Bagaimana Stres Memicu dan Memperparah Gejala IBS?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/06/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

IBS (irritable bowel syndrome) atau sindrom iritasi usus besar menyebabkan kerja usus besar terganggu. Kondisi ini terjadi akibat kerusakan sistem kerja usus. Meski begitu, IBS tidak menunjukkan adanya kerusakan jaringan pada usus. Stres dan cemas diketahui sebagai salah satu pemicu munculnya gejala IBS. Namun, mengapa demikian?

Stres dan cemas bisa memperparah IBS

Stres dan rasa cemas merupakan bagian dari respons tubuh. Keduanya, muncul ketika Anda merasa tidak aman atau sedang dalam bahaya. Namun, ini tidak melulu berkaitan dengan situasi yang membahayakan jiwa karena berbagai tantangan yang Anda hadapi setiap hari, seperti ujian sekolah  atau penilaian karyawan juga bisa memicunya.

Pada sebagian orang, stres dan kecemasan tersebut bisa atasi tanpa masalah. Akan tetapi, ini berbeda dengan orang yang memiliki IBS.

IBS (irritable bowel syndrome) menandakan adanya kerusakan pada sistem kerja usus sehingga menimbulkan berbagai masalah pencernaan. Ternyata, stres dan cemas bisa jadi pemicu munculnya gejala IBS, bahkan memperparah kondisinya.

Sebuah studi yang diterbitkan pada World Journal of Gastroenterology menjelaskan keterkaitan antara IBS dengan stres dan cemas.

Otak dan saraf bersamaan mengendalikan tubuh dan ini disebut dengan sistem saraf pusat. Sistem ini terbagi menjadi dua, salah satunya sistem saraf simpatik. Sistem ini aktif ketika Anda merasakan stres atau cemas dan merangsang pelepasan hormon yang dapat meningkatkan denyut jantung dan memompa lebih banyak darah ke otot-otot tubuh.

Aktifnya sistem simpatik ini juga bisa memperlambat atau bahkan menghentikan proses pencernaan. Hasilnya, pasien IBS yang sedang cemas dan stres akan mengalami gangguan keseimbangan antara otak dengan usus.

Usus bisa menjadi sangat aktif sehingga menyebabkan diare. Bisa juga sebaliknya, menjadi lebih lambat sehingga menyebabkan susah buang air besar. Kedua masalah pencernaan inilah yang nantinya memicu dan memperparah gejala umum IBS, meliputi diare atau sembelit yang bergantian, perut kram serta kembung.

Stres dan cemas pada orang dengan IBS juga melepaskan banyak hormon corticotropin-releasing factor (CRF). Hormon ini dapat mengaktifkan respons kekebalan tubuh. Jika kadarnya berlebihan, respons sistem imun terhadap makanan jadi berlebihan sehingga sering kali menimbulkan reaksi alergi.

Pada orang tanpa IBS, stres kronis bisa menyebabkan jumlah bakteri di usus jadi tidak seimbang. Kondisi ini disebut juga dengan dysbiosis dan dapat meningkatkan risiko IBS di kemudian hari.

Kiat mengatasi stres pada orang dengan IBS

IBS memang tidak disembuhkan, tapi Anda bisa mencegah kemunculan gejala sekaligus keparahan kondisinya. Caranya, mengikuti pengobatan IBS yang direkomendasikan dokter, seperti minum obat antidiare loperamide, suplemen serat, pereda nyeri pregabalin, dan obat lainnya.

Selain itu, dokter juga meminta Anda untuk menghindari makanan yang mengandung kafein, alkohol, gluten, dan bergula. Anda juga harus bisa mengontrol rasa stres dan cemas agar IBS tidak kambuh. Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa Anda pilih untuk mengurangi stres dan cemas, di antaranya:

  • Belajar teknik relaksasi pernapasan dan relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan olahraga.
  • Melakukan kegiatan yang disukai atau bisa mengalihkan konsentrasi dari rasa stres, seperti membaca, melukis, bermain alat musik, atau menonton film.
  • Mengikuti konseling pada psikolog jika Anda kesulitan untuk mengatasinya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

Dikenal sebagai buah yang aman dikonsumsi orang dengan maag, ternyata ada juga yang malah sakit perut setelah makan pisang. Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 11/06/2020 . Waktu baca 3 menit

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Setiap orang pernah mengalami stres. Tapi tidak semua orang mengalami depresi atau gangguan kecemasan. Lalu, apa bedanya stres dan depresi serta kecemasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Psikologi 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Pertolongan pertama saat stres: gunakan minyak esensial untuk meredakan stres. Apa saja jenis minyak esensial dan bagaimana cara menggunakannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Terlalu Lama Kerja di Rumah Bikin Stres? Ini Cara Mengatasinya

Apa benar kerja terlalu lama di rumah dapat menyebabkan stres? Jika iya, lalu bagaimana cara mengatasi rasa stres yang muncul sebagai akibatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hidup Sehat, Psikologi 03/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
sumber stres dalam pernikahan

6 Sumber Stres Utama dalam Pernikahan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit
pro kontra antidepresan

Pro dan Kontra Mengonsumsi Obat Antidepresan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . Waktu baca 5 menit
ketakutan bikin merinding

Ini Penyebab Kulit Kita Bisa Merinding

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit