Informasi Seputar Mamografi yang Semua Wanita Perlu Tahu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Tes mamografi adalah salah satu cara untuk mendeteksi berbagai masalah atau penyakit pada payudara, termasuk kanker payudara. Lantas, bagaimana prosedur ini dilakukan? Siapa saja yang harus melakukan pemeriksaan mamografi? Simak ulasan di bawah ini.

Apa itu mamografi?

Mamografi (mammografi) adalah prosedur pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X atau rontgen dosis rendah untuk mengambil gambar jaringan payudara. Tes pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya pertumbuhan atau perubahan abnormal pada jaringan payudara, termasuk untuk mengetahui keberadaan kanker.

Mamografi adalah prosedur yang sangat bermanfaat bagi wanita, terutama yang memiliki faktor risiko kanker payudara. Meski demikian, prosedur pemeriksaan ini tidak dapat mencegah kanker payudara.

Mammografi bertujuan untuk menyelamatkan nyawa dengan mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Semakin cepat mammografi dilakukan, kanker akan lebih mudah diobati dan bahkan disembuhkan, sehingga terhindar dari kondisi kanker yang parah.

Kapan perlu dilakukan mamografi?

gejala awal kanker payudara

Mammografi perlu dilakukan bila Anda merasakan adanya benjolan di payudara, perubahan bentuk, kulit, puting, atau gejala kanker payudara lainnya, setelah melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) dan klinis oleh dokter. Pada kondisi ini, mamografi dibutuhkan untuk mendiagnosis masalah tersebut.

Namun, umumnya Anda memerlukan pemeriksaan kanker payudara lain, seperti MRI, biopsi, atau USG payudara untuk memastikan diagnosis tersebut, apakah terkait kanker atau tidak.

Selain itu, mammografi juga bisa dilakukan meski Anda tidak merasakan gejala apapun pada payudara Anda. Pada kondisi ini, mammografi dibutuhkan untuk mendeteksi dini keberadaan tumor atau sel kanker yang mungkin tidak terasa.

Deteksi dini dengan mamografi ini perlu dilakukan oleh seluruh wanita, terutama yang memiliki faktor risiko kanker payudara, baik yang berisiko tinggi maupun rata-rata.

Bagi wanita yang memiliki risiko tinggi terkena kanker payudara, pemeriksaan mammografi bisa dimulai sebelum usia 40 tahun. Konsultasikan dengan dokter kapan waktu yang tepat untuk Anda memulai pemeriksaan mammografi dan seberapa rutin harus dilakukan.

Namun, secara umum, American Cancer Society merekomendasikan, pemeriksaan mamografi perlu dimulai pada wanita usia 40 hingga 44 tahun. Pada usia inilah mamografi dapat mendeteksi bila ada payudara yang tidak normal pada seorang wanita.

Kemudian, pada usia 45 hingga 54 tahun, wanita perlu melakukan tes mamografi setiap tahun. Baru pada usia 55 tahun ke atas, tes mammografi boleh dilakukan setiap 2 tahun sekali. Namun, bagi yang ingin melanjutkan pemeriksaan setahun sekali tidak masalah.

Beberapa ahli berpendapat tes rutin mamografi boleh berhenti pada usia 74 tahun ke atas. Pasalnya, wanita yang lebih tua, yakni di atas 75 tahun, tidak terbukti memiliki risiko kanker yang potensial. Dengan demikian, melakukan mamografi pada usia tersebut dirasa sudah tidak lagi bermanfaat.

Penting untuk dipahami, risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Itulah mengapa semua wanita usia menopause harus melakukan mammografi secara teratur. Namun sebenarnya, kapan Anda harus mulai mendapatkan mammografi, harus seberapa rutin dilakukan, dan kapan harus berhenti, perlu didiskusikan dengan dokter.

Langkah Mudah Memeriksa Payudara Sendiri (SADARI) untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menjalani mamografi

Sebelum menjalani mammografi, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal di bawah ini agar lebih siap dalam menjalaninya serta hasilnya pun lebih optimal:

  • Pilihlah rumah sakit atau pusat kesehatan yang sudah tepercaya dalam melakukan mammografi.
  • Pilihlah fasilitas mammografi yang sama setiap kali pemeriksaan agar dapat dengan mudah dibandingkan dari tahun ke tahun.
  • Berkonsultasi dengan dokter. Beri tahu gejala dan riwayat kesehatan Anda serta hasil mammogram sebelumnya (jika ada) pada dokter.
  • Jadwalkan tes mamografi Anda satu minggu setelah menstruasi selesai, saat payudara dalam keadaan normal. Sebab, payudara akan lebih terasa nyeri atau bengkak saat seminggu sebelum atau sedang menstruasi.
  • Jangan gunakan deodoran, antiperspiran, losion, krim, atau parfum di ketiak atau payudara saat hari pemeriksaan. Bahan-bahan ini bisa terlihat saat prosedur skrining dan menimbulkan kebingungan.
  • Gunakan baju atasan berkancing atau kemeja agar lebih mudah dilepas saat pemeriksaan.

Perlu diketahui, mamografi adalah prosedur yang terkadang menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman pada payudara Anda. Namun, jangan khawatir, hal ini hanya dirasakan sementara dan tidak semua wanita akan merasakan hal tersebut.

Beri tahu dokter atau teknisi mammografi bila Anda mengalaminya. Dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk memberi obat penghilang rasa sakit sekitar satu jam sebelum prosedur dilakukan.

Selain itu, perlu diketahui juga, ibu hamil dan menyusui tidak diperkenankan melakukan mammografi karena paparan sinar-X dapat membahayakan bayi dan janin di dalam kandungannya.

Bagaimana proses pemeriksaan mamografi?

Selama menjalani mamografi, Anda mungkin akan diminta berdiri atau duduk di depan alat atau mesin sinar-X yang didesain khusus. Payudara Anda kemudian akan ditempelkan pada layar pemindai rontgen, kemudian sebuah kompresor yang terdiri dari dua piringan plastik akan menekan payudara Anda ke bawah.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan gambar jaringan payudara Anda secara lebih jelas. Selain itu, Anda mungkin harus menahan napas setiap kali pengambilan gambar, sesuai instruksi teknisinya.

Selama prosedur, dokter akan memeriksa hasil gambar yang ditampilkan di layar pemindai. Dokter mungkin akan meminta teknisi radiologi untuk mengambil beberapa gambar tambahan jika hasil yang ada terlihat kurang jelas atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Keseluruhan prosedur biasanya memakan waktu kurang dari 30 menit. Setelah itu, Anda dapat berpakaian dan melanjutkan aktivitas normal.

Apa arti hasil tes mammografi?

seberapa sering tes mamografi

Gambar hasil mammografi disebut dengan mammogram. Umumnya mamogram ini dapat Anda terima dalam 30 hari setelah pemeriksaan dilakukan.

Dalam mammogram, jaringan payudara yang padat tampak berwarna putih, sedangkan jaringan lemak dengan kepadatan rendah akan berwarna abu-abu. Adapun keberadaan sel tumor juga akan ditunjukkan dengan berwarna putih, sama seperti jaringan payudara yang padat.

Dalam mamografi, beberapa kemungkinan kondisi yang ditemukan yaitu:

  • Endapan kalsium (kalsifikasi) dalam saluran dan jaringan lain.
  • Massa atau benjolan di payudara.
  • Area asimetris pada mammogram.
  • Area padat yang muncul pada satu sisi payudara atau area spesifik saja.

Sebagian kalsifikasi yang ditemukan bersifat jinak, seperti fibroadenoma. Namun, kalsifikasi yang tidak teratur dan jumlah banyak bisa dicurigai sebagai kanker, sehingga umumnya memerlukan mammogram tambahan dengan pembesaran gambar.

Sementara itu, area padatan biasanya menunjukkan jaringan kelenjar atau kanker. Oleh karena itu, dibutuhkan tes lanjutan untuk memastikannya, seperti biopsi payudara.

Apa saja risiko dan efek samping dari mamografi?

Mammografi memang bermanfaat untuk mendeteksi dini kanker payudara. Namun, jenis pemeriksaan ini pun memiliki risiko, efek samping, dan keterbatasan. Berikut risiko, efek samping, dan keterbatasan dari tes mamografi:

  • Membuat Anda terkena radiasi, meski dosisnya rendah.
  • Mammografi tidak selalu akurat.
  • Mamografi pada wanita muda sulit ditafsirkan, karena payudara pada wanita muda lebih padat.
  • Terkadang membutuhkan tes pemeriksaan lain untuk memastikan diagnosisnya.
  • Mammografi tidak bisa mendeteksi semua kanker. Beberapa kanker yang terdeteksi pada pemeriksaan fisik mungkin tidak terlihat pada mammogram karena terlalu kecil atau berada di area yang sulit terlihat dengan mamografi.
  • Tidak semua tumor yang ditemukan oleh mammografi dapat disembuhkan. Jenis kanker tertentu bersifat agresif dan menyebar dengan cepat ke area tubuh lainnya.

Perbedaan mammografi dan termografi

termografi

Berbeda dengan mamografi, termografi adalah tes yang menggunakan kamera khusus untuk mengukur suhu pada permukaan kulit payudara. Tes ini bisa mendeteksi adanya kanker, sebab pertumbuhan sel kanker dikaitkan dengan pembentukan pembuluh darah dan pembengkakan yang berlebihan pada jaringan payudara.

Adapun area payudara yang terkena kanker biasanya memiliki suhu lebih tinggi yang akan terdeteksi melalui prosedur termografi.

Mamografi dan termografi sama-sama mampu mendeteksi kanker pada payudara. Namun, termografi bukanlah pengganti untuk skrining mamografi.

Termografi digunakan sebagai bahan deteksi dini untuk kanker payudara, sedangkan mamografi digunakan sebagai diagnosis lanjutan setelah termografi. Oleh karena itu, para ahli merekomendasikan mamografi tetap sebagai prosedur skrining kanker payudara yang utama.

Konsultasikan selalu dengan dokter Anda mengenai jenis pemeriksaan yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.

Tips mendampingi orang yang menjalani mamografi

Prosedur mammografi terkadang menimbulkan kekhawatiran bagi yang akan menjalaninya. Oleh karena itu, jika Anda dipercaya untuk mendampingi orang yang akan melakukan mammografi, Anda bisa mengikuti tips di bawah ini:

  • Cari informasi dasar seputar mammografi.
  • Pilih tempat pemeriksaan mammografi yang terpercaya.
  • Tetap tenang.
  • Meyakinkan bahwa mammografi adalah langkah yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Pernah meraba ketiak Anda? Apakah menemukan benjolan di sana? Benjolan di ketiak dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit yang mungkin serius.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Tidur yang Sehat, Dengan Lampu Menyala atau Mati?

Anda sering tidur dalam keadaan terang benderang dan lampu menyala? Mungkin ini saatnya mulai belajar tidur dalam gelap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Hidup Sehat, Fakta Unik 23 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Alat Thermal Scanner yang Dipakai untuk Mendeteksi COVID-19?

Beberapa bandara melakukan uji menggunakan thermal scanner sebagai antisipasi pencegahan coronavirus. Apa itu sebenarnya thermal scanner?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Coronavirus, COVID-19 18 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
masalah ibu menyusui

10 Masalah Ibu Menyusui Beserta Cara Mengatasinya yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 7 Oktober 2020 . Waktu baca 16 menit
kanker payudara ciri-ciri gejala penyebab obat

Kanker Payudara

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 13 menit
obat, pengobatan, dan cara mengobati kanker payudara

Jenis Obat dan Pengobatan Kanker Payudara yang Dapat Direkomendasikan Dokter

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 13 menit