AIDS disebabkan oleh HIV, yaitu human immunodeficiency virus, yang menyerang sistem pertahanan tubuh. Orang yang terinfeksi dengan HIV perlu menjalani pengobatan seumur hidup untuk memperkuat sistem imun sehingga tidak mudah terinfeksi penyakit lain. Namun, pengobatan yang disebut antiretroviral ini biasanya menyebabkan sejumlah efek samping. Jika Anda atau orang tercinta Anda mengidap HIV, ketahui risiko efek samping obat antiretroviral berikut ini supaya bisa diantisipasi dan dicari solusi untuk mengatasinya.

Efek samping antiretroviral untuk pengobatan HIV

Beberapa efek samping umum dan metode meliputi:

1. Kehilangan napsu makan

Disebabkan oleh Abacavir (Ziagen).

Cara mengatasinya: Anda dapat makan beberapa porsi kecil dalam sehari sebagai pengganti 3 porsi besar. Disarankan untuk mengonsumsi suplemen atau smoothies bernutrisi untuk memastikan Anda mendapatkan cukup vitamin dan mineral, seperti mengonsumsi stimulan napsu makan, minum jus buah sebagai pengganti air putih.

2. Perubahan pada distribusi lemak tubuh (Lipodystrophy)

Disebabkan oleh rangkaian pengobatan dari NRTI dan kelas protease inhibitor.

Cara mengatasinya: Penting untuk berolahraga untuk menurunkan berat di area di mana lemak bertambah, seperti pada perut. Selain itu, Anda juga harus mendapatkan suntikan polylactic acid (New Fill, Sculptra) di wajah Anda jika Anda kehilangan lemak di area tersebut. Tanyakan dokter mengenai obat tesamorelin (Egrifta), yang mengurangi kelebihan lemak perut pada orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan HIV.

BACA JUGA: 10 Gerakan untuk Memberantas Lemak Perut

3. Diare

Disebabkan oleh protease inhibitors dan obat-obatan lain.

Cara mengatasinya: Anda harus mengurangi asupan makanan berminyak, berlemak, pedas dan produk susu serta lemak yang tidak larut (seperti sayuran mentah, sereal gandum utuh, kacang-kacangan). Selain itu, gunakan obat anti diare yang dijual bebas seperti loperamide (Imodium) atau diphenoxylate dan atropine (Lomotil).

4. Kelelahan

Disebabkan oleh berbagai obat-obatan.

Cara mengatasinya: Penting untuk mengonsumsi makanan sehat untuk memberikan tenaga lebih dan hindari alkohol serta rokok. Selain itu, Anda harus sering berolahraga.

5. Kolestrol dan trigliserida (lipid) tinggi pada darah

Disebabkan oleh: protease inhibitors dan obat-obatan lain.

Cara mengatasinya: Anda harus berhenti merokok dan olahraga lebih banyak. Selain itu, penting untuk mengurangi asupan lemak pada pola makan (bicarakan dengan ahli diet tentang cara yang paling aman) dengan mengonsumsi ikan dan makanan lain yang kaya asam lemak omega-3. Disarankan untuk melakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar kolestrol dan trigliserida. Gunakan statin atau obat penurun lipid lainnya jika diperlukan.

BACA JUGA: 4 Langkah Memulai Program Berhenti Merokok

6. Perubahan mood, depresi, gelisah

Disebabkan oleh Efavirenz (Sustiva).

Cara mengatasinya: Anda harus mengubah waktu pemberian dosis obat. Serta, hindari alkohol dan obat-obatan terlarang serta lakukan terapi atau obat-obatan antidepresan.

7. Mual dan muntah

Hampir semua obat-obatan menyebabkan efek samping ini.

Cara mengatasinya: Anda dapat mengonsumsi porsi yang lebih kecil beberapa kali dalam sehari daripada 3 porsi besar, dan konsumsi makanan hambar seperti nasi putih dan crackers. Selain itu, hindari makanan yang berlemak dan pedas. Hidangkan makanan dengan dingin dan tidak panas. Penting untuk menggunakan obat anti-emetic untuk mengendalikan mual.

8. Ruam

Disebabkan oleh: Nevirapine dan obat-obatan lain.

Cara mengatasinya: Penting untuk melembapkan kulit dengan menggunakan losion setiap hari dan hindari mandi air panas. Selain itu, gunakan sabun dan deterjen yang tidak mengiritasi. Kenakan kain yang dapat bernapas, seperti katun. Tanyakan dokter apakah Anda dapat menggunakan obat antihistamin.

9. Gangguan tidur

Disebabkan oleh: Elfavirenz (Sustiva) dan obat-obatan lain.

Cara mengatasinya: Anda harus berolahraga secara rutin. Selain itu, ikuti jadwal tidur dan hindari tidur siang. Disarankan untuk memastikan kamar tidur nyaman untuk tidur. Bersantailah sebelum tidur dengan mandi air hangat atau aktivitas yang menenangkan lainnya, serta hindari kafein dan stimulan lain beberapa jam sebelum tidur. Selain itu, bahas dengan dokter mengenai obat tidur apabila gangguan berlanjut.

Efek samping lainnya dari obat-obatan antiretroviralm meliputi:

BACA JUGA: Berbagai Pilihan Pengobatan untuk HIV

Sumber
Yang juga perlu Anda baca