Sama-sama Menyerang Tulang, Kenali 5 Perbedaan Osteoporosis dengan Osteopenia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 05/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Tulang dan gigi adalah bagian terkuat dari tubuh Anda. Namun, seiring waktu kepadatan tulang akan menurun dan menimbulkan masalah kesehatan, seperti osteopenia dan osteoporosis. Meskipun terdengar serupa dan sama-sama menyerang tulang, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan osteopenia dan osteoporosis? Cari tahu jawabannya berikut ini.

Perbedaan osteopenia dan osteoporosis yang perlu Anda ketahui

Osteopenia dan osteoporosis adalah masalah kesehatan yang menyerang tulang. Berdasarkan definisinya, osteopenia adalah penurunan kepadatan tulang di bawah batas normal. Kondisi ini umum terjadi pada orang yang berusia 50 tahun.

Sementara, osteoporosis adalah penyakit tulang keropos. Kondisi ini menggambarkan hilangnya massa tulang akibat kekurangan nutrisi pendukung. Jadi, osteopenia adalah masa peralihan dari tulang sehat menuju osteoporosis.

Agar Anda lebih paham, mari mengulas satu per satu perbedaan osteopenia dan osteoporosis.

1.Tingkat kepadatan tulang

penyebab demensia

Kedua kondisi ini sama-sama menyebabkan Anda mengalami penurunan kepadatan tulang. Hanya saja, perbedaan antara osteoporosis dan osteopenia terletak pada tingkat kepadatan tulang.

Bila Anda kena osteoporosis, kepadatan tulang yang Anda miliki akan lebih rendah ketimbang osteopenia.

Saat memasuki usia 30 tahun, tingkat kepadatan tulang akan berkurang dari jumlah normal. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan densitas mineral tulang (BDM) sekitar -0,1 hingga -2,5 Anda akan didiagnosis osteopenia. Bila hasilnya lebih dari -2,5 diagnosis osteoporosis akan ditegakkan.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan tes pemindaian dengan sinar X pada tulang kering, tulang belakang, punggung, pergelangan tangan, atau tumit. Agar diagnosis lebih tepat, tes Dual Energy X-ray Absorptiometry (DEXA) perlu dilakukan untuk menilai kadar kalsium dalam tulang.

2. Penyebab

Selain tingkat kepadatan tulang, perbedaan osteopenia dan osteoporosis dapat dilihat dari penyebabnya. Penyebab osteopenia berkaitan erat dengan penuaan, seperti berkurangnya estrogen pada wanita yang menopause.

Menurunnya kepadatan tulang lebih parah yang menyebabkan osteoporosis, tidak hanya disebabkan oleh penuaan. Gaya hidup seperti pilihan makanan yang buruk dan kurang olahraga serta masalah kesehatan juga bisa menyebabkan pengeroposan tulang.

Begitu pula dengan orang yang memiliki masalah genetik sehingga mempersulit penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan tulang, seperti vitamin D dan kalsium.

3. Gejala yang ditimbulkan

Perbedaan osteopenia dan osteoporosis juga dapat dilihat dari gejala yang muncul. Osteopenia diketahui tidak menimbulkan gejala apa pun. Jika sudah menimbulkan gejala, kemungkinan besar osteopenia sudah berkembang menjadi osteoporosis.

Setiap orang memang mengalami gejala osteoporosis yang berbeda-beda. Akan tetapi, dikutip dari laman Mayo Clinic gejala yang umum terjadi, meliputi:

  • Nyeri punggung karena adanya tulang belakang yang patah
  • Tubuh tidak lagi tegak dan terus membungkuk seiring waktu
  • Tulang di bagian tertentu jadi sangat mudah patah

4. Pengobatan

obat asma alergi

Osteopenia dan osteoporosis juga memiliki perbedaan dalam hal pengobatan. Pasien osteopenia memang dapat diobati dengan obat osteoporosis, seperti bisphosphonate. Akan tetapi, tidak semua pasien bisa diberikan obat ini, itu pun hanya jenis-jenis obat tertentu.

Untuk mencegah efek samping dan kelebihan dosis, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat, terutama memenuhi asupan vitamin D dan kalsium.

Sementara pasien osteoporosis perlu minum obat untuk mencegah kondisi bertambah buruk dilengkapi dengan perawatan di rumah dan perubahan gaya hidup.

5. Komplikasi

kebiasaan bikin nyeri punggung

Osteopenia yang tidak diobati akan berkembang menjadi osteoporosis. Sementara osteoporosis yang bertambah parah akan menyebabkan patah tulang belakang karena terjatuh dan akhirnya membungkuk ke depan. Pada beberapa kasus, tubuh dapat membungkuk seiring waktu tanpa terjatuh.

Untuk menurunkan risiko terjadinya osteopenia dan osteoporosis, Anda perlu meningkatkan asupan makanan yang menyehatkan tulang, seperti vitamin D, kalsium, dan fosfor.

Selain itu, imbangi dengan olahraga yang menguatkan tulang dan menjaga keseimbangan tubuh, seperti lari, jogging, atau taichi. Jangan lupa untuk menjalani pemeriksaan kepadatan tulang, untuk memantau kesehatan tulang secara berkala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Olahraga untuk Pengidap Osteoporosis yang Dianjurkan Ahli

Memiliki osteoporosis tak berarti hanya berdiam diri sepanjang hari. Justru olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 14/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Daftar Makanan Pencegah Osteoporosis yang Wajib Dikonsumsi Setiap Hari

Osteoporosis tak hanya bisa dicegah dengan tetap aktif berolahraga, tetapi juga dengan makanan. Berikut ragam makanan pencegah osteoporosis untuk Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai (Plus Cara Mencegahnya)

Sama seperti penyakit lainnya, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, komplikasi ini bisa dicegah lho. Berikut cara-caranya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 09/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
penyebab keropos tulang 1

Hati-hati, Tulang Bisa Keropos Selama di Rumah Saja karena Tak Banyak Aktivitas

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan makanan osteoporosis

5 Makanan dan Minuman Pantangan Penderita Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020 . Waktu baca 4 menit
mitos osteoporosis

Fakta di Balik 4 Mitos Osteoporosis yang Banyak Dipercayai

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
osteoporosis pada lansia

Penyebab Utama Osteoporosis Pada Lansia, dan Cara Mengendalikannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14/01/2020 . Waktu baca 6 menit