Kanker Payudara Bisa Terjadi pada Pria, Waspadai Gejala Berikut

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Mungkin, banyak dari Anda yang berpikir bahwa kanker payudara hanya terjadi pada wanita. Nyatanya tidak. Dikutip dari American Cancer Society, kanker dapat berkembang pada jaringan payudara kecil pada pria, tepatnya di belakang puting. Apa yang menyebabkan hal ini? Seperti apa gejala kanker payudara pada pria? Simak ulasannya berikut ini.

Mengenal kanker payudara pada pria

payudara tumbuh

Tak hanya wanita, pria juga bisa memiliki benjolan di payudara. Umumnya, benjolan pada payudara pria disebabkan oleh kondisi yang disebut ginekomastia.

Kondisi tersebut sangatlah wajar, dan merupakan kondisi yang tidak bersifat kanker dan membuat jaringan dada pada pria membesar.

Meski begitu, benjolan pada pria juga bisa disebabkan oleh kanker. Kanker payudara pada pria adalah pertumbuhan sel yang abnormal pada jaringan payudara pria.

Kanker payudara adalah penyakit yang jarang terjadi pada pria. Hanya terdapat sekitar 1% kasus kanker payudara pada pria yang terdiagnosis per tahun.

Gejala kanker payudara pada pria

Gejala utama kanker payudara pada pria adalah adanya benjolan keras pada salah satu dada. Benjolan umumnya tidak terasa sakit.

Benjolan yang menjadi gejala kanker payudara pada pria biasanya terletak di bawah puting dan aerola (lingkaran gelap di sekeliling puting). Benjolan kanker payudara pada pria biasanya bisa menimbulkan gejala berupa bengkak.

Di bawah ini adalah beberapa gejala kanker payudara pada pria yang mungkin terjadi, meskipun jarang.

  • Puting masuk ke dalam (retraksi)
  • Puting menjadi keras, iritasi, dan bisa muncul korengan pada puting
  • Keluar cairan dari puting

Gejala kanker payudara yang lain pada pria biasanya muncul apabila kanker sudah menyebar (metastasis) ke bagian lain tubuh, seperti tulang, hati, atau paru. Hal ini sering disebut dengan kanker payudara metastasis.

Gejala kanker payudara metastasis pada pria termasuk:

  • Tulang terasa sakit
  • Pembengkakan pada kelenjar limfa, biasanya di dalam atau sekitar ketiak
  • Nafas pendek
  • Merasa lelah sepanjang waktu
  • Merasa sakit
  • Kulit gatal dan menguning pada kulit dan mata

Kapan harus ke dokter?

Anda sebaiknya segera mengunjungi dokter begitu menyadari adanya gejala kanker payudara pada pria, seperti benjolan pada payudara.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda memiliki masalah yang berhubungan dengan puting, seperti koreng, atau mengeluarkan cairan.

Memiliki gejala di atas bukan berarti Anda pasti terkena kanker payudara pada pria. Tetap dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk hasil pastinya.

Penyebab kanker payudara pada pria

kanker payudara pada pria

Hingga hini, belum diketahui dengan jelas apa yang jadi penyebab munculnya kanker payudara pada pria. Meski begitu, ada beberapa faktor risiko yang bisa jadi penyebab kanker payudara pada pria, antara lain:

Usia

Kebanyakan kasus kanker payudara pada pria ditemukan pada pria berusia 60-70 tahun. Peluang kanker payudara terbilang sangat kecil pada golongan pria dewasa muda.

Genetik dan riwayat keluarga

Mutasi genetik adalah perubahan permanen pada rantai DNA yang memproduksi gen. Akibatnya, satu atau lebih fungsi tubuh tidak akan bekerja seperti seharusnya.

Terdapat sejumlah mutasi genetik yang diketahui meningkatkan risiko kanker payudara pada pria, khususnya mutasi BRCA2. Gen cacat dipercaya sebagai penyebab kanker payudara pada pria, terhitung 1-2 dari 10 kasus yang dilaporkan.

Bukti medis juga menjelaskan bahwa kanker payudara termasuk penyakit keturunan, terutama pada pria yang memiliki hubungan darah langsung dengan pengidap kanker, misalnya kakak perempuan atau ibu.

Estrogen

Bukti medis menunjukkan bahwa kadar hormon estrogen yang terlalu tinggi dalam darah, atau paparan terhadap estrogen dalam jangka waktu lama, memiliki andil dalam meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

Pria cenderung memiliki estrogen dalam jumlah yang sedikit jika dibandingkan dengan wanita.

Namun, beberapa kondisi bisa menyebabkan pria memiliki kadar estrogon tinggi, di antaranya:

  • Terapi hormon. Estrogen sintetik umum digunakan untuk menangani kanker prostat dan diberikan pula kepada pasien transgender yang menjalani operasi ganti kelamin pria ke wanita
  • Obesitas. Pria obesitas memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi daripada pria dengan berat badan sehat
  • Sirosis. Sirosis hati adalah kerusakan yang umumnya disebabkan oleh penyalahgunaan minuman beralkohol

Faktor risiko lain juga disebabkan oleh sebuah kondisi medis langka yang memengaruhi genetik pria, disebut sindrom Klinefelter.

Sindrom Klinefelter adalah kondisi bawaan lahir (laki-laki umum memilikinya sejak lahir), artinya pria dengan kondisi ini akan memproduksi hormon testosteron yang lebih sedikit dari batas normal.

Testosteron biasanya bertugas membatasi efek estrogen. Oleh karena itu, pada pria dengan sindrom Klinefelter lebih rentan terhadap kanker payudara.

Risiko pekerjaan

Pria yang bekerja di bawah terpaan suhu panas dalam jangka waktu lama memiliki risiko dua kali lipat terkena kanker payudara dibandingkan pria yang bekerja di tempat yang lebih sejuk atau sedikit kontak dengan polusi dan cuaca panas.

Beberapa contoh pekerjaan yang meningkatkan risiko kanker payudara pada pria, misalnya:

  • Tukang las, pandai besi
  • Buruh pabrik baja
  • Buruh pabrik otomotif

Dugaan awal menjelaskan hubungan antara lingkungan kerja dengan peningkatan risiko kanker payudara bahwa terpaan panas secara konsisten akan merusak testis, yang berakibat pada kenaikan kadar estrogen.

Dugaan lainnya adalah, lingkungan kerja yang melibatkan suhu panas biasanya juga melibatkan aktivitas senyawa kimia tertentu yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada pria.

Risiko kanker payudara juga ditemukan tinggi pada pria yang bekerja di pabrik parfum dan sabun. Golongan pria ini memiliki peluang hingga tujuh kali lipat untuk terjangkit kanker payudara dibanding pria dewasa lainnya.

Namun, alasan pasti penyebabnya masih belum jelas. Paparan terhadap senyawa kimia tertentu dianggap sebagai kemungkinan utama, namun belum dapat dibuktikan.

Radiasi

Paparan radiasi telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara pria. Penelitian menemukan, pria yang menerima prosedur radioterapi (menggunakan sinar x-ray dalam dosis tinggi untuk mematikan sel kanker) yang diterapkan pada dada bagian atas memiliki peluang risiko tujuh kali lipat mendapat kanker payudara.

Bagaimanapun, dengan peluang tujuh kali lipat juga masih dianggap kecil kemungkinannya untuk pria terjangkit kanker payudara.

Pengobatan kanker payudara pada pria

kanker payudara pada pria

Dokter biasanya akan merencanakan pengobatan berdasarkan gejala kanker payudara pada pria yang muncul. Pilihan pengobatan tersebut, antara lain:

Operasi

Metode yang paling umum digunakan untuk menangani kanker payudara pada pria adalah operasi mengangkat tumor atau seluruh payudara.

Saat melakukan operasi pengangkatan tumor, dokter akan memotong tumor dan area sekitar tumor. Pada operasi pengangkatan seluruh payudara, terkadang dokter akan mengangkat payudara, kelenjar getah bening, dan sebagian otot dada.

Radioterapi

Terapi radiasi ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk merusak sel kanker. Saat terapi radiasi dilakukan untuk pasien pria dengan kanker payudara, mesin besar digerakkan di sekitar tubuh dan mengantar sinar ke titik yang tepat pada dada.

Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker, termasuk kanker payudara pada pria. Apabila setelah operasi sel kanker masih terdapat di area lain atau Anda memiliki kanker metastasis, dokter Anda akan memberikan kemoterapi.

Kemungkinan sembuh

Kemungkinan sembuh untuk kanker payudara pada pria tidak sebaik pada wanita. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran atas kondisi tersebut. Akibatnya, butuh waktu lebih lama untuk mendiagnosis.

Kemungkinan sembuhnya pria dari kanker payudara biasanya bergantung pada sejauh apa kanker telah menyebar pada tubuh sebelum didiagnosis.

Kanker payudara pada pria yang didiagnosis pada stadium awal biasanya memiliki peluang kesembuhan yang lebih besar.

Namun, kemungkinan sembuh dari kanker payudara akan menurun apabila sel kanker telah menyebar di luar jaringan payudara.

Sayangnya, banyak kasus pasien yang didagnosis setelah kanker telanjur menyebar.

Mencegah kanker payudara pada pria

Untuk mencegah kanker payudara pada pria, Anda bisa melakukan hal-hal yang menurunkan risiko Anda. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan, antara lain:

  • Kurangi konsumsi alkohol. Pria disarankan untuk tidak meminum lebih dari 100 ml alkohol per hari. Akan lebih baik jika Anda berhenti sama sekali.
  • Menjaga berat badan ideal lewat pola makan sehat dan olahraga teratur.

Share now :

Direview tanggal: Desember 24, 2016 | Terakhir Diedit: Januari 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca