Apakah Benar Orang Dengan Perut Buncit Berisiko Kena Diabetes?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Orang yang memiliki lemak berlebih pada bagian perut bisa menyebabkan perut buncit. Ini bukan hanya mengurangi rasa kepercayaan diri dalam berpakaian karena munculnya lipatan pada perut tapi juga dikaitkan dengan penyakit diabetes. Apakah benar, bila orang dengan perut buncit berisiko terkena diabetes? Simak ulasannya berikut ini.

Apa penyebab perut buncit?

Perut buncit menunjukkan lemak pada perut berlebih dan menandakan seseorang mengalami obesitas sentral. Kondisi ini terbentuk karena pola hidup yang tidak sehat, seperti terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan lemak trans dan bergula, pola tidur yang buruk, kurang gerak, dan mengonsumsi alkohol.

Saat seseorang mengonsumsi makanan berlemak atau bergula, maka asupan makanan kalori lainnya harus diperhatikan; disesuaikan dengan asupan kalori per hari. Ini juga harus disesuaikan dengan aktivitas yang dilakukan. Jika tidak seimbang, maka berat badan akan menjadi bertambah dan perut buncit pun bisa terjadi.

Kemudian, meningkatnya stres bisa menyebabkan orang sulit untuk tidur sehingga pola tidur menjadi buruk. Seiring waktu, hormon kortisol akan terus meningkat dan memicu penyimpanan lemak di perut. Kemudian, mengonsumsi alkohol bisa menekan pembakaran lemak dan kalori pada tubuh.

Memiliki perut buncit berarti meningkatkan risiko diabetes

Lemak sebenarnya tidak hanya terdapat pada perut saja, tetapi ada juga di paha, pantat, dan lengan atas. Lemak pada tubuh digunakan sebagai cadangan energi dan membantu protein untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Walaupun lemak bermanfaat, kelebihan lemak yang mengakibatkan penumpukan bisa berakibat buruk pada kesehatan.

Lemak pada perut yang berlebih disebabkan oleh lemak visceral yang menumpuk dan diisi dengan kelebihan trigliserida. Ini bisa menyebar ke organ hati, pankreas, jantung, dan organ lainnya bila penumpukan terus terjadi.

Pankreas adalah organ yang memproduksi insulin. Saat lemak terus menumpuk pada pankreas, ini akan mengganggu keseimbangan gula darah dalam tubuh. Sebab pankreas akan terus memproduksi insulin, tapi sel tidak menggunakan insulin dengan benar. Sel menjadi tidak sensitif, yaitu tidak menyerap glukosa sebagai energi hingga akhirnya glukosa akan terus menumpuk. Kondisi ini disebut dengan resistensi insulin yang menjadi penyebab penyakit diabetes.

“Ketika sel-sel lemak masuk ke perut dan menumpuk, lemak tersebut akan menghalangi kerja insulin yang diperlukan untuk menurunkan gula darah,” papar dr. Gerald Bernstein, direktur program pengelolaan diabetes di Gerald J. Friedman Diabetes Institute, dilansir dari Health.

Mengatasi perut buncit berarti mengurangi risiko diabetes dan penyakit kronis lainnya

Perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat merupakan kunci untuk mencegah diabetes. Ini termasuk mengatasi kelebihan berat badan yang menyebabkan perut buncit. Untuk itu, Anda perlu menjaga kebutuhan kalori per harinya, misalnya mengurangi makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat tinggi. Olahraga juga membantu orang dengan perut buncit untuk menurunkan berat badan. Semua itu harus dilakukan dengan rutin dan sesuai dengan kondisi Anda.

Menjaga berat badan tetap ideal tentu menghindari Anda dari perut buncit. Bukan hanya diabetes, kelebihan berat tubuh juga dikaitkan dengan penyakit stroke, tekanan darah tinggi, perlemakan hati, dan serangan jantung. Menghitung indeks massa tubuh, ini membantu Anda untuk mengetahui apakah Anda kelebihan berat badan atau tidak dengan mengukur lemak tubuh berdasarkan berat tubuh dan tinggi badan. Untuk menghitung berapa indeks massa tubuh Anda, hitung dengan Kalkulator BMI ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Panjang Umur Jika Anda Menderita Diabetes

Diabetes dulu disebut "penyakit orang tua" karena banyak menyerang orang-orang usia senja. Tapi sekarang lebih banyak penderita diabetes yang mati muda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . Waktu baca 5 menit

11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diabetes, Health Centers 14/11/2019 . Waktu baca 9 menit

Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Lalu Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Meski cara mengontrol diabetes kedengarannya sulit, sebenarnya ada langkah-langkah sederhana yang bisa Anda ikuti. Cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Diabetes, Health Centers 13/11/2019 . Waktu baca 5 menit

Bolehkah Ibu Dengan Diabetes Menyusui Bayinya?

Diabetes merupakan penyakit yang bisa diwariskan dari orangtua kepada anaknya. Oleh karena itu, bolehkah ibu dengan diabetes menyusui bayinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diabetes, Health Centers 12/11/2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tummy tuck adalah operasi perut

Prosedur Tummy Tuck, Menciptakan Perut yang Rata dan Kencang dengan Operasi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 27/04/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengukur lingkar perut

Cara Mengukur Lingkar Perut yang Benar

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22/11/2019 . Waktu baca 4 menit