Berbagai Penyebab GERD dan Pemicu Lainnya yang Mesti Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Asam lambung yang berlebihan bisa naik ke kerongkongan menyebabkan GERD. Pada orang yang memiliki GERD, kondisi ini bisa terjadi dua kali atau lebih dalam seminggu. Selain itu, muncul ketidaknyamanan pada perut dan gejala GERD lainnya yang mengganggu aktivitas. Namun, tahukah Anda apa saja penyebab GERD? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Penyebab penyakit GERD

Gastroesophageal reflux disease atau yang lebih umum disingkat dengan GERD adalah suatu kondisi yang ditandai dengan naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus).

Dalam kondisi normal, sfringter (katup) pada kerongkongan bagian bawah, berfungsi sebagai jalan masuknya makanan dari mulut menuju ke sistem pencernaan. Sfringter esofagus (kerongkongan) dilengkapi oleh otot-otot yang akan terbuka secara otomatis ketika Anda menelan makanan, dan kembali menutup setelahnya.

Namun pada kasus GERD, otot sfringter esofagus ini lemah hingga tidak bisa menutup dengan sempurna. Maka itu, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan menjadi penyebab utama dari penyakit GERD.

Ketika asam lambung naik ke arah kerongkongan, umumnya akan timbul gejala seperti nyeri dan sensasi panas di dada yang disebut sebagai heartburn.

Kenaikan asam lambung yang terbilang sering bisa membuat menimbulkan iritasi lapisan kerongkongan. Alhasil, lapisan kerongkongan pun meradang atau terluka. Meski kebanyakan orang yang mengalami GERD mengalami peradangan pada lapisan kerongkongan, tapi ternyata tidak selalu.

Melansir dari laman International Foundation for Gastrointestinal Disorders, GERD juga bisa hadir tanpa merusak saluran kerongkongan. Sekali pun mengalami iritasi atau luka, biasanya tingkat keparahan GERD dan peradangan pada kerongkongan tergantung pada beberapa hal.

Mulai dari frekuensi atau seberapa sering terjadinya kenaikan asam lambung, lama waktu asam lambung berada di kerongkonga, hingga jumlah asam tersebut. Jadi singkatnya, penyebab GERD yakni ketika otot sfringter di bagian bawah kerongkongan melemah dan terbuka, ketika seharusnya tertutup.

Faktor pemicu GERD

Sebenarnya penyebab GERD bukan hanya masalah pada otot sfingter kerongkongan saja. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, menyebutkan beberapa hal yang bisa turut menjadi penyebab GERD, di antaranya:

1. Minum obat-obatan

obat gerd medis rumahan

Jenis obat-obatan tertentu seperti aspirin, Motrin atau Advil (ibuprofen), dan Aleve (naproxen), bisa menimbulkan efek samping tersendiri. Misalnya, menimbulkan gangguan pada gastrointestinal atau saluran pencernaan, termasuk masalah pada tukak lambung dan iritasi kerongkongan.

Bahkan tidak menutup kemungkinan, jenis obat-obatan NSAID (nonsteroid anti-inflamasi) lainnya juga dapat semakin melemahkan otot sfringter kerongkongan. Berbagai obat-obatan lainnya yang dipercaya bisa melemahkan otot pada katup kerongkongan sehingga menjadi penyebab GERD, meliputi:

  • Obat untuk penyakit asma
  • Obat calcium channel blockers untuk mengobati tekanan darah tinggi
  • Obat antihistamin untuk mengatasi gejala alergi
  • Obat penenang
  • Obat antidepresan

Jika Anda sudah mengalami GERD, jenis obat-obatan tersebut berisiko meningkatkan keparahan gejalanya. Sementara bagi Anda yang tidak memiliki GERD, konsumsi obat-obatan tersebut dalam jangka panjang berisiko mengembangkan gejalanya.

Maka itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat. Atau, konsultasikan juga ketika merasakan suatu gejala saat sedang rutin minum obat tertentu.

2. Merokok

mual saat merokok

Orang yang memiliki GERD biasanya disarankan untuk tidak merokok, karena dipercaya sebagai salah satu penyebab penyakit ini. Pasalnya, ketika Anda merokok, maka kemampuan otot pada sfringter kerongkongan bagian bawah akan melemah.

Akibatnya, sfringter kerongkongan yang harusnya tertutup, justru terbuka sehingga memudahkan aliran asam lambung yang baik. Inilah yang kemudian menyebabkan rasa nyeri pada dada alias heartburn.

Selain itu, merokok juga bisa mengurangi jumlah produksi air liur, memperlambat waktu pengosongan perut, serta meningkatkan produksi asam lambung. Kesemua hal tersebut nantinya akan semakin memicu kenaikan asam lambung sebagai penyebab GERD.

3. Hiatal hernia

hiatal hernia adalah

Hiatal hernia adalah kondisi yang terjadi ketika perut bagian atas menonjol hingga bersinggungan dengan diafragma. Diafragma adalah otot yang memisahkan antara perut dengan dada, yang mana kerongkongan sebenarnya masuk ke area dada.

Salah satu tugas diafragma yakni mencegah agar asam lambung tidak bisa naik kembali ke kerongkongan. Bila hiatal hernia terjadi, bagian diafragma tidak menutup sempurna sebagai pemisah antara dada dan perut.

Kondisi ini tentu berpengaruh pada kemampuan otot sfringter kerongkongan untuk membuka dan menutup. Akibatnya, asam lambung pun jadi lebih mudah naik ke kerongkongan karena sfringter terbuka, sehingga menjadi penyebab GERD.

4. Genetik

penyakit keturunan keluarga

Berdasarkan beberapa studi, genetik memiliki kemungkinan besar menjadi penyebab GERD. Nampaknya, variasi DNA yang disebut GNB3 C825T adalah gen berisiko membawa penyakit GERD dan masalah kesehatan lainnya yang berhubungan dengan kerongkongan.

Namun, periset menyebutkan butuh penelitian lebih lanjut mengenai gen ini. Selain itu, gen ini disebut bukan jadi penyebab GERD tunggal. GERD sangat mungkin terjadi bila juga dikombinasikan dengan faktor risiko lain.

5. Kehamilan

nyeri ulu hati pada ibu hamil gerd

Kehamilan menjadi salah satu faktor yang bisa menjadi penyebab risiko GERD semakin meningkat. Alasannya,  karena adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron dapat berpengaruh pada otot-otot sfringter esofagus.

Di samping itu, ukuran perut yang semakin membesar akan memberikan tekanan kuat hingga berpengaruh pada naiknya asam lambung sehingga bisa jadi penyebab GERD.

6. Asupan makanan harian

makan pedas saat sahur gerd

Jika gejala GERD terasa sering muncul, coba perhatikan dengan seksama. Sebab bisa jadi, beberapa jenis makanan dan minuman tertentu bertindak sebagai penyebab kemunculan gejala GERD.

Sebenarnya, pantangan makanan dan minuman untuk orang dengan GERD tidak jauh berbeda dengan orang dengan masalah asam lambung. Pantangan makanan ini tentunya harus dihindari karena bisa memicu munculnya gejala.

Berikut berbagai daftar makanan dan minuman yang jadi penyebab seseorang berisiko GERD, antara lain:

  • Makanan berminyak, seperti kentang goreng atau makanan cepat saji
  • Makanan manis, seperti cokelat, permen, atau kue bergula
  • Makanan asin, contohnya makanan kemasan
  • Makanan pedas, baik cabai maupun lada
  • Minuman yang asam, seperti air jeruk nipis
  • Minuman berkafein, seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan cokelat
  • Minuman beralkohol

7. Faktor lain

berat badan berlebihan obesitas berisiko varises

Di luar dari penyebab serta faktor risiko GERD yang disebutkan di atas, masih ada beberapa hal lain yang bisa menimbulkan GERD. Penting untuk memerhatikan beberapa hal berikut ini bila tidak ingin gejala GERD mudah kambuh, yaitu:

Obesitas

Efek obesitas sama seperti kehamilan, yakni lemak yang berlebihan memberikan tekanan lebih besar pada perut. Akibatnya, asam lambung akan diproduksi lebih banyak dan meningkatkan peluang untuk naik ke kerongkongan.

Kebiasaan makan yang buruk

GERD sangar erat dengan pola makanan. Selain pilihan makanan yang tidak tepat, penyebab GERD terus-menerus kumat adalah kebiasaan makan yang buruk, contohnya makan dalam porsi besar sekaligus, makan terburu-buru, atau langsung tidur setelah makan.

Masalah medis tertentu

Penyebab meningkatkan risiko GERD bisa jadi karena adanya masalah pada jaringan ikat. Ini merupakan penyakit langka yang bisa mengeraskan kulit dan jaringan kulit. Seiring waktu, penyakit ini bisa merusak struktur kulit, pembuluh darah, organ dalam, dan saluran pencernaan.

Jika Anda merasa memiliki satu atau lebih dari faktor risiko tersebut, penanganan dan perubahan gaya hidup sedini mungkin bisa membantu mencegah GERD. Selain penyakit ini, ada juga penyakit lainnya yang bisa meningkatkan risiko terjadinya GERD, seperti penyakit Celiac, diabetes, dan PPOK (penyakit paru obstruktif kronis).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sakit Perut Setelah Makan Pisang, Apa Penyebabnya?

Dikenal sebagai buah yang aman dikonsumsi orang dengan maag, ternyata ada juga yang malah sakit perut setelah makan pisang. Kok bisa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 11 Juni 2020 . Waktu baca 3 menit

4 Komplikasi Gastritis yang Patut Diwaspadai

Apa Anda punya gastritis? Mulai sekarang jangan sepelekan gejalanya, karena gastritis bisa menyebakan komplikasi. Apa saja? Cari tahu di sini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 23 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

4 Pilihan Obat GERD Alami Sekaligus Tips Perawatannya di Rumah

Jangan panik jika gejala GERD datang menyerag. Selain obat GERD medis, redakan gejala dengan menggunakan bahan alami sebagai obat herbal berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 20 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Pengobatan Gastritis, Mulai dari Perawatan Dokter Hingga Cara Alami

Munculnya gejala gastritis bisa mengganggu aktivitas. Jangan khawatir, simak pengobatan gastritis berikut ini agar gejalanya tidak lagi kumat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gastritis, Health Centers 18 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
obat maag alami herbal asam lambung

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
gambar junk food yang menyebabkan asam lambung naik, namun obat alami asam lambung dapat mengatasinya

Junk Food Bikin Asam Lambung Naik, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit