5 Gejala Utama Radang Usus Buntu Pada Anak yang Harus Ortu Perhatikan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anak kecil lebih rentan mengalami radang usus buntu (apendisitis) ketimbang orang dewasa. Pada anak kecil, penyebab usus buntu paling sering adalah jaringan limfoid yang membengkak dan menghalangi rongga saluran usus buntu. Peradangan yang dibiarkan semakin parah dapat berisiko membuat usus buntu anak pecah sehingga menimbulkan infeksi serius. Lantas, apa saja ciri-ciri usus buntu pada anak yang perlu diwaspadai orangtua? Yuk, pelajari lebih dalam tentang gejala usus buntu pada anak berikut ini.

Ciri-ciri umum usus buntu pada anak

Melansir laman Everyday Health, gejala usus buntu pada anak kecil tampak khas dan berbeda dari orang dewasa pada umumnya. Namun, anak-anak, terutama yang usianya masih sangat kecil, biasanya masih sulit untuk mengutarakan keluhan yang mereka rasakan.

Maka dari itu, orangtua harus bisa lebih jeli lagi mengenali perubahan yang tampak pada gelagat anak maupun kondisi tubuhnya agar penyakit si kecil dapat segera diobati. Berikut adalah ciri-ciri usus buntu yang biasanya dirasakan anak, meliputi:

1. Sakit perut di kanan bawah (ciri-ciri khas usus buntu pada anak)

Sakit perut sebelah kanan bawah adalah gejala usus buntu yang paling umum pada orang dewasa, tapi juga bisa dirasakan anak kecil.

Nyeri ini timbul sebagai akibat dari rongga usus buntu yang tersumbat jaringan limfoid atau feses yang mengeras. Sumbatan tersebut kemudian menjadi lahan bagi bakteri untuk berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Segera bawa ke dokter jika si kecil belakangan ini sering mengeluhkan sakit di dekat pusar dan menyebar ke perut kanan bawah.

Ciri-ciri usus buntu pada anak yang berusia 2 tahun atau kurang ini, sering berupa perut yang tampak bengkak dan kembung, ketika ditepuk pelan terasa empuk.

2. Demam

Demam adalah respon alami tubuh ketika diserang infeksi dan peradangan dan ini bisa menjadi ciri-ciri usus buntu pada anak. Biasanya demam yang dialami anak akibat usus buntu tidak begitu tinggi. 

Gejala usus buntu pada ini sering disertai tubuh menggigil kedinginan, bahkan membuat anak mengeluarkan banyak keringat. Keluarnya keringat yang banyak ini adalah upaya tubuh dalam menormalkan suhu tubuh inti.

3. Hilang nafsu makan, ditambah mual dan muntah

Selain demam, ciri-ciri usus buntu pada anak yang wajib diperhatikan orang tua adalah mual dan muntah.

Peradangan dan infeksi pada usus buntu sering menyebabkan anak jadi tidak nafsu makan. Kadang ciri-ciri usus buntu pada anak ini diperparah dengan sensasi mual-mual yang diakhiri muntah.

Tidak nafsu makan dan mual adalah refleks bawah sadar tubuh untuk menghindari konsumsi zat apa pun yang dapat memperparah kondisi tubuh selama masih sakit. Sementara muntah itu sendiri sebetulnya merupakan refleks otomatis tubuh untuk mengosongkan isi perut secara paksa agar sumbatan dapat dikeluarkan.

4. Diare

Infeksi usus buntu pada anak terkadang dapat menyebabkan gejala berupa diare. Ciri-ciri usus buntu pada anak ini cenderung lebih sering muncul apabila lokasi peradangannya dekat rongga panggul, sehingga ikut mengiritasi rektum. Inilah yang membuat anak bisa diare saat mengalami usus buntu.

Namun, volume diare yang diakibatkan usus buntu biasanya lebih sedikit dari diare umumnya, fesesnya tampak cenderung lembek (tidak benar-benar cair), dan frekuensi BAB-nya jadi lebih sering.

Di sisi lain, beberapa anak mungkin justru mengeluhkan susah BAB dan kentut.

5. Sakit saat buang air kecil

Beberapa anak yang mengalami usus buntu mungkin saja mengeluhkan rasa sakit saat kencing. Namun, gejala usus buntu pada anak yang satu ini sering disalahartikan sebagai gejala infeksi saluran kencing (ISK).

Ciri-ciri usus buntu pada anak ini dapat muncul apabila lokasi peradangan usus buntunya dekat kandung kemih. 

Usus buntu yang meradang dapat mengiritasi kandung kemih sehingga menimbulkan gejala seperti anyang-anyangan, kencing berdarah, atau kencing putih seperti susu. Bahkan anak mungkin juga merasakan sulit buang air kecil karena nyeri.

Ciri-ciri usus buntu pecah pada anak

Ketika radang usus buntu anak tidak diobati dengan tepat, bakteri dan nanah akan menumpuk di ususnya. Penumpukan ini akan semakin menekan usus buntu dan kemudian jadi menyebabkan usus anak membengkak.

Pembengkakan tersebut pada akhirnya dapat memotong pasokan darah segar ke usus buntu. Alhasil, jaringan dan sel di sekitarnya bisa mati.

Dinding usus yang mati akan mendorong bakteri dan nanah masuk ke dalam rongga perut. Jadi, isi usus buntu yang pecah biasanya bocor merembes ke dalam perut; bukannya pecah meledak seperti balon. Pecahnya usus buntu adalah kondisi gawat darurat medis, yang harus segera ditindaklanjuti oleh dokter.

Orangtua harus segera membawa anak ke UGD rumah sakit terdekat apabila gejala-gejala yang dialaminya mengarah pada usus buntu yang pecah.

Anak biasanya sulit mendeskrispsikan gejala sakit yang ia rasakan, berikut adalah ciri-ciri usus buntu pecah pada anak yang harus segera Anda kenali, meliputi:

1. Sakit perut kanan lebih parah

Gejala sakit perut di kanan bagian bawah pada anak akan semakin terasa menyakitkan apabila usus buntu sudah mulai pecah.

Anak mungkin akan mengeluhkan ciri-ciri usus buntu bertambah parah ketika Anda menekan perut pada bagian tersebut selama beberapa saat.

Mereka juga mungkin mengatakan sakitnya terasa lebih parah ketika bergerak, menarik napas dalam, atau saat batuk dan bersin.

Infeksi dan peradangan usus buntu dapat mengiritasi lapisan dinding perut, yang dikenal sebagai peritoneum. Inilah yang akan menyebabkan anak merasa sakit saat berjalan, berdiri, melompat, batuk, atau bahkan bersin karena tekanan di dalam perutnya meningkat.  

2. Demam tinggi

Demam memang jadi salah satu gejala usus buntu pada anak, tapi dengan tidak lebih dari 38º Celsius. Jika suhu melonjak drastis dari angka tersebut, kemungkinan besar ini adalah ciri-ciri usus buntu pecah pada anak.

Kapan harus ke dokter?

Anda dapat memberikan anak obat paracetamol atau ibuprofen sebagai langkah pertama meredakan demam dan gejala sakit lainnya akibat usus buntu.

Namun, pertolongan dokter tetap harus diutamakan jika Anda yakin bahwa gejala tersebut merupakan tanda usus buntu pada anak.

Jangan tunda untuk membawa anak ke dokter. Terlebih ketika mendapati anak mengeluhkan sakit perut yang langsung disertai muntah-muntah, demam yang tidak membaik atau makin tinggi, hingga penurunan nafsu makan drastis. 

Dokter akan menanyakan berbagai hal terkait kondisi tubuh dan gejala yang dialami anak. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan serangkaian pemeriksaan guna memastikan adanya peradangan pada usus buntu. Misalnya, melalui prosedur ultrasonografi (USG) perut, hingga tes darah atau urin untuk melihat kemungkinan adanya infeksi. 

Jika anak menderita radang usus buntu dan tidak terdiagnosis dalam 48 jam, peluang untuk usus buntu pecah bisa sangat tinggi. Menunda pengobatan dapat semakin memperburuk kesehatan tubuh anak. 

Mengatasi ciri-ciri usus buntu pada anak

Satu-satunya cara untuk mengatasi gejala usus buntu pada anak adalah dengan operasi. Lewat operasi, dokter akan membuang usus buntu yang meradang dan terinfeksi sebelum menyebar ke organ perut lain. 

Ada dua jenis pembedahan medis untuk usus buntu, yaitu dengan laparoskopi (dengan luka sayatan kecil) dan bedah terbuka (luka sayatan lebih besar).

Sebelum operasi, biasanya si kecil akan diopname 1 hari dahulu. Dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik dan cairan intravena atau infus selama dirawat.

Obat antibiotik diperlukan untuk mencegah infeksi sebelum dan sesudah operasi usus buntu. Sedangkan cairan infus akan diberikan untuk memberikan obat lewat pembuluh darah dan mencegah dehidrasi akibat gejala usus buntu seperti diare dan muntah. 

Jangan khawatir, karena risiko komplikasi dari operasi usus buntu pada anak termasuk kecil. Operasi harus segera dilakukan begitu dokter menyetujuinya untuk menghindari risiko pecah.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 24, 2019 | Terakhir Diedit: Maret 18, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca