11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Mei 14, 2020
Bagikan sekarang

Untuk Anda yang menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi, maka Anda perlu melakukan beberapa perubahan gaya hidup dan pola makan untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Selain itu, tentunya ada beberapa hal yang perlu Anda hindari supaya tekanan darah tidak melonjak naik, atau malah semakin parah. Berikut adalah pantangan yang perlu Anda hindari saat tekanan darah sedang tinggi.

Berbagai pantangan untuk penderita tekanan darah tinggi

Penting bagi penderita tekanan darah tinggi untuk memahami bahwa pantangan bukan hanya berarti makanan dan minuman yang harus dihindari. Pantangan juga meliputi apa saja kebiasaan atau gaya hidup yang tidak boleh dilakukan.

Berikut adalah pantangan makanan, minuman, dan kebiasaan yang wajib dihindari pengidap darah tinggi:

1. Garam berlebihan

batas maksimal makan garam

Garam adalah musuh utama bagi penderita tekanan darah tinggi. Konsumsi garam secara berlebihan wajib menjadi pantangan saat Anda menderita darah tinggi. Garam mengakibatkan tubuh, terutama ginjal, menahan air terlalu banyak di dalam tubuh Anda. Kondisi ini disebut dengan retensi cairan.

Terlalu banyak cairan yang menumpuk di dalam tubuh Anda berisiko menyebabkan ginjal, pembuluh arteri, jantung, dan otak terganggu. Kondisi ini dapat menaikkan tekanan darah Anda.

Oleh karena itu, segera hindari penggunaan garam berlebihan dalam masakan Anda. Akan lebih baik jika Anda mengganti garam atau bumbu penyedap dengan rempah-rempah alami, seperti bawang, ketumbar, lada, atau jahe. Selain menyehatkan, tentunya masakan Anda akan memiliki cita rasa yang lebih kaya.

2. Makanan kaleng

Makanan yang disajikan dalam bentuk kalengan memang biasanya hadir dengan rasa yang lezat, praktis, dan mudah untuk dihidangkan. Namun, jika Anda menderita hipertensi, makanan kaleng sebaiknya Anda masukkan ke daftar pantangan darah tinggi Anda.

Mengapa demikian? Ternyata, makanan kaleng mengandung sodium yang cukup tinggi. Contohnya, terdapat hampir sekitar 900 mg sodium dalam satu sajian sup kaleng. Itu baru satu sajian, bayangkan jika Anda makan 1 kaleng. Sodium yang masuk ke dalam tubuh Anda bisa melebihi 2.000 mg.

Maka itu, akan lebih aman jika Anda memasak sendiri dengan bahan-bahan alami, sehingga kadar garamnya dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan tubuh Anda.

3. Tomat kaleng atau saus tomat

saus tomat dan sambal

Pantangan lain yang perlu diperhatikan penderita darah tinggi adalah produk olahan tomat, baik dalam bentuk kalengan maupun botol saus.

Umumnya, produk olahan tomat yang dijual di pasaran ternyata mengandung banyak sodium. Sebagai contoh, 100 gram saus tomat marinara, terdapat 400 mg sodium atau mungkin lebih.

Memang, Anda bisa menemukan saus tomat atau tomat kaleng yang lebih rendah kandungan sodiumnya. Namun, sebaiknya Anda memilih tomat segar dibanding harus membeli produk olahan tomat.

4. Makanan mengandung lemak trans dan lemak jenuh

makanan cepat saji

Penderita hipertensi seharusnya mengurangi asupan lemak trans dan lemak jenuh. Lemak-lemak tersebut dapat ditemukan pada kulit ayam, produk olahan susu, serta makanan cepat saji.

Konsumsi terlalu banyak lemak trans dan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh Anda. Jika kadar kolesterol jahat terlalu tinggi, kondisi darah tinggi yang Anda derita akan semakin memburuk, dan Anda berisiko terkena penyakit jantung koroner.

Selain itu, jenis-jenis makanan tersebut juga biasanya mengandung terlalu banyak gula dan sedikit serat, sehingga kurang baik untuk kesehatan Anda.

Jadi, segera hindari makanan-makanan tersebut demi kesehatan tekanan darah Anda. Lebih baik ganti lemak-lemak tersebut dengan lemak nabati, seperti yang terdapat di kacang-kacangan, minyak zaitun, atau alpukat.

5. Makanan dan minuman manis

cara mengurangi minuman manis

Pantangan lainnya yang harus Anda hindari jika mengalami darah tinggi adalah makanan dan minuman manis. Makanan dan minuman jenis ini  dapat memicu kenaikan berat badan jika dikonsumsi secara berlebihan. Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang umum ditemukan di kalangan penderita berat badan berlebih atau obesitas.

Maka itu, usahakan Anda mengonsumsi gula dengan takaran yang sesuai batas wajar. Menurut The American Heart Association, wanita sebaiknya membatasi konsumsi gulanya hingga 24 gram sehari, sedangkan pria tidak lebih dari 36 gram sehari.

6. Minuman beralkohol berlebihan

Sudah menjadi rahasia umum kalau terlalu banyak dan sering minum minuman beralkohol dapat meningkatkan tekanan darah. Dilansir dari Mayo Clinic, minum alkohol dalam jangka panjang dapat memperparah kondisi tekanan darah tinggi yang Anda derita.

Selain itu, minuman beralkohol ternyata juga mengandung gula dan kalori yang tinggi. Gula dan kalori berperan besar dalam kenaikan berat badan. Nah, tubuh yang mengalami kenaikan berat badan akibat alkohol memiliki risiko besar untuk menderita masalah pembuluh darah dan jantung.

Bahkan, apabila Anda termasuk peminum berat dan memutuskan untuk berhenti minum alkohol tiba-tiba, Anda mungkin akan merasakan tanda dan gejala hipertensi. Gejala yang muncul mungkin bersifat ringan, hingga yang berpotensi mengancam nyawa.

Namun, ini bukan berarti Anda sama sekali dilarang minum alkohol. Ini dikarenakan alkohol hanya meningkatkan tekanan darah untuk sesaat. Dalam waktu 2 jam setelah minum, tekanan darah Anda dapat kembali normal.

Menurut The American Heart Association, pria sebaiknya mengonsumsi tidak lebih dari 2 gelas sehari. Sementara itu, untuk wanita dan lansia di atas 65 tahun, konsumsi alkohol tidak boleh melebihi batas 1 gelas sehari.

Akan tetapi, sebagai langkah yang benar-benar aman, akan lebih baik bila Anda memasukkan alkohol dalam daftar pantangan darah tinggi Anda. Sebaiknya, berhenti minum alkohol sama sekali, apalagi jika Anda sudah menderita jenis hipertensi yang cukup parah.

7. Kebiasaan merokok

batas aman merokok

Rokok adalah pantangan lain yang harus dijauhi oleh pasien darah tinggi. Anda mungkin sudah tahu kalau merokok dapat merusak paru-paru Anda. Namun, tahukah Anda bahwa merokok juga dapat berakibat buruk pada pembuluh darah dan jantung Anda?

Baik merokok maupun menghirup asap rokok orang lain (perokok pasif) dapat memengaruhi kondisi tekanan darah tinggi yang Anda derita. Rokok dapat memperparah penumpukan lemak atau plak di dalam pembuluh arteri. Setiap kali Anda merokok, tekanan darah Anda juga pasti akan meningkat untuk sesaat.

Jadi, tidak perlu lagi menunda waktu untuk berhenti merokok sekarang juga, terlebih lagi jika Anda sudah menderita hipertensi sejak lama.

8. Malas bergerak

zat aditif malas olahraga

Malas bergerak, alias mager, adalah kebiasaan yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan Anda, termasuk tekanan darah. Kebiasaan buruk inilah yang menjadi pantangan lainnya jika Anda menderita darah tinggi.

Tidak mengherankan apabila orang-orang yang jarang atau bahkan hampir tidak pernah beraktivitas fisik rentan mengalami kenaikan berat badan. Energi yang berasal dari makanan akan terus tersimpan di dalam tubuh Anda sebagai lemak jika Anda jarang bergerak.

Penumpukan lemak yang berlebihan berbahaya bagi penderita hipertensi atau darah tinggi. Selain menyebabkan lemak menimbun di pembuluh darah, jantung Anda pun semakin melemah, sehingga membutuhkan tenaga lebih saat memompa darah.

Dengan berolahraga, jantung Anda akan menjadi lebih kuat dan tidak perlu memompa darah terlalu keras. Anda juga dapat menurunkan berat badan dengan rutin beraktivitas fisik, sehingga tekanan darah pun dapat menurun.

Meskipun malas bergerak adalah pantangan darah tinggi yang harus Anda hindari, tidak serta merta Anda harus berolahraga terus menerus setiap hari. Ingat, olahraga yang berlebihan dan tidak tepat bagi penderita hipertensi justru berisiko menimbulkan terjadinya krisis hipertensi. Krisis hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah melonjak naik secara tiba-tiba.

Oleh karena itu, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter mengenai jenis olahraga yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. Dengan demikian, Anda dapat beraktivitas dengan tenang, nyaman, dan tentunya kesehatan tekanan darah Anda tetap terjaga.

9. Beban pikiran dan stres

kekurangan hormon dopamin penyebab stres

Pantangan lain yang harus Anda hindari saat menderita darah tinggi adalah terlalu stres. Selain menimbulkan perasaan dan emosi yang tidak menyenangkan, ternyata stres juga berdampak langsung pada tubuh Anda, lho.

Saat Anda berada di bawah tekanan, tubuh akan melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol ke dalam darah. Kedua hormon tersebut membuat tubuh Anda mengaktifkan respons fight or flight, di mana tubuh Anda merasakan adanya ancaman dari luar yang tidak dapat diatasi.

