Perlukah Saya Melakukan Pap Smear Walaupun Belum Menikah?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/02/2020
Bagikan sekarang

Pemeriksaan pap smear diyakini sebagai salah satu cara deteksi dini untuk kanker serviks yang cukup efektif. Namun, banyak yang bingung apakah seorang wanita yang belum menikah perlu untuk melakukan tes pap smear? Sebenarnya, seberapa penting pap smear sebelum menikah dilakukan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Perlukah pap smear untuk wanita yang belum menikah?

Virus penyebab kanker serviks, yakni virus HPV, menular melalui kontak seksual. Itu sebabnya, banyak wanita belum menikah yang bingung mengenai perlukah mereka untuk melakukan pemeriksaan pap smear.

Nyatanya, semua wanita perlu melakukan pap smear sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker serviks. Pemeriksaan ini umumnya sangat dianjurkan untuk mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat kemoterapi atau transplantasi organ.

Wanita dengan kondisi tersebut harus rutin melakukan tes pap smear. Namun, ada juga syarat lain yang harus dipenuhi.

Dilansir dari laman Mayo Clinic, sebagian besar organisasi kesehatan di dunia menganjurkan bahwa wanita bisa melakukan tes pap smear pertama kali saat berusia 21 tahun.

Sebenarnya, kuncinya adalah di aktivitas seksual Anda. Apabila Anda sudah aktif berhubungan seksual, tapi belum menikah atau berusia 21 tahun, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan pap smear.

Dalam kebanyakan kasus, kanker serviks disebabkan oleh virus HPV. Virus ini diketahui menular melalui hubungan seksual. Itu sebabnya, Anda yang telah aktif berhubungan seksual, perlu melakukan tes ini secara rutin demi mencegah mencegah penyakit kanker serviks.

Sementara itu, untuk wanita yang belum menikah dan belum pernah melakukan hubungan seks sama sekali, pemeriksaan pap smear tidak diwajibkan. Ini karena kemungkinan risiko penyakit kanker serviks sangat kecil pada wanita yang belum menikah dan berhubungan seks.

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan punya riwayat keluarga dengan penyakit ini, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear, sekalipun belum menikah.

Keduanya merupakan faktor risiko kanker serviks. Bicarakan dengan dokter kandungan terlebih dahulu untuk mendapatkan saran terbaik.

Perbedaan pap smear sebelum dan sesudah menikah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, memutuskan apakah wanita perlu untuk melakukan pap smear atau tidak, sebenarnya tidak sekadar dilihat dari apakah ia sudah menikah atau belum.

Namun, perlu atau tidaknya Anda melakukan pap smear ditentukan dari apakah Anda sudah pernah berhubungan seks atau belum, serta apakah Anda sudah mencapai usia 21 tahun.

Hasil dari pap smear yang dilakukan baik sebelum atau sesudah menikah tidak ada bedanya.

Menurut dr. Andrea Smith, seorang ahli ginekologi dari The University of Utah, penting bagi setiap wanita—baik yang sudah atau belum menikah, aktif secara seksual atau tidak—untuk menjalani pap smear secara rutin.

Berapa kali pap smear sebaiknya dilakukan?

Jika Anda wanita yang memutuskan untuk melakukan tes pap smear sebelum menikah, sebenarnya aturannya tidak jauh berbeda dengan yang sudah menikah, karena yang menjadi acuan adalah aktif atau tidaknya Anda berhubungan seks.

Apabila Anda belum menikah, sudah pernah melakukan hubungan seksual, dan belum genap berusia 21 tahun, Anda disarankan untuk melakukan pap smear setidaknya 3 tahun sekali.

Lebih lengkapnya, berikut adalah ketentuan pemeriksaan pap smear untuk wanita dari Healthline, baik yang sudah menikah atau belum:

  • Wanita usia kurang dari 21 tahun dan aktif berhubungan seksual sebaiknya melakukan tes pap smear 3 tahun sekali.
  • Wanita usia 21-29 tahun, aktif berhubungan seksual direkomendasikan melakukan tes pap smear tiga tahun sekali.
  • Wanita 30-65 tahun, direkomendasikan melakukan tes pap smear 3 atau 5 tahun sekali jika hasil tes pap atau tes HPV sebelumnya negatif.
  • Wanita usia 65 tahun ke atas tidak memerlukan tes pap smear lagi, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter mengenai kebutuhan terkait kondisi lain.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Serviks Stadium 3: Perkembangan, Angka Harapan Hidup, dan Pengobatan

Perkembangan kanker serviks stadium 3 sudah bukan hanya di dalam serviks, tapi sudah sampai ke area tubuh lainnya. Yuk, cari informasinya lebih lanjut.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Kanker Serviks Stadium 2: Perkembangan, Peluang Sembuh, dan Pengobatan

Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mencapai stadium 2. Seperti apa tahap perkembangan kanker serviks di stadium ini, dan bagaimana perawatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

Segala Hal yang Perlu Anda Tahu Soal Penyembuhan Kanker Serviks

Setelah pengobatan selesai, Anda akan masuk ke tahap penyembuhan kanker serviks. Apa saja yang perlu diperhatikan selama proses pemulihan kanker serviks?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri

6 Pilihan Obat Herbal untuk Kanker Serviks Melihat dari Sisi Medisnya

Selain dengan tindakan medis dari dokter, minum obat herbal juga dinilai berpotensi untuk menghambat perkembangan sel kanker serviks. Apa saja pilihannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Kanker Serviks, Health Centers Februari 28, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

penderita kanker serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang Maret 27, 2020
tes kanker serviks saat hamil

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Maret 20, 2020
biopsi kanker serviks

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Maret 8, 2020
pemeriksaan tes hpv dna

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal tayang Maret 7, 2020