Benarkah Menyusui Dapat Mencegah Kanker Payudara?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Setelah bayi lahir, tugas Anda tentu belum selesai. Anda dihadapkan pada dua pilihan, menyusui atau tidak menyusui. Lembaga kesehatan dunia atau WHO menyarankan ibu menyusui bayinya sampai usia 6 bulan atau biasa disebut dengan ASI eksklusif.

Menyusui menghasilkan banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Di dalam ASI terdapat antibodi yang mampu memperkuat sistem kekebalan tubuh bayi, sehingga bayi ASI tidak rentan terhadap penyakit infeksi. Bagi ibu sendiri, menyusui dihubungkan dengan penurunan risiko kanker payudara.

Menyusui dapat mencegah ibu terkena kanker payudara

Seperti dilansir dari WebMD, penelitian menunjukkan bahwa wanita yang baru memiliki anak setelah usia 25 tahun memiliki risiko dua kali lebih besar untuk menderita kanker payudara sama seperti wanita yang tidak mempunyai anak. Dan penelitian terbaru menunjukkan menyusui dapat melindungi wanita dari risiko kanker payudara tersebut, jelas Giske Ursin, MD, PhD, seorang profesor kedokteran pencegahan di Keck School of Medicine di University of Southern California.

Penelitian lain yang dilakukan oleh University of North Carolina School of Medicine tahun 2009 juga menunjukkan bahwa wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara yang menyusui bayinya dapat menurunkan risiko kanker payudara sebesar 59%. Penelitian ini tidak mencari tahu mengapa menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara, tetapi peneliti menduga bahwa ketika wanita tidak menyusui, peradangan dan pembengkakan yang terjadi setelah lahir menyebabkan perubahan pada jaringan payudara yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Sehingga, menyusui dapat mencegah peradangan ini dan menurunkan risiko kanker payudara.

Sebuah penelitian kolaboratif internasional yang diterbitkan oleh Annals of Oncology juga menunjukkan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko pengembangan hormon reseptor negatif kanker payudara sebesar 20%.

Jadi, menyusui merupakan cara sederhana yang dapat dilakukan oleh semua wanita untuk menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Bagaimana menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa banyak penelitian telah mengaitkan menyusui dengan penurunan risiko kanker payudara. Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa menyusui yang dilakukan setidaknya satu tahun dapat menurunkan risiko kanker payudara. Menyusui selama setidaknya satu tahun berhubungan dengan penurunan risiko pengembangan hormon reseptor positif dan hormon reseptor negatif kanker payudara.

Namun, penelitian lain menyebutkan bahwa berapa lama wanita menyusui bayinya tidak terlalu penting dibandingkan dengan apakah wanita menyusui bayinya. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengurangan risiko kanker payudara sama saja pada wanita yang menyusui bayinya selama tiga bulan atau selama lebih dari 3 tahun. Dan, juga tidak ada perbedaan risiko pada wanita yang menyusui bayinya secara eksklusif atau dengan tambahan makanan tertentu.

Intinya adalah dengan menyusui, Anda membantu diri Anda untuk terhindar dari kanker payudara. Terdapat beberapa alasan mengapa menyusui dapat menurunkan risiko kanker payudara, yaitu:

  • Menyusui artinya sel-sel payudara memproduksi susu setiap waktu, sehingga membatasi kemampuan sel-sel payudara untuk berbuat menyimpang.
  • Wanita yang menyusui memiliki siklus menstruasi yang lebih sedikit, sehingga menyebabkan kadar hormon estrogen dalam tubuh lebih rendah. Hormon estrogen merupakan salah satu hal yang berperan memicu kanker payudara.
  • Saat menyusui biasanya wanita lebih memperhatikan asupan gizinya, cenderung memilih makanan yang bergizi dan menerapkan pola hidup sehat, seperti tidak merokok dan minum alkohol, sehingga juga membantu menurunkan risiko kanker payudara.

Bagaimana jika saya tidak menyusui, apakah saya berisiko terkena kanker payudara?

Bagi Anda yang mampu untuk menyusui, sebaiknya susui bayi Anda secara eksklusif (ASI saja) selama 6 bulan dan teruskan pemberian ASI sampai 2 tahun. Menyusui terbukti memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi, salah satunya adalah menurunkan risiko kanker payudara.

Namun, bagi Anda yang belum beruntung untuk menyusui, sebaiknya jangan khawatir. Ada cara lain yang dapat Anda lakukan untuk dapat terhindar dari kanker payudara. Cara yang paling efektif dalam mencegah kanker payudara adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Mempertahankan berat badan sehat, melakukan olahraga secara teratur, dan menerapkan diet gizi seimbang dengan asupan lemak jenuh rendah dapat membantu Anda menurunkan risiko kanker payudara. Selain itu, sebaiknya juga hindari rokok dan minum alkohol.

Jadi, menyusui bukan satu-satunya cara untuk menurunkan risiko kanker payudara. Tapi, sebaiknya sebisa mungkin susui bayi Anda dengan ASI karena ASI merupakan makanan yang paling sempurna untuk bayi Anda.

BACA JUGA

Sumber
Yang juga perlu Anda baca