home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Apabila dibiarkan tanpa pengobatan, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain. Komplikasi dari osteoporosis sangat beragam dan tak sama pada setiap orangnya. Kembali lagi, semuanya tergantung pada kondisi masing-masing orang. Berikut berbagai komplikasi yang paling rentan dan cara mencegahnya.

Komplikasi osteoporosis yang paling sering menyerang

mencegah lansia terjatuh

Osteoporosis adalah kondisi saat tulang kehilangan kepadatan mineralnya sehingga lebih rapuh dan rentan patah. Penyakit pengeroposan tulang ini bisa muncul dengan rentang kondisi dari yang ringan hingga yang parah.

Ketika tingkatannya sudah parah dan tidak mendapatkan pengobatan osteoporosis yang tepat dan sesegera mungkin, ada berbagai komplikasi yang mengintai seperti:

1. Patah tulang

Salah satu komplikasi dari osteoporosis yang paling sering terjadi adalah patah tulang. Area tulang yang kehilangan kepadatan mineralnya lama-lama akan patah secara bertahap. Tulang belakang, tulang pinggul, dan pergelangan tangan merupakan area tulang yang paling sering patah ketika terkena osteoporosis.

Patah tulang belakang

Patah tulang belakang adalah kondisi saat tulang-tulang kecil di area punggung patah baik satu ataupun lebih. Jika Anda sudah terkena osteoporosis, patah tulang menjadi komplikasi yang sangat rentan terjadi. Bahkan, membungkuk atau batuk yang keras saja bisa langsung mematahkan tulang belakang Anda.

Ketika tulang belakang patah, biasanya disertai dengan rasa nyeri pada area sepanjang tulang belakang dari punggung bawah ke tengah. Bahkan, kondisinya sering kali memburuk ketika Anda duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.

Patah tulang belakang biasanya menyebabkan tinggi badan menjadi berkurang. Jika tulang yang patah cukup banyak, bukan tidak mungkin postur tubuh Anda menjadi bungkuk.

Selain itu, salah satu komplikasi yang terjadi akibat gejala osteoporosis yang tidak disadari ini bisa juga menimbulkan rasa sakit yang tak kunjung hilang pada punggung dan leher Anda.

Patah tulang pinggul

Patah tulang pinggul biasanya disertai dengan rasa nyeri yang kadarnya berbeda-beda. Seseorang bisa saja hanya merasakan sedikit sakit tetapi masih bisa berjalan. Namun, mungkin juga ada yang tidak lagi bisa menahan berat beban tubuhnya sendiri.

Namun, secara umum, komplikasi dari osteoporosis ini merupakan kondisi dengan gejala seperti:

  • Rasa nyeri pada bagian pinggul.
  • Bengkak atau memar.
  • Kesulitan berjalan atau berdiri selayaknya normal.
  • Kaki pada salah satu sisi yang terkena terlihat lebih pendek atau bengkok.

Terkadang tulang pinggul menjadi sangat lemah akibat osteoporosis sehingga aktivitas ringan pun bisa memperparah kondisinya. Kebanyakan, orang yang mengalami patah tulang ini masih bisa berdiri dan berjalan tetapi merasa sangat sakit pada pangkal paha, lutut, atau paha bawah.

Patah pergelangan tangan

Patah pergelangan tangan termasuk salah satu komplikasi dari osteoporosis yang juga kerap dialami. Kondisi ini biasanya terpicu ketika penderita osteoporosis menjadikan telapak tangan sebagai tumpuan saat terjatuh. Akibatnya, area pergelangan tangan memikul beban tubuh yang terlalu berat bagi orang dengan osteoporosis.

Ketika pergelangan tangan patah, ada beberapa gejala yang akan muncul seperti:

  • Nyeri, bengkak, dan memar pada pergelangan tangan atau pangkal ibu jari.
  • Pergelangan tangan Anda tertekuk pada sudut yang tidak wajar.
  • Muncul sensasi sakit ketika mencoba menggenggam sesuatu pada area tangan yang terluka.

2. Osteoarthritis

Menurut National Osteoporosis Foundation, osteoporosis yang semakin parah dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi berupa gangguan muskuloskeletal lainnya, yaitu osteoarthritis. Khususnya saat tulang yang telah keropos meningkatkan tekanan pada persendian sekitarnya.

Osteoarthritis adalah pengapuran sendi yang biasanya terjadi di sekitar pinggul, lutut, leher, hingga tubuh bagian bawah. Umumnya, penyakit ini terjadi pada sendi yang cedera akibat penggunaan yang berlebihan. Namun, tekanan yang terjadi pada persendian karena pengeroposan tulang juga dapat memicu terjadinya pengapuran sendi.

3. Depresi

Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang bisa muncul sebagai komplikasi dari osteoporosis yang sudah lanjut. Pasalnya, orang yang pengeroposan tulangnya sudah tak terkendali sering kali sulit untuk bergerak.

Akibatnya, mereka banyak menghabiskan waktunya hanya di tempat tidur atau kursi. Hal ini membuat penderita osteoporosis menjadi sulit untuk melakukan segala hal sendiri, sehingga akan selalu membutuhkan bantuan orang lain, bahkan untuk sekadar beranjak dari tempat tidurnya.

Selain itu, penderita osteoporosis juga kemungkinan sulit melakukan berbagai hobi dan aktivitas hariannya seperti berkebun, memasak, dan jalan-jalan. Kalaupun bisa, penderita osteoporosis ini biasanya membutuhkan bantuan kursi roda. Pasalnya, berbagai kegiatan ini bukannya membuat rileks tetapi justru menyakitkan.

Penting memerhatikan pengelolaan perasaan dan pikiran secara positif untuk mencegah depresi. Bergabung dengan kelompok pendukung atau perkumpulan orang dengan osteoporosis bisa jadi solusinya.

Dengan begitu, penderita osteoporosis tidak merasa sendirian lagi. Selain itu, melakukan berbagai hal menyenangkan juga bisa membantu mengalihkan pikiran tentang kondisi penderia osteoporosis.

4. Masalah jantung

Berdasarkan penelitian terkini, ternyata osteoporosis dapat berujung pada masalah jantung, yaitu penyakit jantung koroner.

Penyebabnya adalah orang dengan osteoporosis memngalami laju pemecahan tulang berlangsung dengan cepat. Akibatnya, kadar kalsium dalam darah meningkat. Ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya aterosklerosis yang merupakan penyebab penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, selama Anda masih sehat atau mengalami osteoporosis ringan, segera tinggalkan gaya hidup yang tak sehat. Perbanyak olahraga yang baik untuk tulang dan konsumsi makanan penguat tulang. Selain itu, jaga kesehatan tulang Anda sejak dini dengan menghindari berbagai penyebab dari osteoporosis.

Lakukan berbagai pencegahan terhadap penyakit pengeroposan tulang agar tulang tetap kuat dan sehat. Lakukan tes kepadatan tulang untuk memahami bagaimana kondisi kesehatan tulang Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih mantap mengambil langkah selanjutnya demi tubuh yang lebih sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lifestyle Changes to Manage Osteoporosis. Retrieved 7 September 2020, from  https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=19930

Symptoms, Risk Factors, and Complications. Retrieved 7 September 2020, from https://www.nof.org/pagets-symptoms/ 

Osteoporosis. Retrieved 7 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteoporosis/symptoms-causes/syc-20351968

Osteoporosis. Retrieved 7 September 2020, from https://www.healthdirect.gov.au/osteoporosis

Osteoporosis and Arthritis: Two Common but Different Conditions. Retrieved 7 September 2020, from https://www.bones.nih.gov/health-info/bone/osteoporosis/conditions-behaviors/osteoporosis-arthritis

https://www.ajmc.com/view/osteoporosis-linked-to-cardiovascular-cerebrovascular-diseases

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 15/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri