Apa Saja Penyebab Nyeri Sendi?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Maret 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Nyeri sendi dapat menghampiri setiap orang setidaknya sekali seumur hidup dengan beragam penyebab berbeda. Berikut adalah beberapa penyebabnya yang perlu Anda ketahui.

Penyebab nyeri sendi secara umum

Sendi membentuk koneksi antar tulang yang membantu Anda untuk melakukan berbagai gerakan. Maka ketika persendian terasa sakit atau terganggu, aktivitas Anda pasti akan terganggu.

Nyeri umumnya merupakan hasil dari gangguan atau cedera yang terjadi pada persendian. Namun dikutip dari Mayo Clinic, macam-macam penyebab nyeri sendi lainnya mungkin meliputi:

1. Otot keseleo atau terkilir

Nyeri sendi bisa disebabkan karena otot yang keseleo atau tegang karena terkilir. Dalam beberapa kasus, kejang otot dapat terjadi.

Kadang ketika otot keseleo atau mengejang, ligamen di daerah yang terdampak mungkin akan robek. Ligamen adalah jaringan yang menghubungkan tulang ke persendian.

Pengobatan awal untuk keseleo dan tegang meliputi mengistirahatkan bagian yang terluka, serta terapi es dan perban untuk kompres dan menstabilkan sendi.

2. Cedera pada persendian

Cedera atau trauma fisik yang langsung mengenai persendian dapat menyebabkan nyeri. Cedera biasanya cenderung terjadi saat berolahraga maupun akibat kecelakaan seperti jatuh terjerembap atau kecelakaan bermotor.

Salah satu contoh cedera yang paling sering terjadi saat olahraga dan menjadi penyebab nyeri sendi adalah chondromalacia.

Chondromalacia adalah kerusakan pada tulang rawan di tulang tempurung lutut (patella) yang sering menyerang pelari. Penyebab nyeri sendi lutut yang satu ini juga umum dialami oleh orang-orang lanjut usia yang memiliki arthritis.

3. Patah tulang atau dislokasi

Kecelakaan yang membuat tulang patah/retak (fraktur) atau bergeser (dislokasi) juga bisa jadi penyebab nyeri sendi. Area tubuh yang biasanya terjadi dislokasi adalah bahu, jari, siku, lutut, serta pinggul.

Dua hal ini bisa membahayakan keselarasan tulang maupun komponen struktural pada sendi yang terdampak. Akibatnya bukan tidak mungkin melumpuhkan sendi untuk sementara waktu.

Anda dapat mengobati penyebab nyeri sendi ini dengan minum obat antinyeri, kompres es, dan istirahat. Namun apabila Anda pernah mengalami penyebab nyeri sendi yang satu ini, sebaiknya lebih berhati-hati karena setelah sembuh dapat meningkatkan risiko osteoarthritis.

Pastikan untuk mendapatkan bantuan medis untuk mengembalikan posisi tulang dan sendi ke posisi semula.

4. Infeksi pada sendi

Bakteri, virus, atau jamur bisa memasuki tubuh melalui kulit, hidung, tenggorokan, telinga, juga luka yang terbuka dan menyebar ke area sendi.

Infeksi bakteri pada persendian adalah jenis infeksi serius dan menyakitkan yang disebut arthritis septik. Infeksi bakteri akibat arthritis septik dapat sampai menyebabkan kerusakan tulang rawan dan kerusakan tulang yang cepat. Hal ini dapat mengakibatkan persendian sangat membengkak dan bahkan kehilangan daya geraknya.

Sebaiknya segera cari bantuan medis apabila Anda mengalami penyebab nyeri sendi yang satu ini. Apabila perawatannya tertunda atau tidak mendapatkannya sama sekali, kerusakan sendi permanen dapat terjadi.

5. Penyebab sakit sendi lainnya

Empat kondisi di atas adalah gangguan pada tulang, otot, dan persendian yang paling umum menyebabkan nyeri sendi.

Selain itu, ada beberapa penyebab lain dari nyeri sendi yang meliputi:

Penyebab nyeri sendi karena peradangan

Di luar dari penyebab nyeri yang berupa gangguan fisik (seperti cedera) maupun infeksi dan penyakit lainnya, sendi juga bisa bermasalah akibat peradangan.

Peradangan yang secara spesifik menyerang sendi disebut dengan arthritis. Arthritis menyebabkan kerusakan pada tulang rawan sendi, yang menyebabkan pembengkakan, peradangan, kekakuan dan ketidakmampuan untuk bergerak.

Arthritis adalah peradangan kronis penyebab nyeri sendi yang paling umum. Ada lebih dari 100 jenis arthritis di dunia. Namun, osteoarthritis (OA) dan rheumatoid arthritis (rematik) merupakan dua jenis utama dari arthritis yang paling banyak terjadi.

1. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah peradangan pada tulang rawan yang memicu pengapuran sendi sehingga membuatnya terasa nyeri dan kaku ketika digerakkan.

Tulang rawan pada sendi berfungsi sebagai bantalan dan penyerap syok pada sendi Anda. Penyakit ini sering terjadi pada sendi tangan, lutut, pinggul, paha, serta tulang belakang.

Obesitas dapat menyebabkan tekanan pada sendi Anda dan membuat Anda lebih berisiko terhadap jenis arthritis. Biasanya dengan tetap aktif dan menjaga berat badan yang sehat dapat memperlambat perkembangan tersebut.

2. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis (rematik) adalah penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada persendian dan kerusakan tulang rawan. Tidak seperti osteoarthritis, rheumatoid arthritis adalah kondisi yang memengaruhi lapisan sendi. Selain peradangan, penumpukan cairan dapat menambah nyeri sendi.

Bagian sendi yang paling sering terkena yaitu tangan, pergelangan tangan, kaki dan lutut. Sendi yang terkena dapat memerah, bengkak, dan terasa hangat ketika disentuh.

Rheumatoid arthritis adalah penyebab nyeri sendi yang umum dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Akan tetapi, rematik 2-3 kali lebih sering memengaruhi wanita daripada pria.

3. Bursitis

Bursitis adalah penyebab nyeri sendi yang dipicu oleh peradangan pada bantalan pelindung persendian. Bantalan ini berupa kantung kecil berisi cairan yang melindungi tulang, tendon, dan juga otot di area sendi.

Bursitis biasanya menyerang area sendi yang selalu digunakan untuk gerakan berulang, misalnya seperti bahu, siku, juga pinggul.

Kondisi ini umumnya terjado akibat dari cedera sendi. Cara terbaik untuk mencegah cedera sendi adalah dengan menggunakan pakaian pelindung dan sepatu yang tepat saat bermain olahraga atau saat melakukan kegiatan lainnya.

4. Asam urat (gout)

Asam urat adalah serangan radang tiba-tiba yang menyebabkan sendi terasa sakit, bengkak, dan berwarna kemerahan.

Persendian yang paling sering terkena asam urat adalah area kaki (pergelangan kaki, jempol kaki, lutut, dan telapak kaki) serta area tangan (siku, pergelangan tangan, lengan, dan ibu jari). Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.

Penyebab nyeri sendi ini dipicu oleh penumpukan serum asam urat di dalam darah, yang lama-lama mengeras dan mengkristal di daerah persendian. Kristal-kristal inilah yang menyebabkan nyeri pada sendi ketika digerakkan, atau malah muncul tiba-tiba tanpa dipicu.

Anda dapat mengelola kadar asam urat dengan olahraga teratur, menjaga pola makan sehat, dan banyak minum air putih.

5. Pseudogout

Pseudogout adalah kondisi yang mirip dengan asam urat, di mana kristal kalsium disimpan di dalam dan sekitar sendi. Namun tidak seperti asam urat, pseudogout biasanya mempengaruhi sendi lutut. Pseudogout juga sering menyerang persendian lain yang lebih besar, seperti bahu, siku, pinggul, dan punggung.

Penyebab pseudogout masih belum jelas. Usia tua dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko Anda untuk mengalami penyebab nyeri sendi yang satu ini..

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Penyebab Leher Anda Sering Terasa Pegal

Pegal di leher sesekali saja memang wajar. Tapi jika sering terjadi dan tidak ditangani, ini bisa memicu masalah kesehatan yang lebih serius, lho!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Olahraga yang Dianggap Efektif?

Berapa lama olahraga juga menentukan kesuksesan tujuan Anda. Terlalu sebentar tak akan efektif, tapi terlalu lama juga tak baik.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kebugaran, Hidup Sehat 16 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

olahraga untuk osteoporosis

Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit
osteoarthritis adalah

Osteoarthritis (Pengapuran Sendi)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 11 menit
memaksa anak jago olahraga

Bagaimana Cara Mendorong Anak Menjadi Atlet?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rina Nurjanah
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit
oleharaga untuk anak

Menjadi Atlet di Mata Atlet Muda Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 September 2020 . Waktu baca 7 menit