Benarkah Terlalu Banyak Makan Kentang Memicu Hipertensi?

Oleh

Kentang adalah salah satu makanan yang sering dikonsumsi. Selain kaya akan karbohidrat dan kalori, kentang juga mudah sekali didapat. Kentang sebenarnya kaya akan kalium, yang dapat berfungsi menurunkan tekanan darah. Akan tetapi, meskipun memang kalium dapat membantu menurunkan darah, terlalu banyak mengonsumsi kentang juga berefek buruk pada tekanan darah dalam jangka waktu panjang.

Memang penelitian ini baru di tahap awal, tetapi penemuan ini bisa jadi perdebatan apakah baik untuk mengonsumsi kentang dalam porsi yang banyak.

Berbeda cara memasak kentang, berbeda pula efeknya

Ilmuwan di Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School di Massachusetts meneliti hubungan banyaknya jumlah konsumsi kentang dengan tekanan darah. Tim ilmuwan ini meneliti konsumsi kentang dalam berbagai macam jenis pengolahan, mulai dari ditumbuk, direbus, digoreng, dipanggang, atau dalam bentuk keripik. Data-data ini diambil dari 187.453 penduduk di Amerika selama 20 tahun terakhir. Setiap 4 tahun sekali, para peserta penelitian akan menyelesaikan kuisioner tentang seberapa sering mereka memakan makanan tertentu. Selain itu, peneliti juga meminta para peserta untuk melaporkan tekanan darah mereka. Para peneliti menentukan berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan makan, dan rokok sebagai faktor kontrol (faktor-faktor yang dibuat sama dalam penelitian).

Uniknya, cara mengolah dan memasak kentang memberikan efek yang berbeda-beda. Misalnya, bila Anda mengonsumsi kentang yang ditumbuk, dipanggang, atau direbus 4 porsi dalam seminggu, maka risiko kemungkinan Anda terkena tekanan darah tinggi akan naik dibanding dengan orang-orang yang mengonsumsinya 1 porsi seminggu. Akan tetapi, hal ini hanya terjadi pada wanita. Lebih jauh, peneliti juga menemukan bahwa bila Anda mengganti satu porsi kentang yang dipanggang, direbus, atau ditumbuk dengan satu porsi sayuran yang tidak mengandung karbohidrat, maka risiko Anda terkena hipertensi akan turun.

Beda lagi ceritanya dengan kentang goreng. Semakin banyak makan kentang goreng, maka semakin tinggi kemungkinan risiko terkena hipertensi. Hal ini bisa terjadi baik pada pria maupun wanita.

Yang lebih mengejutkan lagi, tidak ada kenaikan dari risiko hipertensi bila Anda memakan keripik kentang dalam jumlah yang banyak. Malahan, pada pria, banyak makan keripik kentang dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

Bagaimana caranya kentang bisa meningkatkan tekanan darah?

Kentang memiliki indeks glikemik (kecepatan makanan diserap darah) yang lebih tinggi daripada sayuran lain. Hal ini dapat mengakibatnya naiknya gula darah pada tubuh. Naiknya gula darah sendiri (atau sering disebut hiperglikemia) sudah terbukti berhubungan dengan tekanan oksidatif, disfungsi endotel, dan peradangan. Ketiga hal inilah yang bisa jadi penyebab meningkatnya risiko tekanan darah tinggi.

Masih perlu penelitian lebih jauh tentang hal ini

Perlu diingat bahwa penelitian ini adalah penelitian dalam tahap observasi, yang artinya masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Hal ini berdasarkan pengisian kuisioner, yang mana bisa saja para peserta tidak menjawabnya secara jujur, atau menjawabnya secara subjektif, apalagi bila kuisioner tersebut berhubungan dengan kebiasaan makan. Begitu pula halnya dengan tekanan darah, karena para peneliti tidak mengukur sendiri tekanan darah dari para peserta, maka mungkin saja ada kesalahan saat proses pelaporan tekanan darah tersebut.

Para ilmuwan juga mengingatkan pentingnya kebiasaan makan secara keseluruhan, bukan saja hanya mengukur dari salah satu jenis makanan secara spesifik. Misalnya, indeks glikemik pada kentang bervariasi bergantung dengan varietas dan cara pengolahan kentang itu sendiri. Seperti tadi sudah disebutkan, beda cara pengolahan kentang, beda pula efeknya pada tubuh Anda. Lebih jauh lagi, lamanya proses pengolahan dan jenis minyak atau bumbu pelengkap lain yang digunakan juga memberi pengaruh. Sebagai tambahan, jumlah protein dan serat yang Anda konsumsi juga memberi efek pada glisemik indeks secara keseluruhan.

Meskipun demikian, hal ini penelitian ini cukup penting untuk dipelajari lebih lanjut karena penemuan ini dapat membantu Anda untuk menanggulangi tekanan darah tinggi. Para peneliti akan terus mempelajari tentang hubungan kentang dan tekanan darah ini. Perlu dicatat bahwa menentukan jenis makanan dan jumlah makanan yang dikonsumsi oleh setiap orang adalah hal yang sangat sulit untuk diukur secara akurat. Oleh karena itu, bisa jadi agak sulit untuk menerapkan atau mengukur jenis dan jumlah makanan untuk melengkapi nutrisi setiap orang secara pas, termasuk tentang kentang. Akan tetapi, penelitian ini dapat membantu para ahli nutrisi atau lembaga pengatur nutrisi dalam membuat panduan tentang kebiasaan makan dan risiko penyakitnya.   

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca