila hasilnya ternyata masih abnormal, dokter biasanya akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan kolposkopi.

Kolposkopi dalam tes lanjutan pap smear adalah prosedur skrining untuk melihat area vulva, vagina, dan serviks dengan menggunakan alat pembesar khusus.

Seberapa akurat hasil pemeriksaan pap smear?

medical checkup

Pap smear adalah tes dengan akurasi yang tinggi. Dilansir dari National Cancer Institute, rutin menjalani tes pap dapat mengurangi angka kanker serviks dan kematian karena penyakit tersebut hingga 80 persen.

Maka meski rasanya kurang nyaman, pap smear adalah tes yang harus Anda utamakan. Apalagi jika Anda termasuk orang yang berisiko tinggi terkena kanker seviks.

Pap smear adalah salah satu cara paling efektif untuk mendeteksi atau bahkan mencegah risiko kanker serviks.

Apakah pemeriksaan pap smear bisa untuk mendeteksi virus HPV?

penyebab sirosis hati

Tujuan utama dari tes pap smear adalah mencari tahu kemungkinan adanya perkembangan sel-sel abnormal di dalam serviks. Perkembangan abnormal itu bisa saja disebabkan oleh virus HPV.

Oleh karena itulah, Anda sangat disarankan untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini dengan melakukan pap smear. Dengan begitu, pengobatan bisa segera diberikan ketika Anda memang dinilai positif mengalami kanker serviks.

Tes HPV adalah salah satu deteksi dini kanker serviks, yang biasanya dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan pap smear. Pemeriksaan ini juga tidak kalah penting, karena virus HPV bisa menular dengan mudah melalui kontak seksual.

Itu sebabnya waktu yang disarankan untuk wanita melakukan tes pap smear adalah saat Anda mulai aktif berhubungan seksual.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 20/03/2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 08/03/2020
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 07/03/2020