Ketika tubuh berada dalam respons fight or flight, detak jantung semakin cepat dan pembuluh darah menyempit. Penyempitan pembuluh darah dan detak jantung yang meningkat dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi, meskipun hanya untuk sementara waktu saja.

Akan tetapi, stres dan beban pikiran yang berkepanjangan dapat menyebabkan tubuh terlalu sering dalam respon tersebut. Akibatnya, tekanan darah Anda akan terus berada dalam level yang tidak sehat.

Bahkan, secara tidak langsung pun stres juga dapat memengaruhi kebiasaan Anda makan dan minum. Anda cenderung menjalani pola makan yang tidak sehat ketika tubuh sedang berada di bawah tekanan, seperti makan camilan terlalu banyak atau mengalihkan diri ke minuman beralkohol. Hal tersebut tentunya dapat berakibat buruk pada kesehatan tekanan darah Anda.

10. Kurang tidur

bahaya kurang tidur

Kurang tidur juga salah satu pantangan untuk penderita darah tinggi. Sesibuk apapun jadwal kegiatan yang Anda punya, pastikan Anda memiliki waktu tidur yang cukup. Tekanan darah Anda dapat naik jika Anda kurang tidur, dan fenomena ini telah dikaji di dalam sebuah penelitian oleh University of Arizona.

Dalam penelitian tersebut, terdapat 300 partisipan pria dan wanita berusia 21-70 tahun, yang tidak pernah menderita penyakit atau masalah pada jantung. Masing-masing partisipan mengenakan alat pengukur tekanan darah selama 2 hari. Alat tersebut mengukur tekanan darah partisipan setiap 45 menit sekali.

Di malam hari, partisipan menggunakan alat menyerupai jam yang dapat menghitung berapa lama mereka tidur nyenyak. Hasilnya? Para partisipan dengan kualitas tidur yang kurang mengalami peningkatan tekanan darah di malam hari. Selain itu, tekanan darah juga menunjukkan kenaikan pada esok harinya.

Hal ini kemungkinan disebabkan karena ketika Anda tidur, tubuh Anda mengatur hormon stres dan menjaga sistem saraf Anda agar tetap sehat. Kurang tidur dalam jangka panjang dapat mengganggu kerja tubuh dalam mengelola hormon stres, sehingga tekanan darah pun dapat naik.

Oleh karena itu, penderita tekanan darah tinggi sebaiknya mendapatkan tidur yang cukup, setidaknya 7-8 jam setiap malam. Anda dapat menjauhkan perangkat gadget sebelum Anda tidur, serta mempersiapkan suasana kamar Anda senyaman mungkin.

Jika Anda memiliki masalah atau gangguan tidur yang cukup mengganggu, misalnya sleep apnea, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kondisi tersebut.

11. Berhenti minum obat antihipertensi

obat maag paling ampuh

Ini adalah pantangan darah tinggi yang sering kali orang-orang sepelekan. Beberapa penderita darah tinggi merasa tidak perlu lagi minum obat darah tinggi atau antihipertensi setelah tekanan darahnya kembali normal.

Padahal, tekanan darah yang kembali normal itu artinya obat antihipertensi yang diberikan sedang bekerja. Berhenti minum obat secara tiba-tiba justru menyebabkan tekanan darah kembali naik, bahkan berpotensi lebih parah dari sebelumnya.

Selain itu, penderita yang tidak menghabiskan obat antihipertensi yang diresepkan juga berisiko mengalami stroke serta komplikasi hipertensi lainnya. Beberapa alasan orang-orang berhenti minum obat biasanya karena efek sampingnya yang cukup mengganggu, harga obat yang mahal, serta kurangnya kesadaran mengenai pengobatan hipertensi.

Jika Anda memang merasakan alasan-alasan tersebut, misalnya tidak nyaman dengan efek samping yang timbul, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan jenis atau kelas obat antihipertensi yang berbeda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Hipertensi, Health Centers Februari 12, 2020

4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Hipertensi, Health Centers November 15, 2019

Menguak Penyebab dan Jenis-jenis Hipertensi Paru yang Umum

Penyebab hipertensi paru beragam dan umumnya dipicu oleh penyakit tertentu. Lantas, apa saja penyakit itu dan apa saja jenis hipertensi paru?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Hipertensi, Health Centers September 6, 2019

Sakit Kepala Akibat Hipertensi Kambuh Lagi, Ini 3 Cara Meredakannya

Sakit kepala yang terjadi pada pasien hipertensi menandakan tekanan darah sedang melonjak naik. Untuk mengatasi sakit kepala hipertensi, ikuti cara ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers Agustus 14, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang Mei 17, 2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 4, 2020
Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila
Tanggal tayang April 22, 2020
Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Tanggal tayang April 20, 2020