Saat sedang sakit pilek, flu, atau penyakit lainnya, tubuh mengalami stres fisik yang luar biasa sebagai upaya melawan infeksi. Efek ini mungkin berlipat ganda ketika diabetesi atau penderita diabetes sakit. Diabetes itu sendiri merupakan kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Ditambah lagi, tubuh menghasilkan lebih banyak glukosa sebagai bagian dari proses pertarungan infeksi. Glukosa ekstra dalam aliran darah ini dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah yang berbahaya. Lantas bagaimana cara diabetesi mengelola kadar gula darahnya saat sedang sakit?

Cara menjaga gula darah tetap normal ketika penderita diabetes sakit

1. Tetap cek gula darah

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kondisi sakit dapat meningkatkan kadar gula darah. Oleh karena itu, Anda tetap harus rutin cek gula darah sepanjang hari walau sedang sakit — kalau bisa bahkan setiap jam, atau setiap dua sampai empat jam.

Usahakan gula darah selalu di bawah 200 mg/dL. Bila kadar gula darah di atas 300 mg/dL, perlu memeriksa adanya keton dalam darah atau air kencing. Kehadiran keton menunjukkan ketoasidosis diabetik (DKA), kondisi berbahaya yang disebabkan oleh penumpukan asam karena gula darah tinggi.

2. Usahakan tetap makan dan minum

Bila penderita diabetes sakit dan tidak nafsu makan, ada baiknya menyiasati masalah ini dengan berbagai cara agar Anda tetap mendapatkan asupan makanan. Sebab saat Anda sakit atau dalam kondisi stres dan tidak nafsu makan, sistem imun secara otomatis akan memicu produksi gula darah lebih pesat, baik itu diambil dari makanan atau tidak.

Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi gula atau glukosa. Bila Anda tidak makan, tetapi terus menyuntikkan insulin, ini justru dapat memicu hipoglikemia yang berbahaya bagi kesehatan Anda. Hipoglikemia adalah kondisi rendahnya kadar gula darah yang menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, gemetar, rasa lapar, cemas, bahkan kejang hingga koma.

Cobalah untuk mengonsumsi cemilan untuk mengganjal perut saat sedang sakit, misalnya roti lapis, sereal, biskuit, sup, atau buburBila Anda tetap tidak nafsu makan, sebaiknya cukupi asupan cairan tubuh dengan minum setidaknya satu jam sekali untuk menghindari dehidrasi.

Anda bisa mengonsumsi cairan yang dapat menyeimbangkan elektrolit di dalam tubuh, misalnya air mineral, minuman elektrolit, jus tomat, atau kaldu ayam. Bila cairan tubuh berkurang, kadar asam di pembuluh darah akan meningkat karena gula darah yang meningkat. Kondisi ini tentu berbahaya untuk kesehatan Anda.

3. Tetap minum obat atau gunakan insulin sesuai dosis

Kondisi tidak enak badan atau sakit seringkali membuat Anda mual dan tak nafsu makan, sekalipun untuk mengonsumsi obat. Namun, penting bagi Anda untuk tetap mengonsumsi obat oral agar kadar gula darah Anda tetap seimbang.

Selain itu, Anda juga tetap harus menyuntikkan insulin secara teratur. Namun ingat, tetap imbangi suntikan insulin dengan asupan makanan agar tidak menyebabkan hipoglikemia seperti yang dijelaskan pada poin nomor dua.

Minum obat pereda nyeri saat sedang sakit, apa aman?

Flu, pilek, batuk, demam, hingga radang tenggorokan sekalipun tetap membutuhkan obat agar cepat sembuh. Namun yang sering jadi pertanyaan adalah, apakah aman untuk mengonsumsi obat-obatan ini di samping obat diabetes?

Jawabannya, boleh saja. Namun, konsultasikan dulu dengan dokter yang mengerti kondisi Anda. Obat-obatan tertentu dapat berinteraksi dengan obat diabetes yang Anda gunakan. Misalnya, obat batuk sirup umumnya mengandung gula sehingga bisa berisiko meningkatkan gula darah. Sementara itu, beberapa antibiotik lainnya dapat berinteraksi dengan obat diabetes.

Sebelum benar-benar jatuh sakit, Anda harus…

Sebelum penderita diabetes sakit, Anda perlu mempersiapkan sejumlah hal penting yang direncanakan bersama dokter. Mulai dari jenis obat yang aman untuk dikonsumsi penderita diabetes saat sedang sakit dan mana yang tidak boleh, pengaturan dosis insulin, rencana asupan makanan dan cairan, denyut jantung, tingkat pernapasan, hingga kontrol berat badan.

Informasi ini digunakan sebagai saran yang tepat untuk Anda bagaimana mengatur kadar gula darah dan gejala lainnya ketika Anda jatuh sakit di kemudian hari. Tujuannya adalah untuk menjaga diri Anda dari dehidrasi dan risiko hiperglikemia yang berbahaya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca