4 Cara Ampuh Mengatasi Rambut Rontok Karena Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit diabetes berdampak pada seluruh organ dan jaringan di tubuh Anda. Salah satu komplikasi diabetes yang jarang disadari adalah kerontokan rambut. Ya, Anda bisa saja mengalami rambut rontok karena diabetes Anda tidak terkontrol dengan baik.

Lantas, bagaimana cara mengatasi rambut rontok karena diabetes? Cari tahu jawabannya di bawah ini.

Berbagai cara atasi rambut rontok karena diabetes

Gula darah yang dibiarkan tanpa pengobatan dapat memicu terjadinya kerusakan pembuluh darah. Jika pembuluh darah rusak, maka aliran darah di seluruh tubuh (termasuk folikel rambut) jadi tidak lancar. Akibatnya, rambut Anda lebih mudah rontok.

Rambut rontok karena diabetes ini tidak hanya terjadi di kepala saja. Anda juga bisa mengalami kerontokan rambut pada lengan, kaki, dan bagian tubuh lainnya.

1. Jaga gula darah

menjaga gula darah

Kunci penting untuk mencegah berbagai komplikasi yang ditimbulkan dari penyakit diabetes adalah dengan mengontrol gula darah.

Hal ini bisa Anda lakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengatur pola makan, rutin olahraga, dan minum obat diabetes secara teratur.

Gula darah yang terkontrol dengan baik dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh bagian tubuh, termasuk folikel rambut. Dengan begitu, rambut rontok karena diabetes pun dapat berkurang dari biasanya.

2. Minum obat tertentu

obat mata sensitif terhadap cahaya

Kerontokan rambut akibat diabetes dapat dicegah dengan minum obat khusus rambut rontok. Namun pada wanita, dosis obat rambut rontok umumnya harus diperkecil. Ada dua jenis obat yang bisa digunakan untuk mencegah kerontokan rambut semakin parah, yaitu minoxidil dan finasteride.

Minoxidil aman digunakan oleh pria dan wanita, tapi dilansir dari laman Web MD, minoxidil nampaknya lebih efektif digunakan oleh wanita yang menderita kerontokan rambut parah dibandingkan pria.

Jika minoxidil lebih ampuh untuk wanita, finasterida adalah obat rambut rontok khusus untuk pria. Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, atau setara dengan Badan POM di Indonesia belum menyetujui penggunaan obat finasterida untuk wanita.

Sebelum menggunakan obat tersebut, penting bagi Anda untuk berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu karena dosis kedua obat ini disesuaikan dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan penyakit.

3. Penuhi asupan biotin

manfaat biotin

Sebuah penelitian menemukan bahwa biotin dapat membantu meningaktkan pertumbuhan rambut. Sayangnya, orang yang sakit diabetes cenderung memiliki kadar biotin yang rendah dalam tubuhnya. Inilah mengapa, orang dengan diabetes lebih rentan untuk mengalami kerontokan rambut.

Sumber makanan sehari-hari yang kaya akan biotin adalah telur, hati ayam atau sapi, kacang-kacangan, salmon, ubi, dan lain sebagainya. Jika diperlukan, Anda mungkin butuh asupan biotin tambahan dari suplemen.

Namun, pastikan Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum minum suplemen biotin. Pasalnya, terlalu banyak asupan biotin juga bisa berbahaya untuk tubuh.

4. Pakai wig

Sumber: Verywell

Jika kerontokan rambut yang Anda alami sudah terlanjur parah bahkan menyebabkan kebotakan di sebagian besar kulit kepala, Anda bisa menutupinya dengan wig alias rambut palsu. Penggunaan wig dapat membantu Anda untuk merasa jauh lebih baik dalam menutupi kerontokan rambut.

Selain itu, penggunaan wig juga terbilang lebih efisien karena dapat digunakan kapan pun yang Anda mau. Jadi, Anda bisa saja melepas rambut palsu saat Anda memang tidak sedang membutuhkannya. Anda bisa mengunjungi ahli wig guna membantu mendapatkan gaya rambut yang terlihat alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 5 menit
merawat rambut keriting

10 Cara Merawat Rambut Keriting agar Mudah Diatur

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 4 menit
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit