Bagaimana Hepatitis B Dapat Berkembang Jadi Kanker Hati Primer

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Di seluruh dunia, infeksi hepatitis kronis adalah penyebab dari 80% kanker hati primer yang terjadi, dan 500.000 jiwa di antaranya meninggal setiap tahunnya akibat kanker yang mematikan ini. Sampai saat ini, hanya 10% dari penderita kanker hati primer yang dapat bertahan hidup hingga 5 tahun. Mengerikan, bukan?

Kabar baiknya, saat ini sudah ditemukan jenis vaksin yang efektif untuk melawan hepatitis B. Faktanya, vaksin hepatitis B adalah vaksin pertama yang dinamakan juga sebagai vaksin anti-kanker, karena menanggulangi hepatitis B sama juga artinya dengan menanggulangi kanker hati primer yang disebabkan oleh hepatitis B. Sebagai tambahan, sudah tersedia terapi yang efektif untuk mengontrol dan membantu penderita pengidap hepatitis B kronis supaya terhindar dari kanker hati. Tetapi sayangnya, vaksin ini tidak dapat membantu melindungi kanker hati yang disebabkan oleh hepatitis C kronis.

Apa itu kanker hati primer?

Ada 2 jenis kanker yang dapat terjadi di hati, yang pertama bernama kanker hati primer, dan yang lainnya bernama kanker hati sekunder. Kanker hati primer adalah kanker hati yang memang berasal dari hati, sering juga jenis kanker ini disebut sebagai hepatocellular carcinoma (HCC). Sedangkan kanker hati sekunder adalah kanker hati yang berasal dari organ tubuh lain, lalu menyebar ke hati. Di seluruh dunia, kanker hati primer berada di urutan ketiga sebagai kanker yang paling banyak menyebabkan kematian.

Lalu, bagaimana hepatitis B bisa menyebabkan kanker hati primer?

Orang yang terinfeksi virus hepatitis B dengan kronis sangat mudah terserang kanker hati. Nyatanya, orang-orang yang sudah terinfeksi hepatitis B memiliki risiko 100 kali lebih tinggi terserang kanker hati dibandingkan dengan orang yang tidak terinfeksi hepatitis B. Hal ini terjadi karena virus hepatitis B secara langsung dan terus-menerus menyerang hati, yang seiring berjalannya waktu dapat menyebabkan kerusakan pada hati dan akhirnya kanker hati.

Risiko terserang kanker hati akibat mengidap hepatitis B kronis semakin meningkat lagi bila pasien sudah berumur, atau si pasien juga sudah terdiagnosis mengidap sirosis hati. Meskipun memang kanker hati biasanya terjadi setelah sirosis hati muncul, bukan berarti sirosis hati adalah pemicu atau penyebab terserang kanker hati ini. Kanker hati primer juga tetap bisa terjadi tanpa munculnya sirosis hati.

Risiko terserang kanker semakin tinggi lagi kalau memang si pasien memiliki riwayat keluarga yang terserang kanker hati, tingginya DNA virus hepatitis B yang terus menyerang, bercampur dengan infeksi lain seperti HIV atau hepatitis C, dan gaya hidup yang sembrono (misalnya mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok). Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa obesitas dan diabetes bisa juga menjadi pemicu terjadinya kanker hati. Kanker hati lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, pada ras dan etnis manapun.

Tanda-tanda Anda sudah terserang kanker hati

Kanker hati sering juga disebut sebagai “silent killer”, karena biasanya, si pasien akan terlihat sehat wal afiat tanpa tanda-tanda masalah kesehatan sampai kanker hati sudah hampir mencapai stadium akhir. Terkadang, sebesar atau sekecil apapun ukuran tumor di hati tidak dapat terdeteksi akibat posisi hati yang terlindung oleh tulang rusuk, sehingga si pasien tidak merasa sakit.

Rasa sakit sangat jarang muncul, sampai ukuran tumor benar-benar sudah besar. Pada kanker hati stadium akhir, ketika ukuran tumor sudah sangat besar dan disertai dengan fungsi hati yang mulai rusak, tanda-tanda kesehatan baru mulai muncul. Contohnya, perut sakit, berat badan turun, kehilangan nafsu makan, lemas, mata serta kulit berwarna kuning, dan perut bengkak. Orang-orang yang mengalami tanda-tanda seperti ini harus secepatnya menghubungi dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Pentingnya menjalani screening kanker hati

Seperti yang sudah dijelaskan, kanker hati membunuh secara diam-diam. Oleh karena itu, para pasien hepatitis B, dianjurkan untuk memasukkan screening kanker hati ke dalam cek rutin medis mereka. Apalagi bagi pasien yang mengidap hepatitis B kronis, screening kanker hati ini sangat penting, sebab kanker hati bisa saja menyerang tanpa tanda-tanda muncul sirosis hati sebelumnya. Semakin cepat terdeteksi kanker hati, semakin banyak pilihan pengobatan yang dapat diambil, sehingga dapat membantu meningkatkan kemungkinan bertahan hidup.

Screening kanker hati dilakukan dengan tes darah untuk mengetahui kadar alpha-fetoprotein (AFP) setiap 6 bulan sekali dan USG hati setiap 2 kali dalam setahun. Ada juga dokter yang memilih untuk melakukan MRI dan CT-Scan daripada USG. Begitu pasien terdeteksi memiliki sirosis hati, atau keluarganya memiliki riwayat keturunan kanker hati, screening kanker hati secara rutin sangat direkomendasikan.

Cara mengobati kanker hati

Secara khusus, pengobatan kanker hati lebih sulit dibandingkan dengan jenis kanker lain, karena kanker hati biasanya disertai dengan kerusakan hati yang disebabkan oleh serangan virus hepatitis B. Setiap pasien secara individual harus menyeimbangkan risiko gagal hati, berbagai macam pilihan pengobatan, dan efek samping dari obat-obatan itu sendiri. Pengobatan yang sudah ada saat ini termasuk operasi, kemoterapi, dan satu obat yang bisa dikonsumsi secara oral. Transplantasi hati adalah pilihan terakhir bila tumor kanker hati ini tidak bisa lagi “dibuang” dengan operasi.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa Itu Kanker Hati?

    DefinisiApa itu penyakit kanker hati? Kanker hati adalah karsinoma paling umum pada sel hati, yaitu tumor utama yang tumbuh di hati dan bukan disebabkan oleh penyebaran dari organ lain dalam tubuh. Hati adalah salah ...

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 12 menit

    Kenali HBcAg, Tes untuk Mendiagnosis Penyakit Hepatitis B

    Hepatitis B bisa merusak liver. Untuk mendeteksinya, orang yang berisiko perlu menjalani tes HBcAg. Apa itu HBcAg? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Fakta Unik 06/08/2019 . Waktu baca 4 menit

    Waspadai Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh Kanker Hati

    Selain merusak fungsi hati Anda, sel kanker yang tumbuh di hati juga bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Nah, apa saja ya komplikasi dari kanker hati?

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Kanker Hati, Health Centers 29/06/2019 . Waktu baca 5 menit

    5 Kiat Menjaga Hati Tetap Sehat Bagi Pengidap Hepatitis C

    Bagi pengidap hepatitis C, kesehatan hati adalah kunci untuk hidup sehat. Namun, bagaimana cara menjaga kesehatan hati? Cari tahu di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Gangguan Pencernaan, Health Centers 05/05/2019 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    diabetes dan kanker hati

    Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
    temulawak obat hepatitis

    Benarkah Temulawak Bisa Dijadikan Obat Hepatitis?

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 15/04/2020 . Waktu baca 3 menit
    pantangan bagi penderita hepatitis

    7 Pantangan Penderita Hepatitis yang Penting Dihindari

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit
    makanan untuk pasien hepatitis

    Makanan Sehat yang Dianjurkan untuk Pasien Hepatitis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 18/02/2020 . Waktu baca 5 menit