3 Penyebab Muntaber yang Perlu Anda Ketahui

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30/04/2020
Bagikan sekarang

Muntaber (muntah dan berak) dalam bahasa medisnya disebut flu perut atau gastroenteritis. Muntaber terjadi akibat infeksi yang menyebabkan peradangan pada organ sistem pencernaan, khususnya lambung, usus besar, dan usus kecil. Namun dari sekian banyak jenis virus, bakteri, dan parasit, mana yang khususnya jadi penyebab penyakit muntaber (gastroenteritis)? Yuk, cari jawabannya berikut ini.

Infeksi virus penyebab muntaber 

yaravirus

Sebagian besar jenis virus pasti menyebabkan penyakit. Namun, virus bersifat “pemilih” karena hanya akan menyerang sel atau jaringan tertentu secara spesifik, salah satunya sistem pencernaan yang bisa menyebabkan diare dan muntah-muntah.

Nah, deretan virus yang paling sering menjadi penyebab diare, antara lain:

1. Rotavirus (penyebab muntaber yang paling umum)

Rotavirus adalah virus penyebab muntaber yang paling sering menyerang bayi dan anak kecil. Akan tetapi, anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa juga bisa terkena muntaber akibat rotavirus. 

Gejala muntaber akibat infeksi rotavirus biasanya akan muncul dalam 2 hari setelah terpapar pertama kali. Rentang dua hari pertama saat tubuh masih terasa fit ini disebut masa inkubasi, ketika virus sedang berkembang biak di dalam tubuh Anda.

Virus penyebab muntaber ini bisa menimbulkan gejala seperti diare encer, mual, muntah, demam, atau sakit perut. Muntah dan diare berair bisa bertahan selama 3-8 hari.

Selain itu, gejala infeksi rotavirus juga bisa menyebabkan Anda kehilangan nafsu makan dan dehidrasi (kehilangan cairan tubuh). Gejala muntaber ini bisa sangat berbahaya apabila terjadi pada bayi dan anak kecil.

2. Norovirus

Norovirus sering menjadi penyebab muntaber terutama bagi Anda yang sering bepergian dengan menggunakan kapal, bahkan kapal pesiar sekalipun.

Virus ini mudah menular jika Anda menyentuh benda yang terkontaminasi norovirus. Anda juga bisa tertular infeksi norovirus ketika Anda menyentuh feses atau muntahan orang yang sedang sakit muntaber. Selain itu, norovirus juga dapat menyebar dari makanan mentah seperti tiram mentah dan sayur atau buah mentah.

Norovirus akan mudah menginfeksi orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Anda bahkan juga bisa terkena muntaber berkali-kali akibat virus ini. 

Muntaber yang disebabkan infeksi norovirus dapat menimbulkan gejala muntah-muntah dan buang air besar cair. 

3. Adenovirus

Adenovirus adalah virus penyebab muntaber yang mudah menular dari satu orang ke orang lain lewat kontak kulit langsung. Misalnya seperti menyentuh atau berjabat tangan. Norovirus umum menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan lemah. 

Menurut Center of Disease Control and Prevention, virus ini kadang dapat disebarkan dari orang yang bahkan sudah lama sembuh dari muntaber. 

Selain kontak kulit langsung, adenovirus juga bisa menempel pada permukaan benda dalam jangka waktu lama. Apabila Anda memegang benda tersebut lalu menyentuh sekitar mulut, peluang Anda makin tinggi untuk terpapar virus penyebab muntaber ini.

Adenovirus juga dapat menyebabkan muntaber dengan mengontaminasi air minum. Ketika Anda minum air yang tidak steril, virus itu dapat masuk dan dan menginfeksi saluran pencernaan Anda. 

Adenovirus juga dapat menyebabkan berbagai penyakit lain selain muntaber, seperti pneumonia, mata merah (konjungtivitis), sakit tenggorokan, dan bronkitis.

4. Astrovirus

Astrovirus merupakan virus penyebab muntaber yang biasanya menyerang anak kecil, bayi, juga lansia dan orang dengan sistem imun lemah. 

Penyebaran virus penyebab muntaber ini bisa dari kontak kulit langsung. Misalnya karena tidak mencuci tangan setelah berjabat tangan dengan orang yang sakit, atau menyentuh feses maupun benda yang terkontaminasi virus ini.

Anda juga bisa terkena muntaber apabila makanan dan minuman yang Anda makan terpapar  astrovirus. Astrovirus bisa berpindah dari tangan ke makanan atau dari peralatan masak yang terkontaminasi ke makanan yang Anda makan. 

Infeksi astrovirus menyebabkan muntaber dengan gejala diare. Namun, biasanya diare akibat astrovirus tidak separah yang diakibatkan oleh norovirus dan rotavirus. Oleh dari itu, diare akibat astrovirus jarang memerlukan penanganan medis khusus.

Infeksi bakteri penyebab diare

Tidak semua bakteri adalah penyebab muntaber. Sebenarnya hanya kurang dari 1% jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit. Bakteri penyebab gastroenteritis yang paling umum antara lain:

  • Yersinia yang biasa ditemukan dalam daging babi.
  • Staphylococcus biasa ditemukan dalam produk susu, daging, dan telur.
  • Shigella biasa ditemukan di air. Seringkali hidup di kolam renang, dan bisa menyebabkan muntaber apabila Anda menelan air kolam.
  • Salmonella yang sering ditemukan dalam daging, produk susu, dan telur.
  • Campylobacter sering ditemukan dalam daging dan unggas.
  • E. coli yang biasa ditemukan dalam daging sapi dan salad sayur atau buah yang masih mentah.

Seseorang bisa terinfeksi bakteri penyebab muntaber akibat makan atau minum hidangan yang terkontaminasi bakteri. Makanan dapat terkontaminasi bakteri karena cara penyimpanan, penanganan, dan cara memasak atau mengolahnya yang salah.

Ketika Anda makan makanan tersebut, bakteri akan menyebabkan muntaber dengan memicu infeksi dan peradangan di pencernaan Anda. Apabila Anda hanya menyentuh makanan atau minuman tersebut bakteri juga bisa berpindah.

Selain lewat makanan dan minuman, Anda dapat terkena infeksi bakteri apabila menyentuh permukaan benda atau bersentuhan dengan orang yang sakit muntaber.

Penularan lewat kontak kulit langsung bisa terjadi bila seseorang yang terinfeksi tidak mencuci tangan setelah buang air besar. Tangannya yang terkontaminasi oleh bakteri dari feses selanjutnya dapat dipakai memasak atau memegang benda lain yang bisa Anda sentuh, minum, atau makan sehingga Anda terinfeksi. 

Bakteri penyebab muntaber umumnya menimbulkan gejala seperti muntah, kram perut parah, dan diare. Bakteri yang menyebabkan muntaber dapat menyebar cepat dari orang ke orang.

Infeksi parasit penyebab muntaber

bakteri dan virus manakah yang lebih berbahaya

Melansir situs Medical University of South Carolina menyebutkan bahwa parasit juga bisa menjadi penyebab penyakit gastroenteritis alias muntaber. Jenis parasit yang paling umum menjadi penyebab muntaber adalah Giardia dan Cryptosporidium.

Parasit Giardia biasanya ditemukan di tanah, makanan, atau air yang terkontaminasi dengan kotoran hewan atau manusia yang terinfeksi. Sementara arasit Cryptosporidium, biasanya ditemukan di air, baik itu air minum, kolam renang, maupun tempat pemandian umum.

Keduanya memiliki kulit luar pelindung yang memungkinkan parasit bertahan hidup di luar tubuh manusia dalam jangka waktu yang lama.

Mengetahui penyebab muntaber atau gastroenteritis sangat penting karena dapat menentukan dokter pengobatan yang akan diberikan.

Jika penyebab muntaber adalah virus, biasanya dokter akan memberikan obat untuk meredakan gejala, seperti obat diare, obat pereda nyeri dan demam (ibuprofen atau paracetamol). Sementara jika penyebab penyakit muntaber adalah bakteri, antibiotik jadi pengobatan yang tepat.

Umumnya, muntaber bisa disembuhkan dengan perawatan di rumah. Namun, pada gejala muntaber parah hingga berisiko yang menyebabkan dehidrasi, perawatan dokter sangat dianjurkan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 09/04/2020

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
frekuensi normal BAB bayi baru lahir

Begini Frekuensi Normal BAB Bayi yang Baru Saja Lahir

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020
bakteri penyebab diare

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020