9 Cara Mengatasi Maag yang Paling Jitu

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020 . 7 menit baca
Bagikan sekarang

Maag bisa menyerang siapa pun dan kapan pun. Penyebab maag kambuh biasanya karena pilihan makanan yang kurang sehat atau kebiasaan telat makan. Gejala yang muncul bisa ringan atau parah hingga mengganggu aktivitas. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena kondisi ini dapat diatasi dengan mudah. Yuk, contek apa saja cara mengobati dan mengatasi maag berikut ini.

Cara mengatasi maag yang paling ampuh

makanan untuk sakit maag

Maag merupakan sekumpulan gejala yang meliputi perut mulas, mual, kembung, yang disertai sensasi panas di dada hingga tenggorokan, menurut laman Mayo Clinic. Gejalanya dapat muncul karena naiknya asam lambung atau menandakan adanya iritasi lapisan perut, baik itu karena infeksi bakteri H. pylori atau peradangan. 

Kabar baiknya, Anda bisa mengatasi gejala penyakit maag dengan memperbaiki pola makan, seperti:

1. Makan porsi sedikit tapi sering

Cara mengatasi maag yang bisa Anda lakukan pertama kali adalah usahakan untuk selalu makan tepat waktu dan dengan porsi yang lebih kecil agar Anda bisa makan lebih sering.

Pastikan juga Anda makan perlahan; kunyah makanan dengan baik dan pusatkan fokus saat porsi makan tidak berlebihan. Cara mengobati maag satu ini cukup ampuh, karena dengan begitu Anda bisa menghindari kenaikan asam lambung akibat perut yang kelamaan tidak terisi makanan.

2. Jangan langsung rebahan setelah makan

Agar cara mengatasi maag di atas lebih efektif, usahakan untuk tidak berbaring atau tidur setelah makan. Sebaiknya, beri jeda 2 atau 3 jam setelah makan. Tujuannya, agar asam lambung yang diproduksi setelah makan tidak naik ke kerongkongan dan membuat maag kumat.

Namun, jangan lupa memanfaatkan waktu tersebut untuk bergerak aktif, seperti melompat karena ini juga bisa memicu kambuhnya gejala maag. Sebagai gantinya, Anda bisa memanfaatkan waktu ini untuk berjalan santai agar gerakan usus jadi lebih lancar dalam mencerna makanan dan tentunya mencegah asam naik melewati perut.

3. Batasi konsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak

Beragam masakan memiliki cita rasa yang khas, entah itu pedas, asam, manis, atau gurih. Nah, perlu Anda ketahui bahwa cara mengobati maag adalah menghindari atau membatasi makanan dengan rasa tertentu, seperti pedas, asam, dan gurih-gurih.

Makanan pedas yang mengandung capsaicin bisa mengiritasi lapisan perut atau lambung yang sudah terluka. Begitu juga dengan asam, yang menciptakan lingkungan di dalam perut jadi lebih asam.

Sementara makanan gurih —cenderung digoreng dan asin— lebih lama dicerna di perut karena tinggi lemak. Semua itu dapat memicu munculnya gejala maag, bahkan memperburuknya.

Sebagai gantinya, pilih makanan untuk penderita maag antara lain tidak asam, tidak pedas, dan tentunya lebih rendah lemak. Perbanyak konsumsi buah-buahan manis berair, seperti melon atau pisang dan sayur-sayuran hijau.

4. Konsumsi makanan yang mengandung probiotik

Jika Anda memiliki maag, Anda perlu menghindari makanan tertentu. Akan tetapi, Anda juga dianjurkan untuk meningkatkan asupan makanan berprobiotik. Ini dijadikan sebagai cara mengatasi maag karena makanan ini mengandung bakteri yang mirip dengan bakteri baik di usus.

Anda tentu tahu, jika infeksi bakteri adalah satu penyebab maag, bukan? Ya, untuk melawan infeksi tersebut Anda  dibutuhkan lebih banyak bakteri baik di usus agar kesehatan pencernaan semakin meningkat.

Pilihan makanan yang mengandung probiotik yang aman dikonsumsi orang dengan masalah maag, antara lain adalah yogurt rendah gula dan tempe.

5. Minum teh herbal

Di samping minum obat dari apotek, cara ampuh lain yang bisa membantu Anda mengatasi maag adalah minum teh herbal. Teh ini tidak seperti teh yang biasa Anda buat karena bahan-bahan yang digunakan adalah jahe atau chamomile kering.

Cara menyajikannya yakni merebus air dengan potongan jahe atau beberapa sendok makan chamomile. Setelah airnya mendidih, saring, dan sajikan dalam gelas. Anda bisa menikmati rebusan air jahe atau teh chamomile ini secara langsung. 

Bisa juga dengan menambahkan madu dan perasan air lemon agar rasanya lebih enak dan mual serta mulas yang Anda rasakan perlahan akan hilang.  

6. Istirahat yang cukup

Salah satu cara mengatasi maag yang paling jitu adalah cukup istirahat. Pasalnya, terlalu memaksakan diri untuk terus bekerja saat maag terjadi, bisa membuat gejalanya jadi bertambah parah.

Hentikan semua aktivitas yang sedang Anda lakukan sejenak atau istirahat sampai kondisi tubuh Anda pulih kembali. Istirahat dapat mengurangi stres, yakni pemicu maag.

7. Hentikan kebiasaan merokok

Anda seorang perokok? Jika iya, sangat dianjurkan untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Selain menyebabkan berbagai masalah pernapasan, merokok juga bisa memicu naiknya asam lambung sehingga memicu kumatnya gejala maag.

Walaupun Anda sudah menjaga pola makan dengan baik, jika Anda masih merokok, gejala maag tetap bisa kambuh. Itulah sebabnya, menghentikan kebiasaan merokok menjadi cara untuk mengobati sekaligus mengatasi maag.

Berhenti merokok tentu akan menyulitkan karena tubuh mengalami penarikan nikotin dan zat-zat lain secara mendadak. Oleh karena itu, lakukan cara ini secara perlahan dengan mengurangi jumlah asupan rokok per harinya.

8. Kurangi kafein dan alkohol

Bila Anda sudah mencoba cara di atas dan gejala maag masih saja kumat, coba cek lagi minuman apa saja yang Anda konsumsi. Minuman yang mengandung kafein seperti kopi, minuman bersoda, dan alkohol, ternyata pantangan bagi orang yang sakit maag.

Alkohol diketahui dapat mengiritasi lapisan tenggorokan dan perut dan meningkatkan produksi asam lambung. Selain itu, minuman ini juga dapat melemaskan otot di sekitar kerongkongan sehingga asam lambung dapat naik ke atas dengan mudah menyebabkan sensasi panas di dada.

Efek alkohol ini tentu mengharuskan Anda berhenti minum alkohol. Sama seperti rokok, Anda tidak bisa menerapkan cara mengatasi maag ini secara mendadak.

Selain alkohol, Anda juga perlu mengurangi kebiasaan minum kopi dan minuman bersoda, terutama pada orang yang memiliki penyakit GERD. Kedua jenis minuman ini diketahui dapat memicu perut mulas dan memperparah gejala GERD.

Ada banyak cara yang bisa Anda pilih untuk mengatasi dan mengobati maag. Anda bisa memilih cara mana yang paling ampuh, dan beralih ke cara lain jika tidak efektif. Namun, tidak ada salahnya jika mengombinasikan semua cara tersebut agar potensinya dalam meredakan maag dan mencegahnya kambuh lagi jadi lebih besar.

9. Minum obat maag

obat maag paling ampuh

Bila cara yang disebutkan di atas tidak ampuh mengatasi maag, minum obat adalah solusinya.

Pilihan obat maag yang bisa Anda konsumsi pun beragam, dari obat antasida; blocker asam seperti ranitidine, famotidine, atau cimetidine; hingga proton pump inhibitors seperti omeprazole dan lanzoprazole.

Pada beberapa kasus, antibiotik diperlukan untuk mengobati maag dan Anda hanya boleh mengikuti perawatan ini di bawah pengawasan dokter. Antibiotik biasanya dijadikan obat kombinasi untuk mengurangi infeksi bakteri H. pylori.

Meski ini cara paling mudah untuk mengobati maag, ini tidak dijadikan sebagai perawatan utama jika maag cukup ringan. Alasannya karena penggunaan obat dapat menimbulkan efek samping dan beberapa kondisi juga sangat berisiko. Ibu hamil, ibu menyusui, orang dengan masalah ginjal, hati, dan hipertensi dirasankan tidak bergantung menggunakan obat sebagai cara mengobati maag mereka.

Oleh karena itu, konsultasikan lebih dahulu dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat.

Terapkan cara mencegah maag lebih baik daripada mengobati

Gejala maag bersifat kambuhan. Maksudnya, gejala dapat hilang ketika Anda obati dan dapat muncul di kemudian hari karena terpicu berbagai hal, salah satunya berkaitan dengan kebiasaan.

Maka bila Anda ingin mengatasi maag, mengobati gejalanya hanya dengan obat tidak cukup. Kebiasaan yang memicu maag kambuh juga harus diubah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

Apa Anda punya gastritis? Mulai sekarang jangan sepelekan gejalanya, karena gastritis bisa menyebakan komplikasi. Apa saja? Cari tahu di sini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 23/05/2020 . 6 menit baca

Obat Maag Cair dan Tablet: Sama-Sama Efektif, Tetapi…

Jenis obat sakit maag memang cukup banyak dan hadir dalam berbagai bentuk, seperti obat cair dan tablet. Lantas, mana yang lebih efektif mengatasi maag?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Gangguan Pencernaan, Gastritis, Health Centers 22/05/2020 . 4 menit baca

6 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Akibat Penyakit Maag

Sangking umumnya, munculnya maag sering kali disepelekan. Padahal baik maag kronis atau akut dapat menimbulkan bahaya penyakit lain bila tidak diobati.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 21/05/2020 . 6 menit baca

7 Pantangan Agar Gejala Maag Tidak Kumat

Gejala maag dapat kambuh kapan saja. Agar penyakit tidak kumat, ikuti pantangan sakit maag berikut ini mulai dari makanan hingga kebiasaan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 18/05/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

obat maag alami herbal asam lambung

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
gangguan lambung

Apa Beda Gangguan Lambung Biasa dengan Maag?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18/06/2020 . 5 menit baca
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
sakit perut setelah makan pisang

Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 3 menit baca