Daging Kambing Bikin Tekanan Darah Tinggi, Apa Benar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Banyak yang menghindari makan daging kambing karena takut tekanan darah menjadi tinggi. Padahal, daging kambing tetap lebih baik daripada daging sapi dan daging ayam, sehingga bahkan dinyatakan aman untuk dikonsumsi oleh penderita darah tinggi sekalipun. Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bikin tekanan darah tinggi? Berikut penjelasannya.

Kolesterol daging kambing lebih rendah dibanding ayam dan sapi

Setiap 100 gram daging kambing kurang lebih mengandung sekitar 109 kalori. Total kalori ini jauh lebih rendah dibanding daging sapi yang punya 250 kalori dan daging ayam dengan total 195 kkal. Maka itu, daging kambing tidak akan menyebabkan lonjakan tekanan darah yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan sapi atau ayam.

Kadar kolesterol daging kambing juga lebih rendah daripada dua jenis daging ini, yaitu sekitar 57 mg per 100 gram. Kadar kolesterol daging sapi adalah sekitar 89 mg dan ayam 83 mg per porsinya.

Jika ditotal, per 100 gram daging kambing hanya mengandung total lemak 2,3 gram sementara lemak dalam daging sapi bisa mencapai 15 gram dan daging ayam kurang lebih mengandung 7,5 gram total lemak.

Ini artinya, satu porsi daging kambing hanya memenuhi 4 persen dari kebutuhan lemak harian Anda, jika berdasarkan perhitungan 2,000 kalori per hari.

Akan tetapi, daging kambing merupakan sumber protein hewani yang sama baiknya dengan daging ayam dan sapi. Total protein dalam daging kambing kurang lebih sekitar 20 gram, sementara daging sapi mengandung sekitar 25 gram dan ayam sekitar 30 gram per porsinya. Satu porsi daging kambing 100 gram dapat mencukupi hampir 50 persen persen kebutuhan protein harian tubuh.

Tidak benar bahwa makan daging kambing menyebabkan tekanan darah tinggi

Daging merah, termasuk kambing, sudah sepatutnya dihindari untuk dikonsumsi terlalu banyak, mengingat jumlah kandungan lemak jenuhnya yang cukup tinggi dan berpotensi menyebabkan tekanan darah tinggi.

Lemak jenuh telah lama dikenal dapat meningkatkan kolesterol dan memicu penyakit jantung. Oleh karena itu, asupan lemak jenuh dari makanan tidak boleh melebihi dari 20 gram setiap hari.

Namun, makan daging kambing sebenarnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena tekanan darah setelah mengonsumsinya tidak akan terlalu tinggi seperti Anda makan daging sapi atau ayam. Ini karena kandungan lemak jenuh daging kambing yang jauh lebih rendah dari keduanya.

Lemak jenuh daging sapi pada umumnya berkisar sekitar 6 gram, dan ayam mengandung hampir 2,5 gram lemak jenuh per porsinya. Sementara itu, kadar lemak jenuh daging kambing hanya sekitar 0,71 gram per 100 gram berat daging.

Lemak tak jenuh yang Anda dapat dari makan daging kambing justru berpotensi menetralkan tekanan darah tinggi yang Anda derita. Daging kambing diperkaya oleh lemak tak jenuh, sekitar 1 gram per porsi, dibanding daging sapi atau ayam.

Lemak tak jenuh dari daging kambing adalah jenis lemak baik yang membantu menyeimbangkan kadar kolesterol darah, mengurangi peradangan dalam tubuh, dan menstabilkan detak jantung. Dengan demikian, tekanan darah pun dipercaya dapat senantiasa terjaga dalam batas normal.

Namun, pastikan Anda tidak makan daging kambing secara berlebihan karena tetap saja ada risiko memicu tekanan darah tinggi bila terlalu sering mengonsumsi daging merah.

daging kambing

Lalu, dari mana asalnya mitos makan daging kambing bisa bikin tekanan darah tinggi?

Makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun demikian, ada beberapa faktor yang secara tidak langsung menyumbang kenaikan tekanan darah setelah mengonsumsinya. Daging kambing yang diolah dengan teknik memasak yang salah merupakan faktor pemicu tekanan darah menjadi tinggi.

Olahan daging kambing di Indonesia seringnya digoreng dulu sebelum diolah lebih lanjut, atau dipanggang dan dibakar untuk sate dan kambing guling. Memasak daging kambing dengan cara digoreng, dibakar, atau dipanggang akan meningkatkan kalori daging daripada versi mentahnya, sehingga meningkatkan risiko Anda mengalami tekanan darah tinggi.

Ditambah lagi, mengolah daging dengan cara-cara ini seringnya membutuhkan banyak minyak goreng, mentega, atau margarin yang akan berubah jadi lemak dan diserap cukup banyak oleh daging.

Suhu panas ketika menggoreng atau memanggang membuat kandungan air di dalam makanan menguap hilang, dan digantikan posisinya dengan lemak yang berasal dari minyak.

Lemak yang terserap ke dalam daging kemudian menyebabkan makanan yang tadinya rendah kalori menjadi berkalori tinggi. Daging kambing yang berlemak inilah yang berisiko menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi.

Bahkan, peningkatan kalori yang terjadi dari ketiga cara memasak ini bisa mencapai 64% dari kalori sebelumnya. Asupan tinggi kalori dalam tubuh akan diubah menjadi lemak, yang lama kelamaan bisa menumpuk di pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah.

Bumbu penyedap yang digunakan pun turut berpengaruh

Di samping itu, penggunaan beragam bumbu penyedap selama memasak daging kambing juga secara tidak langsung menjadi faktor pemicu tekanan darah tinggi setelah mengonsumsinya. Terlebih jika dimasukkan berulang kali untuk menyesuaikan rasanya.

Menurut Asian-Australasian Journal of Animal Sciences, bumbu penyedap masakan seperti kecap, garam, gula, hingga mecin yang digunakan saat mengolah daging kambing mengandung sodium tinggi dan pengawet yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Daging kambing juga sering diolah menjadi makanan bersantan, entah itu digulai atau dijadikan kari. Meski santan secara alami tidak mengandung kolesterol, tetapi kandungan lemak jenuhnya cukup tinggi. Alhasil, daging kambing pun berisiko memicu tekanan darah menjadi tinggi

Tips aman makan daging kambing agar terhindar dari tekanan darah tinggi

Jadi, bila Anda ingin tetap makan daging kambing tanpa mengkhawatirkan risiko terkena tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari olahan daging kambing yang disebutkan di atas.

Anda bisa mengolah daging kambing dengan cara dimasak jadi sop atau ditumis. Pastikan Anda juga menyeimbangkan nutrisi dan menjalani pola makan sehat saat makan daging kambing. Jangan cuma makan daging dan nasi saja, misalnya. Perbanyak sayuran yang kaya serat, vitamin, dan mineral untuk menemani Anda makan daging kambing.

Namun, tetap batasi konsumsi daging merah

Makan daging kambing bukanlah penyebab utama dari melonjaknya tekanan darah tinggi Anda. Oleh karena itu, sah-sah saja untuk tetap makan daging kambing. Tapi Anda harus tetap membatasi porsinya.

Karena apapun jenis dagingnya, tidak hanya daging kambing saja, jika tinggi lemak dan dikonsumsi secara berlebihan, semua daging sebenarnya sama-sama berisiko memicu tekanan darah tinggi dari penumpukan lemak jenuh dalam tubuh. Penumpukan lemak tersebut berpotensi memicu terjadinya komplikasi.

Terlebih lagi, bumbu dan cara pengolahan daging kambing yang kurang tepat akan lebih mungkin memicu tekanan darah tinggi pada orang-orang yang sudah memiliki kolesterol tinggi sebelumnya, atau menderita penyakit lainnya.

Selama Anda bijak mengatur porsinya, konsumsi daging kambing tidak akan memicu gejala-gejala tekanan darah tinggi atau meningkatkan kadar kolesterol. Cermat jugalah dalam memilih bagian daging dan cara mengolahnya.

Anda dapat membuang bagian lemaknya saat hendak memasak, dan menggunakan jenis minyak goreng yang lebih sehat untuk memasak agar kesehatan tetap terjaga. Dengan demikian, Anda bisa menyantap daging kambing tanpa harus merasa was-was mengalami tekanan darah tinggi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 31, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 18, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca