6 Gejala Umum Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Proses penurunan kepadatang tulang hingga keropos biasanya berlangsung perlahan dan tidak menunjukkan ciri-ciri fisik tertentu. Hal ini menyebabkan gejala pengeroposan tulang atau osteoporosis sering kali sulit dikenali. Biasanya, penyakit ini baru diketahui saat pasien telah mengalami patah tulang. Oleh sebab itu, perhatikanlah ciri-ciri tulang keropos berikut ini agar bisa lebih waspada.

6 gejala pengeroposan tulang (osteoporosis)

Tulang sebagai bagian dari sistem gerak terdiri dari jaringan hidup yang dapat terus memperbarui dirinya sendiri setiap kali ada kerusakan. Namun seiring usia bertambah tua, proses pembentukan jaringan tulang yang baru makin melambat. Akibatnya, tulang jadi melemah dan cepat rapuh.

Berikut adalah sejumlah gejala osteoporosis yang kerap muncul di tahap awal, tapi seringnya tidak disadari:

1. Postur tubuh yang bungkuk

Salah satu gejala tulang keropos yang perlu diperhatikan adalah postur tubuh yang semakin lama semakin membungkuk. Biasanya, kondisi ini terjadi saat terjadi patah tulang di tulang belakang.

Setelah tulang belakang patah, punggung Anda akan cenderung melengkung atau membungkuk ke arah depan. Sayangnya hal ini bisa secara perlahan terjadi tanpa disadari. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami salah satu gejala osteoporosis ini, segera periksakan kondisi kesehatan tulang ke dokter.

2. Tinggi badan semakin menyusut

Tanda-tanda osteoporosis yang masih berkaitan dengan gejala sebelumnya adalah tinggi badan yang semakin menyusut. Saat tulang belakang melemah dan mudah patah, Anda mungkin akan kehilangan tinggi badan. Bahkan, gejala dari penyakit osteoporosis ini bisa terjadi meski tubuh Anda tidak membungkuk.

Memang benar bahwa seiring bertambahnya usia, tinggi badan akan perlahan menyusut. Akan tetapi, saat mengalami osteoporosis, proses ini akan terjadi lebih cepat. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk rutin memeriksa tinggi badan Anda.

Jika tinggi badan menyusut hingga lebih dari 3 sentimeter (cm), ini bisa menjadi ciri-ciri dari penyakit osteoporosis yang perlu Anda konfirmasi ke dokter. Apabila kondisi ini tak segera ditangani dengan baik, kesehatan tulang Anda mungkin akan semakin memburuk.

3. Sakit punggung tanpa sebab

Gejala pengeroposan tulang lainnya adalah sakit punggung yang terjadi tanpa alasan yang jelas. Sakit punggung yang dirasakan pun bukan yang biasanya terjadi, tapi muncul secara tiba-tiba atau terasa sakit sekali.

Pasalnya, gejala sakit punggung ini bisa jadi pertanda bahwa Anda akan mengalami patah tulang belakang akibat osteoporosis. Masalahnya, pada pasien osteoporosis, patah tulang belakang bisa terjadi secara tiba-tiba atau akibat dari hal-hal yang sepele, seperti membungkuk untuk mengambil benda yang jatuh di lantai atau bersin.

Rasa sakit punggung ini bahkan bisa menyebabkan pasien osteoporosis tidak bisa bergerak karena rasa sakit yang begitu luar biasa. Oleh sebab itu, periksakan kondisi kesehatan pada dokter dan mintalah pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kondisi tulang Anda.

4. Tulang mudah patah

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, ciri atau gejala dari penyakit tulang keropos yang disebut dengan osteoporosis tulang yang mudah patah akibat suatu hal yang bisa dibilang cukup sepele.

Jika Anda berusia 50 tahun ke atas dan mengalami patah tulang akibat aktivitas atau pergerakan tubuh ringan, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa tulang Anda telah melemah.

Adapun area tulang yang paling sering patah sebagai gejala osteoporosis yaitu:

Tulang belakang

Patah tulang belakang cenderung yang paling sering terjadi saat seseorang terkena osteoporosis. Patah tulang ini bisa menyebabkan rasa sakit yang amat mengganggu dan menyebabkan postur membungkuk (kifosis). Meski begitu, kadang patah tulang belakang bisa terjadi begitu saja tanpa gejala atau tanda yang jelas.

Tulang pinggul

Patah tulang pinggul menjadi gejala osteoporosis yang paling umum pada orang berusia 75 tahun ke atas. Patah tulang pinggul umumnya membuat seseorang perlu menjalani rawat inap dan operasi.

Proses penyembuhannya cukup lama dan bahkan bisa menyebabkan seseorang sulit atau bahkan tak bisa lagi bergerak. Meski telah diobati, masih tinggi peluangnya untuk tulang pinggung patah kembali di masa depan.

Pergelangan tangan

Patah pergelangan tangan jadi salah satu gejala osteoporosis yang kerap dialami setelah terjatuh.

Patah pergelangan tangan bisa menyebabkan Anda kesulitan menggerakkan tangan. Terutama apabila patah terjadi di sisi tangan Anda yang dominan.

Baik patah tulang belakang, pergelangan tangan, atau pinggang, tidak ada yang boleh diremehkan begitu saja. Kondisi ini perlu pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, karena berpotensi terjadi akibat osteoporosis.

Apabila Anda didiagnosis mengalami penyakit pengeroposan tulang ini, pastikan untuk mengonsumsi obat osteoporosis yang diresepkan oleh dokter untuk mencegah terjadinya patah tulang yang lebih membahayakan kondisi kesehatan.

4. Gusi menyusut

Menurut NIH Osteoporosis and Related Bone Disease National Resource Center, osteoporosis mungkin saja berkaitan dengan kesehatan gigi dan gusi. Pasalnya, gigi dan gusi ditopang oleh tulang rahang. Maka, ketika osteoporosis menyerang, tulang rahang akan kehilangan kepadatananya, sehingga garis gusi terlihat menyusut.

Tulang rahang yang rapuh sangat berkaitan dengan gejala osteoporosis di bagian ini. Jika Anda melihat ada perubahan pada gusi, periksakan ke dokter gigi untuk melihat kondisi lebih jelasnya. Dokter biasanya akan melakukan rontgen gigi untuk melihat pengeroposan tulang yang terjadi.

Dari hasil rontgen, dokter gigi bisa menyimpulkan masalah yang Anda alami. Namun jika ternyata hasil rontgen mulut kurang jelas, dokter akan melakukan berbagai tes lanjutan untuk memastikan bahwa Anda mengalami osteoporosis atau tidak.

5. Kekuatan genggaman melemah

Penelitan yang diterbitkan di jurnal Orthopaedic Surgery menemukan bukti bahwa melemahnya kekuatan genggaman berkaitan dengan tulang rangka yang mengalami pengeroposan.

Ketika gejala ini Anda alami, jangan dianggap angin lalu. Satu atau dua kali mungkin masih terbilang wajar. Namun, jika hal ini terjadi terus menerus Anda juga perlu waspada dan memeriksakan diri ke dokter.

Kondisi ini bisa jadi gejala osteoporosis dini yang perlu diwaspadai dan kerap diabaikan, terutama pada  wanita pascamenopause.

Kekuatan genggaman yang melemah bisa mendatangkan masalah lebih besar, yaitu patah tulang. Pasalnya, ketika pegangan seseorang melemah, ia akan sulit untuk menjaga keseimbangan dirinya.

Pegangan dan genggaman yang kuat menjadi cara tepat mencegah jatuh. Oleh karena itu, segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi dan mencegah keparahan osteoporosis jika memang menyerang Anda.

6. Kuku lemah dan rapuh

Mungkin Anda tak menyadari bahwa kuku yang lemah dan rapuh menandakan kesehatan tulang yang tidak lagi optimal. Kenapa begitu?

Pada dasarnya, kuku dan tulang terbuat dari mineral yang sama yaitu kalsium. Apabila kuku tampak lebih lemah dan rapuh dari biasanya, ini dapat menandakan tubuh tidak mendapat asupan kalsium yang cukup, atau tidak lagi bisa menyerap kalsium sebaik dulu.

Osteopenia, penyakit kelainan tulang tanda osteporosis

Osteopenia adalah penurunan kepadatan tulang hingga berada di bawah batas normal. Penyakit kelainan tulang ini dianggap sebagai salah satu gejala dari osteoporosis. Jika semakin parah, osteopenia dapat berlanjut menjadi osteoporosis yaitu kondisi tulang mengalami pengeroposan.

Sama halnya dengan osteoporosis, salah satu penyakit yang bisa menjadi penyebab osteoporosis ini juga tidak memiliki gejala khusus. Tak heran jika banyak penderita osteopenia yang berujung mengalami osteoporosis.

Meski begitu, sebenarnya osteopenia tidak selalu berujung menjadi osteoporosis. Apalagi jika penyakit osteopenia segera diatasi, sehingga pencegahan terhadap osteoporosis pun berhasil dilakukan.

Apabila Anda mengalami osteopenia, segera praktikkan gaya hidup sehat untuk tulang, misalnya rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan penguat tulang. Dengan begitu, Anda telah mengurangi risiko mengalami osteoporosis.

Selain itu, dokter mungkin akan meresepkan berbagai obat penguat tulang yang biasanya diberikan untuk pengobatan osteoporosis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sistem Gerak Pada Manusia dan Gangguannya

Tahukah Anda apa yang dimaksud sistem gerak pada manusia? Lalu,, apa saja masalah kesehatan yang terkait dengan sistem ini? Berikut penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 25 Oktober 2020 . Waktu baca 13 menit

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Minum susu biasanya dianjurkan untuk anak-anak. Lalu, jika sudah lanjut usia, apakah masih perlu minum susu? Berapa banyak susu yang harus diminum?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Sebelum terlambat, segera kenali apa faktor risiko, penyebab dan cara mencegah osteoporosis usia lanjut selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Mengonsumsi suplemen dapat menjadi cara untuk cegah osteoporosis. Kenali tiga kandungan yang manjur membantu Anda terhindar dari masalah ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Nutrisi, Hidup Sehat 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah tulang keropos

3 Kebiasaan Buruk yang Harus Ditinggalkan Supaya Tulang Tetap Kuat Sampai Tua

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
hormon oksitosin dan kesehatan tulang

Peran “Hormon Bahagia Cinta” dalam Mendukung Kesehatan Tulang

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit degeneratif

Penyakit Degeneratif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
osteopenia adalah

Osteopenia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit