Berbagai Komplikasi Osteoporosis yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Apabila dibiarkan tanpa pengobatan, osteoporosis bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan lain. Komplikasi dari osteoporosis sangat beragam dan tak sama pada setiap orangnya. Kembali lagi, semuanya tergantung pada kondisi masing-masing orang. Berikut berbagai komplikasi yang paling rentan dan cara mencegahnya.

Komplikasi osteoporosis yang paling sering menyerang

mencegah lansia terjatuh

Osteoporosis adalah kondisi saat tulang kehilangan kepadatan mineralnya sehingga lebih rapuh dan rentan patah. Penyakit pengeroposan tulang ini bisa muncul dengan rentang kondisi dari yang ringan hingga yang parah.

Ketika tingkatannya sudah parah dan tidak mendapatkan pengobatan osteoporosis yang tepat dan sesegera mungkin, ada berbagai komplikasi yang mengintai seperti:

1. Patah tulang

Salah satu komplikasi dari osteoporosis yang paling sering terjadi adalah patah tulang. Area tulang yang kehilangan kepadatan mineralnya lama-lama akan patah secara bertahap. Tulang belakang, tulang pinggul, dan pergelangan tangan merupakan area tulang yang paling sering patah ketika terkena osteoporosis.

Patah tulang belakang

Patah tulang belakang adalah kondisi saat tulang-tulang kecil di area punggung patah baik satu ataupun lebih. Jika Anda sudah terkena osteoporosis, patah tulang menjadi komplikasi yang sangat rentan terjadi. Bahkan, membungkuk atau batuk yang keras saja bisa langsung mematahkan tulang belakang Anda.

Ketika tulang belakang patah, hal ini biasanya disertai dengan rasa nyeri di area sepanjang tulang belakang dari punggung bawah ke tengah. Bahkan, kondisinya sering kali memburuk ketika Anda duduk atau berdiri dalam waktu yang lama.

Patah tulang belakang biasanya menyebabkan tinggi badan menjadi berkurang. Jika tulang yang patah cukup banyak, bukan tidak mungkin postur tubuh Anda menjadi bungkuk.

Selain itu, salah satu komplikasi yang terjadi akibat gejala osteoporosis yang tidak disadari ini bisa juga menimbulkan rasa sakit yang tak kunjung hilang pada punggung dan leher Anda.

Patah tulang pinggul

Patah tulang pinggul biasanya disertai dengan rasa nyeri yang kadarnya berbeda-beda. Seseorang bisa saja hanya merasakan sedikit sakit tetapi masih bisa berjalan. Di lain sisi, seseorang mungkin tak lagi bisa menahan berat beban tubuhnya sendiri.

Namun secara umum, komplikasi dari osteoporosis ini merupakan kondisi yang ditandai dengan gejala seperti:

  • Rasa nyeri di pinggul.
  • Bengkak atau memar.
  • Kesulitan berjalan atau berdiri selayaknya normal.
  • Kaki di salah satu sisi yang terkena terlihat lebih pendek atau bengkok.

Terkadang tulang pinggul menjadi sangat lemah akibat osteoporosis sehingga aktivitas ringan pun bisa memperparah kondisinya. Kebanyakan, orang yang mengalami patah tulang ini masih bisa berdiri dan berjalan tetapi merasa sangat sakit di pangkal paha, lutut, atau paha bawah.

Patah pergelangan tangan

Patah pergelangan tangan termasuk salah satu komplikasi dari osteoporosis yang juga kerap dialami. Kondisi ini biasanya dipicu ketika penderita osteoporosis menjadikan telapak tangan sebagai tumpuan saat terjatuh. Akibatnya, area pergelangan tangan memikul beban tubuh yang terlalu berat bagi orang dengan osteoporosis.

Ketika pergelangan tangan patah, ada beberapa gejala yang akan muncul seperti:

  • Nyeri, bengkak, dan memar di pergelangan tangan atau pangkal ibu jari.
  • Pergelangan tangan Anda tertekuk pada sudut yang tidak wajar.
  • Muncul sensasi sakit ketika mencoba menggenggam sesuatu di area tangan yang terluka.

2. Osteoarthritis

Menurut National Osteoporosis Foundation, osteoporosis yang semakin parah dan tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi berupa osteoarthritis. Khususnya saat tulang yang telah keropos meningkatkan tekanan pada persendian di sekitarnya.

Osteoarthritis adalah pengapuran sendi yang biasanya terjadi di sekitar pinggul, lutut, leher, hingga tubuh bagian bawah. Umumnya, penyakit ini terjadi pada sendi yang cedera akibat penggunaan yang berlebihan. Namun, tekanan yang terjadi di persendian karena pengeroposan tulang juga dapat memicu terjadinya pengapuran sendi.

3. Depresi

Depresi merupakan gangguan kejiwaan yang bisa muncul sebagai komplikasi dari osteoporosis yang sudah lanjut. Pasalnya, orang yang pengeroposan tulangnya sudah tak terkendali sering kali sulit untuk bergerak.

Akibatnya, mereka banyak menghabiskan waktunya di atas tempat tidur atau kursi. Hal ini membuat penderita osteoporosis menjadi sulit untuk melakukan segala hal sendiri. Bantuan orang lain akan selalu dibutuhkannya bahkan untuk sekadar beranjak dari tempat tidurnya.

Berbagai hobi dan aktivitas hariannya seperti berkebun, memasak, dan jalan-jalan mungkin sudah sulit dilakukan sendiri. Kalaupun bisa, penderita osteoporosis ini biasanya membutuhkan bantuan kursi roda. Pasalnya, berbagai kegiatan ini bukannya membuat rileks tetapi justru menyakitkan.

Jika perasaan dan pikiran ini tidak diubah atau dikelola secara positif, bukan tidak mungkin penderitanya mengalami depresi. Bergabung dengan kelompok pendukung atau perkumpulan orang dengan osteoporosis bisa jadi solusinya.

Dengan begitu, penderita osteoporosis tidak merasa sendirian lagi. Selain itu, melakukan berbagai hal menyenangkan juga bisa membantu mengalihkan pikiran tentang penyakit yang diderita.

4. Masalah jantung

Berdasarkan penelitian terkini, ternyata osteoporosis dapat berujung pada masalah jantung, yaitu penyakit jantung koroner.

Hal ini disebabkan pada orang dengan osteoporosis, laju pemecahan tulang berlangsung dengan cepat. Akibatnya, kadar kalsium di darah meningkat. Ini dapat meningkatkan risiko terbentuknya aterosklerosis yang merupakan penyebab penyakit jantung koroner.

Oleh karena itu, selama Anda masih sehat atau mengalami osteoporosis ringan, segera tinggalkan gaya hidup yang tak sehat. Perbanyak olahraga yang baik untuk tulang dan konsumsi makanan penguat tulang. Selain itu, jaga kesehatan tulang Anda sejak dini dengan menghindari berbagai penyebab dari osteoporosis.

Lakukan berbagai pencegahan terhadap penyakit pengeroposan tulang agar tulang tetap kuat dan sehat. Lakukan tes kepadatan tulang untuk memahami bagaimana kondisi kesehatan tulang Anda. Dengan begitu, Anda bisa lebih mantap mengambil langkah selanjutnya demi tubuh yang lebih sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Makanan Penguat Tulang untuk Penderita Osteoporosis

Selain obat dari dokter, penderita osteoporosis juga sebaiknya makan makanan sehat. Makanan memberi tambahan nutrisi untuk mengobati tulang yang keropos.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Senam Osteoporosis dan Jenis Olahraga Lain yang Dianjurkan Ahli

Olahraga sangat dianjurkan untuk penderita osteoporosis agar tetap bugar. Senam osteporosis dan beberapa jenis olahraga lain dapat menjadi pilihan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

6 Pilihan Obat Osteoporosis untuk Mencegah Tulang Makin Keropos

Obat osteoporosis wajib dikonsumsi ketika Anda mengidap pengoroposan tulang. Ada banyak jenis obat yang biasanya diresepkan dalam pengobatan osteoporosis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenali Berbagai Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko dari Osteoporosis

Pengeroposan tulang bukanlah penyakit orang tua. Bahkan orang muda bisa mengalaminya. Apa sebenarnya penyebab osteoporosis?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Osteoporosis, Kesehatan Muskuloskeletal 23 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
mencegah osteoporsis usia lanjut

Kenali Faktor Risiko Sejak Dini untuk Cegah Osteoporosis di Usia Lanjut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
Konten Bersponsor
wanita aktif karena rutin berolahraga dan mengonsumsi suplemen cegah osteoporosis

Cari 3 Kandungan Suplemen Ini untuk Cegah Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit